PSIKOLOG INGIN SEMUA ORANG TUA PAHAMI INI
1. Saat anak menangis, yang ia butuhkan bukan dimarahi, tapi dipeluk
2. Saat anak merasa takut, ia butuh digenggam, bukan ditinggal
3. Saat anak marah, ia ingin didengarkan, bukan dihakimi
4. Saat anak tantrum, ia butuh ketenangan dari kita, bukan emosi yang ikut meledak
5. Saat anak gagal, ia butuh dihargai usahanya, bukan dibandingkan
6. Saat anak bertanya, ia butuh perhatian penuh dan tatapan kita
7. Saat anak bercerita, ia ingin kita hadir dengan antusias
8. Saat anak melakukan kesalahan, ia butuh arahan, bukan bentakan
9. Saat anak mencari perhatian, seringkali ia hanya butuh waktu kita... bahkan sebentar saja
suka banget dengan kalimat ini :
"Jangan menertawakan badai orang lain hanya karena langitmu sedang cerah."
tapi, jangan lupa juga sebaliknya :
"Jangan menghujani matahari orang lain hanya karena langitmu sedang badai"
Kalau seseorang udah nentuin lo itu “siapa” di kepala mereka,
apa pun yang lo lakuin bakal selalu mereka lihat dari sudut pandang itu.
Mau lo jelasin, mau lo berubah,
tetap aja bakal dipelintir biar sesuai sama versi mereka.
Di titik itu, sebenarnya udah bukan soal lo lagi,
tapi soal cara mereka melihat dan menilai.
Jadi nggak semua hal harus lo benerin,
karena kadang yang bermasalah bukan lo…
tapi persepsi mereka yang udah terlanjur kebentuk.
Stop dengerin konten relationship yang bikin kamu merasa benar dan dia yang salah!
Itu racun yang bikin kamu jadi makin benci pasangan dan membunuh hubungan.
Ada salah satu artis yang sudah 4 kali bercerai dan 4 kali masuk penjara pernah berkata, “nggak ada cowok yang bisa ngertiin gue.”
Kalimat seperti itu mencerminkan kecenderungan untuk meletakkan sumber masalah di luar diri, sambil menghindari keterlibatan dirinya sendiri dalam kekacauan yang terjadi.
Atau dalam bahasa Jawa ini dikenal sebagai externalization.
Jadi, yang sedang terlihat ini mungkin bukan sosok yang terlalu rumit untuk dipahami, melainkan sosok yang terlalu problematik untuk jujur pada dirinya sendiri.
Rasulullah itu contoh ideal bagiamana jadi mertua yang baik..
Ketika anak kesayangan beliau, Fathimah ra. menikah dengan Ali ra., Fathimah selalu melayani Ali bin Abi Thalib dengan baik. Bahkan dalam sebuah hadits diceritakan tangan Fathimah sampai kapalan karena mengurus rumah.
Melihat tangan anak beliau seperti itu, apa tanggapan Rasulullah? Beliau tidak menyalahkan Ali, tetapi mengajarkan Fathimah kekuatan dari sebuah doa.
Beliau tidak mau masuk terlalu dalam ke urusan rumah tangga anak kesayangannya. Karena kalau mertua terlalu masuk ke dalam, bahaya...
Namun, hal ini bukan berarti beliau lepas diri. Dalam beberapa hal, terutama dalam hal-hal yang baik, Rasulullah tetap mengajak anak dan menantunya. Salah satu contohnya adalah ketika di 10 hari terakhir Ramadhan, Rasulullah sering mendatangi rumah Ali dan Fathimah, mengetuk pintunya dan mengatakan,"Apakah kalian gak sholat malam?"
Otak itu seperti otot, makin sering kita pakai, akan makin kuat. Makin jarang dipakai, makin lemah. Belajarlah hal baru, terus menerus, itu jadi investasi kita nantinya. Saya sudah merasakannya.
Penderita GERD yang disertai anxiety disorder itu sebenarnya sedang menjalani perang yang tidak terlihat. Perang melawan tubuhnya sendiri, melawan pikirannya sendiri. Rasa cemas yang datang bukan cuma sekadar “kepikiran”, tapi bisa menjalar jadi sensasi fisik yang nyata, dada sesak, jantung berdebar, tenggorokan terasa mengganjal, perut perih, kepala ringan, sampai badan terasa lemas tanpa sebab yang jelas.
Menurut psikologi, anak yang tumbuh di lingkungan dengan orang tua yang mudah marah sering belajar hidup dalam mode “siaga”. Mereka terbiasa membaca situasi, menebak-nebak suasana hati, dan berusaha tidak membuat kesalahan sekecil apa pun. Bukan karena mereka perfeksionis sejak lahir, tapi karena dulu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kemarahan besar.
Akibatnya, saat sudah dewasa pun pola itu sering masih terbawa. Mereka jadi orang yang sangat berhati-hati, mudah merasa bersalah, dan sering overthinking sebelum bertindak. Bahkan ketika tidak ada lagi yang memarahi, tubuh dan pikirannya masih menyimpan memori lama: takut mengecewakan, takut disalahkan, takut dianggap tidak cukup baik.
Perhatiin temenmu
kalau dia cerita dia habis tidur lamaaa banget, bangun, tidur lagi...
Ajak ke luar rumah, ajak ngopi.
Ajak nyari angin.
Ajak liat yang ijo-ijo.
Orang yang pikirannya lagi penuh, depresi, SALAH SATU coping mechanism-nya adalah tidur yang lama.
Mentalnya perlu diselamatkan.
Kereta Listrik di Kyoto Matikan Lampu Demi Pemandangan Indah!
Momiji Tunnel di Kyoto menawarkan pengalaman unik saat musim gugur. Pihak kereta Eizan mematikan lampu dan juga memperlambat laju perjalanan agar penumpang bisa menikmati keindahan daun maple yang berubah warna.