Bacaan Ringan:
Imam Shamsi Ali dan Ilhan Omar.
Saya mengenal cukup dekat tokoh tokoh Islam yang cukup banyak dibaca, didengar dan menginspirasi. Salah satunya yang sedang saya beri catatan adalah seorang Imam yang berasal dari Bulukumba Sulawesi selatan. Imam Shamsi Ali.
Saya mengeritik beliau karena buat saya keterlibatan nya dalam politik tidak tanah air sama sekali tidak sehat bagi dirinya sendiri dan juga bagi politik di tanah air kita. Imam Shamsi bukanlah pelaku politik. Beliau hanya penonton dan tidak sebaiknya penonton berpretensi sebagai pelaku seperti yang dilakukan oleh banyak akademisi, kyai atau ustadz di masa Pemilu yang semakin panas ini.
Untuk itu saya sebenarnya lebih ingin menyarankan tokoh tokoh seperti Samsi Ali mengambil jalan yang dilakukan oleh banyak sekali imigran yang datang ke Amerika Serikat. Seperti Shamsi Ali. Salah satu contoh yang sangat baik buat kita adalah Ilham omar. Seorang perempuan yang lahir di Mogadishu Somalia dalam suasana perang yang berimigrasi di Amerika dan sejak tahun 2018 berhasil menjadi salah seorang anggota kongres Amerika Serikat serta anggota kongres AS pertama berdarah keturunan Somalia-AS.
Saya kagum kepada Ilhan karena dia tidak memutuskan hanya sebagai penonton dia ikut bersama partai demokrat mendukung partai itu dan kemudian pada gilirannya dia sendiri bertarung dan bertempur untuk menjadi anggota kongres amerika dan terpilih.
Kinerja nya pun tidak bisa dianggap remeh karena iya menjadi sangat fenomenal bersama beberapa anggota kongres muda lainnya yang mencuri perhatian publik Amerika seperti Aleksandria Ocasio Cortez dan Rashida Tlaib, dll mereka menciptakan arus baru untuk mempengaruhi kebijakan politik Amerika Serikat di luar negeri khususnya terkait Timur tengah dan Israel.
Anak-anak muda ini berani mengambil sikap untuk terjun dalam politik dan saya merasa belum terlambat bagi Imam Shamsi Ali jika telah menjadi warga negara Amerika Serikat, maka sebaiknya maju sebagai anggota kongres dan mencatat sejarah agar ada dari putra bangsa Indonesia Yang menjadi anggota kongres Amerika suatu hari.
Sebenarnya kalau dibandingkan, Ilhan Omar yg lahir dari suatu negara yang hampir gagal dalam suasana perang sementara Imam Shamsi Ali lahir di sebuah negara yang damai sehingga peluangnya untuk menjadi bagian dari demokrasi Amerika sangatlah besar.
Karena tidak akan ada yang bertanya apakah yang bersangkutan punya afiliasi dengan kelompok teroris seperti yang mungkin dituduhkan kepada Ilhan Omar terkait maraknya Al Shabab di Sub-Sahara Afrika. Sementara Imam Shamsi lahir di negara damai dan demokratis.
Sekali lagi saya sangat berharap ini dipertimbangkan oleh Imam Shamsi Ali. Tetapi apabila beliau tidak berkenan untuk menjadi anggota kongres Amerika atau sulit mencapainya di sana, saya mengusulkan agar beliau pulang kembali ke tanah air untuk betul betul terlibat dan terjun dalam politik mengikuti mereka yang secara setia membangun partai politik mengusung satu gagasan dan kandidat yang kemudian diperjuangkan dengan segala konsekuensi yang ada.
Tentu ini akan jauh lebih penting untuk dikerjakan daripada menciptakan kebingungan karena tidak pernah berani membuat pilihan akan menjadi penonton atau pemain.
Apapun, kalau orang tidak terlibat membangun kekuatan secara riil dan hanya menciptakan kegaduhan apalagi dengan label dan simbol simbol agama di ruang publik, kebingungan akan tercipta tentang status dari orang yang senang menendang bola ini, orang ini penonton atau pemain?.
Kalau dia pemain, dia terdaftar Sebagai pemain di mana? Tetapi kalau penonton kenapa tindakan nya sudah seperti para pemain? Sikap dan keputusan yang jelas Ilhan Omar bisa menginspirasi Imam Shamsi Ali, yang sama2 menjadi Imigran di Amerika sekarang. Semoga.🙏🩵
🇷🇺💥🇺🇲‼️ Prediksi luar biasa Gaddafi yang mulai menjadi kenyataan: "Rusia dan AS akan..." ‼️
18 tahun yang lalu, Muammar Gaddafi, mantan presiden Libya, membuat ramalan yang tidak menyenangkan tentang masa depan Rusia dan Amerika Serikat, 👇
KETELANJANGAN POLITIK JOKOWI HARUS DILAWAN!
Makin mendekati waktu Pilpres 2024, situasi politik kita makin menggelisahkan, tidak jarang memuakkan!
Ini suara hati saya, yang mungkin juga mewakili entah berapa banyak rakyat Indonesia. Saya akan menyuarakan dengan pilihan diksi yang lantang dengan teriakan yang nyaring. Meskipun, berisiko dikasuskan alias dijerat masalah kriminal sekalipun.
