Rumor terbaru:
Indonesia akan dimasukkan menjadi stand alone country
Masih rumor ya
Di pasar ekuitas, lembaga rating mengklasifikasikan negara-negara yang tidak memenuhi persyaratan minimum untuk status Negara Maju (Developed), Negara Berkembang (Emerging), atau Negara Perbatasan (Frontier) sebagai Stand Alone
Terkucilkan
Suatu negara biasanya diturunkan statusnya menjadi "Stand Alone" karena penurunan akses pasar yang parah, pemberlakuan kontrol modal yang ketat, krisis likuiditas mata uang/valuta asing (FX) yang berkelanjutan, atau sanksi geopolitik.
Negara-negara Stand Alone saat ini:
Rusia: Diklasifikasi ulang menjadi status Stand Alone setelah sanksi internasional yang berat dan penutupan pasar.
Nigeria: Diklasifikasi ulang dari Frontier menjadi Stand Alone karena kekurangan mata uang asing yang berkepanjangan dan masalah repatriasi modal.
Lebanon: Dipindahkan ke status Stand Alone setelah krisis keuangan lokal yang parah dan pembatasan FX
Argentina: Sangat dibatasi oleh kontrol modal domestik yang ketat dan sebelumnya dikonsultasikan untuk status Stand Alone.
Lainnya (berdasarkan data historis & daftar MSCI): Trinidad & Tobago, Bosnia, Herzegovina, Jamaica, dll
MSCI punya indeks khusus MSCI Standalone Market Indexes yang tidak masuk ke dalam MSCI Emerging Markets atau Frontier Markets Index.
Apa yang terjadi pada pasar saham suatu negara yang menjadi Stand Alone?
1. Penghapusan Indeks. Saham negara tersebut sepenuhnya dihapus dari indeks acuan global
2. Terisolasi. S&P terus melacak negara tersebut melalui indeks mandiri domestik tunggal dan tertutup sehingga investor lokal atau khusus masih dapat melihat data
3. Evaluasi terpisah. Karena reklasifikasi mandiri biasanya terjadi selama keadaan darurat ekonomi, S&P mengizinkan "peninjauan di luar siklus" untuk mentransisikan suatu negara ke status lain segera daripada menunggu peninjauan tahunan standar.
Pas Mbak Dian Sastro nyebut channel Predictive History (Profesor Jiang) waktu podcast sama Raditya Dika, gue langsung pengen cek.
Terus gue buka cek videonya yang Game Theory #3: Rich Dad, Poor Dad.
Gila, otak gue kayak kena reboot setelah nonton. Dia breakdown pake logika Game Theory kenapa yang kaya makin tajir terus, sementara yang miskin susah banget naik kelas. Bukan cuma ngomong doang.
Saya PNS masa kerja 12 tahun.
Worth it, tapi harus siap mulai dari 0 (gajinya tidak langsung besar, dan bahkan tidak bisa besar kecuali di instansi tertentu). Karena sekarang susah cari kerja dan bertahan di pekerjaan, maka kesempatan apapun pekerjaan yang halal sebaiknya diambil. Kecuali kita punya privilege seperti Putri Tanjung.
ini lah kenapa di umur 20an banyak banget yang mulai hobi baru. jadi rajin nyobain banyak cabor, ikut marathon, daftar kelas yoga/pilates, nyobain free diving, ikut community, kelas masak, pottery dll. karena kalo waktu dihabisin buat kerja doang, our soul will become soulless.
alias there's no spark left in our lives. semakin tua juga semakin banyak 'curiousity' buat nyoba new different things. maybe karena we feel like we're running out of time kali ya if we don't live our life to the fullest.
One of my fav Jeff Bezos quotes:
"Stress does not come from hardwork. Stress primarily comes from not taking action over something that you can have some control over."
If you want to improve your memory, I have a technique I use that I find very useful called Memory Scenes.
It's similar to the Memory Palace technique, but rather than creating an imagined palace where you store your memories, you create a certain scene that contains what you wish to remember.
I find it much more powerful.
An example:
I often think of the topics of the tweets I want to post in a given day when I have my morning shower.
Lets say I have the following ideas for tweets:
1. A tweet about learning how to dance
2. A tweet comparing meditation to sinking into a pool of water
3. A tweet about the intelligence contained within the gut
4. A tweet about how to improve your memory
In this case, I will imagine a scene such that contains references to all of these things within a single image.
For example:
I will imagine a man who is dancing (1), inside a swimming pool (2), with a white light shining from his belly (3) and a thought bubble representing memory (4) floating above his head.
Its very easy to add more details as I think of more things I wish to remember.
I then just meditate on that scene for a short few moments, imprinting it on my memory.
Then, when it comes time to recall the memory, I just bring the scene to mind.
I find that creating a scene like this has been much more powerful for me than the Memory Palace technique.
Would be curious to see other people give it a go and report back as to whether it works for them.
