Namun jika yang menjadi pelabuhan pulang adalah dia. Bersyukurlah juga, karena Allah telah mentakdirkan serta menjagakan hati nya untuk mu ditengah ketidakpastian tanpa komunikasi yang berlebih untuk saling menjaga karena Allah
Apapun itu jika pada akhirnya bukan dia, harapannya di saat itu sudah benar-benar luput dari nya, menemukan yang terbaik yang Allah telah takdirkan. Harapannya di saat itu hati penuh dengan rasa syukur dan berusaha saling menjaga untuk meraih Jannah-Nya
Segala bentuk maksiat mungkin menyenangkan, namun ingatlah selalu bahwa kesenangan itu akan habis. Setelah itu Rabb kita masih lah tetap Allah. Where we are going to go? Berlari dari-Nya?
I just wanna say:
Ya Allah....Aku hamba mu yang lemah ya Allah. Sering jatuh bangun dalam menaati mu. Ya Allah apapun yang ada dalam hatiku. Limpahkanlah senantiasa maaf, rahmat dan cinta-Mu kepadaku π
Hilangkan lah keraguan dalam hati kami dalam melaksanakan dakwah amar makruf nahi mungkar. Kami bukanlah orang yang paham agama. Tapi ya Allah, tanamkan lah di dalam hati kepada kami kecintaan terhadap agama ini, kecintaan menuntut Ilmu,
One of my seniors said that yang kurang lebihnya begini: hal yang sangat tidak sopan adalah tetap bertahan dalam suatu organisasi namun, TIDAK PERNAH/SANGAT JARANG memberikan kontribusi.
In my current perspective, satu hal yang penting dalam berorganisasi. Jangan berikan amanah pada orang yang hanya pintar dan berpengalaman. Karena semangat, antusiasme, mau belajar, dan yang terpenting mampu menghargai orang lain juga sangat diperlukan dalam berorganisasi
Ya Allah, hamba mu ini penuh dengan kekurangan, lemah akal dan hati. Mohon ya Allah. Dengan segala Rahmat, Cinta dan Kasih sayang-Mu jangan lah Engkau tinggalkan hambamu ini sedetik pun. Jagalah hamba mu dari fitnah dunia. Sungguh Engkaulah yang Maha mendengarkan doa"π