😿 : "Maaf bang, aku udah berusaha tapi tetep ninggalin jejak”
👨🏭 : ….(ngelus dada) gpp kok Meng, yang penting km udah berusaha
ccthread:triafitriani07
• Bisa menikmati waktu sendiri tanpa merasa sepi terus-menerus.
• Tetap jalan walau gak selalu ditemani.
• Gak gampang kehilangan arah hanya karena seseorang berubah.
• Tau caranya menjaga diri sendiri sebelum menjaga orang lain.
• Dan saat mencintai… mereka gak posesif, gak memaksa, gak menuntut berlebihan.
Karena mereka sudah pernah belajar: bahwa ketenangan terbesar bukan datang dari siapa yang tinggal, tapi dari kemampuan tetap utuh walau hidup berubah.
Aku percaya, orang yang sudah bisa berdamai dengan kesendiriannya itu justru punya cara mencintai yang paling dewasa.
Karena dia gak datang buat "mengisi kekosongan", dia datang karena memang ingin berbagi hidup, bukan bergantung hidup.
Biasanya orang-orang seperti itu:
BREAKING: media Jepang menyebut pemerintah Indonesia memakai buzzer untuk membungkam publik dengan cara menuduh warga yang kritis sebagai "antek-antek asing"
---
Antek-antek asing mendunia guys.
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
🗣️: "Perempuan itu ibarat bunga, semakin tua
semakin layu. Kalau sudah layu siapa yang mau?"
Maaf, tidak semua perempuan adalah bunga.
Sebagian dari kami adalah pohon jati.
Semakin tua semakin mantep🙏🏻
This baby went from sad/confused to absolute JOY the second those glasses went on.
First time seeing the world clearly. That smile says everything.
♥️ Heart = melted.
Who else is obsessed with these moments?
Nadiem Makarim yang secara posisi dan ekonomi sudah mapan, ayahnya pengacara ternama, lulusan Harvard, Ibunya juga bukan orang sembarangan aja bisa diginiin.
Gimana yang dari keluarga rakyat biasa apalagi menengah kebawah.
Guys lu pada tau gak,
ada driver ojol yang cerita
dan ini justru bikin banyak orang makin campur aduk lihat kasus Nadiem Makarim sekarang.
Katanya:
“Dia itu bos saya. Dulu beliau hadir dan buka banyak peluang rezeki buat jutaan orang. Saya salah satu yang ngerasain langsung.”
Kalimat itu sederhana, tapi ngena banget.
Karena buat banyak driver Gojek,
sosok Nadiem bukan cuma figur startup di berita bisnis.
Ada yang cerita bisa bayar kontrakan tiap bulan karena orderan Gojek.
Ada yang bisa nyekolahin bahkan nguliahin anaknya dari hasil narik bertahun-tahun.
Ada yang bantu biaya pengobatan orang tua.
Ada yang tadinya kerja serabutan gak jelas, lalu punya penghasilan harian yang lebih pasti.
Bahkan waktu pandemi banyak orang kehilangan kerja formal, tapi masih ada yang bertahan karena narik dan nganter makanan.
dan ketika nadiem sekarang
terkena isu yang tidak enak
mereka bingung
apa yang bisa mereka lakukan
bahkan kabarnya
ada beberap driver yang bersedia
menggantikan posisi beliau
jika memang haruz di penjara
Kasus Nadiem sampai masuk New York Times.
Hukum di Indonesia di jadikan bahan olokan internasional atas akal-akalan kasus ini.
@prabowo
https://t.co/zHKynfGxYk
“Bapak pahlawan ekonomi saya pak”😭😭🥺😔
Bayangin ya… S1 di Brown University, S2 di Harvard University pada masanya sepintar apa coba?! Balik ke Indo ngasih kontribusi ke negara dengan bikin 4 juta lapangan pekerjaan buat rakyat, lanjut memperluas kontribusi lagi di Pemerintahan, eh tau-tau DITUNTUT TOTAL 27,5 tahun untuk KASUS GAIB (pidana penjara 18 tahun, denda 1M (subsidair 190 hari), dan pidana tambahan uang. Pengganti (809M) dan 4.8T (subsidair 9 tahun) atas SEDERET DENGAN DAKWAAN 0 BUKTI!! kasus yang sampe sekarang publik aja masih bingung “ini barang buktinya mana?” 😭😭