Barusan habis konsul sama Psikolog gue. Gue bilang,
"Mba, kayanya aku masih stres deh tapi aku gatau apa dan kenapa 😭"
"Ya udah, kalo gitu ayo kita cek lagi. Kebutuhan merasa aman, diterima, dan dibantu di pekerjaan gimana? Di pertemanan gimana?"
work! Cara mengumpulkan energi buat apply loker lagi, setelah pulang kerja, karna sejujurnya sender pgn cepet2 resign tp belum ada backup, pulang kerja sering udah capek duluan😭
how to unrot your brain:
- don't use your phone for 2 hours every AM and 2 hours before bed
- read 20 pages a day (like 10,000 steps for your brain)
- leave home without your phone
- delete social media from your phone and only use it on your computer
- walk 10,000 steps with no phone
- ground barefoot
- meditate for 10 mins a day (silence grows new brain cells)
- get sunlight
- digital fast one day a week
- humming for your vagus nerve
- play and have a silly goose time
Baru pulang kerja, langsung kena bom bahagia.
Istri: 'Mas, aku hamil loh..'
Gue: "Hah? Serius?"
Langsung gue cek testpack-nya, dua garis jelas banget.
Capek kerja 12 jam tadi ilang semua. Sekarang gue malah mikir nama bayi, mikir kamar bayi, mikir segalanya
Rasanya pengen teriak seneng tapi takut ganggu tetangga.
Gue bakal jadi bapak bro... doain ya
Menurut penelitian, membaca dapat meningkatkan suasana hati dan memperbaiki mood.
Berikut beberapa rekomendasi buku untuk kamu yang ingin menjaga mood tetap baik😇☺️
Barusan ketemu atasan baru terus kami dikumpulin diajak ngobrol,
“Kamu kok belum nikah emang umur berapa?”
“27 tahun pak”
“Loh umur segitu kok belum nikah? segera lah, banyak enaknya juga kalo nikah”
“Hehehe”
Mau kujawab agak frontal tapi inget temen yang duduk di sebelahku lagi proses cerai
Guys, Ferry Irwandi baru ngomong sesuatu yang gua rasa perlu banget didengar terutama buat kalian yang lagi bingung ngejar apa di hidup ini.
Ferry bilang hal yang bikin gua mikir keras. Worst advice yang pernah dia terima katanya adalah "keluarlah dari zona nyaman." Dan ini bukan sekadar kontra-narasi biar kelihatan beda ini ada logikanya yang sangat solid.
Pikirin deh.
Berapa banyak dari kita yang sebenernya hidupnya belum nyaman sama sekali masih struggle bayar kosan, masih bingung soal kerjaan, masih ngerasa stuck tapi tiap hari dibombardir sama quote "keluar dari zona nyaman"? Zona nyaman mana yang mau dikeluar-keluarin kalau nyamannya aja belum ketemu?
Ferry bilang yang bener itu bukan "keluar dari zona nyaman" tapi "temuin dulu kenyamanan lo." Karena kalau lo sekarang stuck, bosen, ngerasa terbelenggu itu bukan zona nyaman. Itu zona ketidaknyamanan yang lo toleransi terlalu lama. Dan yang perlu lo lakukan bukan keluar dari situ dengan cara dramatis tapi sadar bahwa lo emang belum nyaman dan mulai cari kenyamanan yang sebenarnya.
Ini juga nyambung sama keputusan Ferry keluar dari PNS Kementerian Keuangan. Orang dari luar bilang "wah berani banget keluar dari zona nyaman." Padahal menurut Ferry sendiri dia keluar justru karena tidak nyaman. Conflict of interest antara pekerjaannya dan kontennya makin besar, dan bertahan berarti memaksakan diri di situasi yang makin lama makin tidak sehat buat dirinya.
Dan yang paling gua respect dari Ferry adalah cara dia ngambil keputusan besar itu. Bukan impulsif, bukan ikut-ikutan tren quit your job yang viral di TikTok. Dia hitung dua tahun sambil jalan bareng income dari konten sudah stabil belum, pivot-nya ke mana, cost benefit analysis-nya gimana, konsultasi sama orang tua, konsultasi sama istri. Baru keluar dengan kepala dingin dan hati yang tenang.
Intinya guys hidup bukan tentang seberapa dramatis lo berani ambil risiko. Hidup tentang seberapa jelas lo tahu apa yang beneran bikin lo nyaman dan seberapa terukur langkah lo untuk sampai ke sana. Keberanian bukan berarti loncat tanpa perhitungan keberanian adalah tetap melangkah meski sudah hitung semua risikonya dan tetap milih jalan yang paling masuk akal buat hidup lo.
Orang ngira, kekayaan tu cuma punya duit banyak.
Padahal kata Sahil Bloom, uang itu cuma 1 dr 5 jenis kekayaan.
Ada 4 jenis kekayaan lain yg disepelein, padahal ini game changer bikin "kaya finansial".
Buat yg blm liat podcast radit/baca bukunya Sahil, neh kita rangkumin!