Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menyoroti generasi muda saat ini yang enggan menjadi petani dan memilih berprofesi sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Baca di sini: https://t.co/pplOwZ8zKd
/ #ASN#CakImin
Baru baca tuntutan tujuh desakan darurat ekonomi dari para ekonom. Analisisnya tajam. Persoalan utama yang disorot sangat mengena: penurunan kualitas hidup secara masif dan sistemik.
Memang bukan Harvard sih, tapi kondisinya sama-sama dalam keadaan hamil dan harus bedrest 3 minggu lebih masih sempat kejar deadline daftar Nagoya University dan diterima full scholarship. Love you @ikaacipp ❤️
I am constantly reminded of the story of the 1908 and 1928 generations in our nation’s history. If we think about it, many of those who fought in 1908 and 1928 never saw the independence of Indonesia. While those who did had to wait either 37 years or 17 years.
Year after year, they might have been asked, “Where is the independent Indonesia that was dreamed of and promised?” Yet, we know that the struggles of 1908 and 1928 laid the foundation and prepared Indonesia to seize its freedom in 1945. We gained independence because they didn't give up.
Never give up on loving and fighting for Indonesia. We may not see the results we hope for right away, but our efforts are essential to push the momentum toward change, helping it grow and strengthen for a brighter future.
@ardisatriawan Oh iya, alihkan belanja ke sektor informal, pasar tradisional, pedagang rumahan. Memang mereka juga kena pajak, tapi dikit banget. Mau hukum pemerintah? Gakbusah rame, gak usah demo, tahan aja duit lo, kalo banyak yang melakukan panik kok mereka.
@ardisatriawan Yang pengen ganti HP tahan
Yang pengen ganti motor baru tahan
Yang pengen ganti mobil baru tahan
1 tahun aja, jangan lupa pake semua subsidi, gak usah gengsi dibilang miskin, itu dari duit kita juga kok.
Kapan lagi boikot pemerintah sendiri.
argumen ini bener banget.
hidup bersahaja, berhemat, menahan diri, sekaligus 'mengingatkan' pemerintah akan dampak kebijakannya sendiri.
ingat: pertumbuhan ekonomi = konsumsi masyarakat + belanja pemerintah + ekspor - impor + investasi
jadi, konsumsi masyarakat itu koentji!
@primawansatrio lebih setuju ini, kalau sudah ada rencana pada akhirnya gamau balik memang lebih baik pakai beasiswa lain yg tidak ada persyaratan harus kembali
Sangat setuju kalau permasalahan tata kelola masih banyak yang perlu diperbaiki, tapi kalau begini yang untung malah negara maju pak. Miliaran rupiah per orang hanya untuk provide talenta terbaik kita ke negara maju 🥲
Pak, mending dipikir lagi baik-baik. Meskipun saya setuju kalau lebih banyak peluang berkarir di luar negeri tapi kebijakan ini membuka peluang brain drain seluas-luasnya ketika permasalahan dalam negeri juga masih banyak yang harus diselesaikan 🙏🏼🥲
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro menyatakan, penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tidak harus pulang ke Indonesia usai lulus kuliah.
Menurut Satryo, pemerintah memberi kebebasan bagi peraih beasiswa LPDP untuk berkarya di mana pun.
Termasuk, jika ingin bekerja pada perusahaan yang baik yang berada di luar negeri.
"Enggak (harus pulang), kita memang memberi kesempatan mereka untuk berkarya di mana saja," kata Satryo saat ditemui di kantor Kementerian Koordiantor Bidang Penbangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Jakarta, Selasa (5/11/2024).
Satryo mengatakan, pemerintah tidak bisa memaksa penerima LPDP untuk bekerja di Tanah Air.
Terlebih, Indonesia belum memiliki tempat yang baik bagi para penerima LPDP untuk mengembangkan kemampuan yang mereka miliki.
"Kita belum punya cukup tempat untuk mereka berkarya. Kasihan dia (penerima LPDP) nanti, ilmunya tinggi, di sini tidak ada wadahnya. Lebih baik kamu (penerima LPDP) teruskan ke sana saja. Yang penting (jiwanya) merah putih," kata Satryo.
^ #LPDP #Mendikti
Penulis: Irfan Kamil
Editor: Ihsanuddin