Biarlah sejarah yang akan mencatat, dan membuktikan, bahwa saya dan beberapa sahabat terus ikhlas berjuang untuk Indonesia yang lebih terhormat, lebih bermartabat, lebih antikorupsi!
Tingkah-polah segelintir elit politik hanya mempertontonkan panggung sandiwara politik, tanpa substansi kebangsaan, tanpa etika-moralitas politik yang ber-Pancasila.
Hukum hanya diperalat, untuk syahwat kuasa! Ini yang sebenarnya: "Kampungan"!
Mengomentari Ketum Golkar Airlangga Hartarto, yang diperiksa Kejaksaan Agung selama belasan jam, seorang petinggi "Partai Beringin" membalas pesan WA saya:
"Ini sih Drakor (Drama Korea), Den. PG Juga mau dicopet, lebih mudah nyopet PG dibanding Demokrat. Ada LBP dan Bahlul orang dalamnya".
Lagi, hukum hanya dipermainkan. Saya tidak ragu menegaskan yang paling bertanggung jawab adalah: Presiden Jokowi.
Kenapa lagi-lagi harus Presiden? Karena mandat bahwa iklim politik, hukum, Pemilu 2024 harus dilaksanakan secara jujur dan adil, adalah salah satu tanggung jawab utama Presiden Jokowi.
Presiden adalah Kepala Negara, selain kepala pemerintahan. Presiden juga faktanya pimpinan koalisi partai pemerintahan, baik di eksekutif maupun di legislatif (parlemen).
Maka, bohong besar jika Presiden Jokowi tidak tahu-menahu dan tidak ikut campur soal kasus hukum. Jaksa Agung sebelum memeriksa Menko ataupun Menteri, pasti— saya katakan PASTI —berkomunikasi dengan Presiden Jokowi. Demikian juga KPK. Baik Kejaksaan, Kepolisian, KPK, sekarang semua berada di bawah kendali politik Presiden Jokowi.
Maka, fakta politiknya, kasus hukum berlanjut atau tidak, ibaratnya, cukup tergantung pada anggukan kepala atau bahkan hanya kedipan mata Presiden Jokowi. Serta, menjelang Pilpres 2024, Presiden Jokowi dengan jelas menunjukkan cawe-cawe yang negatif-destruktif.
Mengkasuskan lawan-oposisi sambil melepas-bebaskan kawan-koalisi. Kalau, ada kawan koalisi yang dianggap tidak sejalan dengan strategi Pilpres 2024, maka dapat dipastikan muncullah kasus hukum.
JANGAN SALAH, saya mendukung setiap langkah penegakan hukum, apalagi kasus korupsi. Tetapi saya menolak tegas penegakan hukum yang pilah-pilih! Penegakan hukum yang menyasar hanya pada "musuh politik" saja, harus ditolak dan dilawan!
Penegakan hukum harus sama efektifnya dilakukan kepada siapapun yang melakukan kejahatan, tanpa pandang bulu, tanpa diskriminasi karena perbedaan sikap, pilihan, ataupun strategi politik.
Saat ini, hukum hanya menjadi alat dan intrik politik. Kita harus tegas menolaknya! Bahwasanya dalam politik ada strategi alias intrik untuk menang, itulah pragmatisme politik.
Tapi, kita juga harus meneriakkan tegas bahwa dalam politik tetap saja ada etika, ada idealisme, yang tidak menghalalkan segala cara. Kemenangan bukan harus diraih dengan apapun caranya, bahkan dengan politik uang ataupun politik curang.
Kemenangan politik dan pemilu harus tetap diraih dengan kehormatan, kebenaran, dan keadilan.
Cawe-cawe Jokowi yang mencopet Demokrat, mencopet Golkar, mengganggu koalisi KPP, menjegal Anies Baswedan dll, adalah cawe-cawe telanjang yang tidak beretika, tidak berlandaskan moral politik.
Cawe-cawe Jokowi dan kroni oligarkinya, yang menghalalkan segala cara berpolitik haram yang demikian, sambil berbohong bertindak berpura-pura mencitrakan diri sedang memikirkan bangsa dan negara, adalah cara berpolitik yang telanjang tanpa etika-moral, dan karenanya harus dibongkar dan dihinakan.
Ayo sama-sama kita teriakkan lantang bahwa Presiden Jokowi sebenarnya sedang mengumbar aurat pakaian politik yang telanjang, meskipun katanya, approval rating survei memotret Jokowi didukung 90% responden sekalipun.
Kebenaran harus disuarakan, bahkan meskipun sendirian. Demi Indonesia yang sama-sama kita cintai dan harus kita jaga dari cara-cara berpolitik telanjang penuh dusta dan cawe-cawe yang senyatanya demi dinasti dan bisnis kroninya, jauh dari demi "untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat" Indonesia.
Melbourne, 26 Juli 2023
Denny Indrayana
[DIKURUNG DALAM PETI KAYU, DIJADIKAN BUDAK SEKS, HINGGA JADI BABYSITTER ANAK PENCULIKNYA]
Colleen Stan sudah biasa menumpang. Ia akan berdiri di pinggir jalan & menunggu orang bermobil menawarkan tumpangan.
Namun pada 19 Mei 1977, ia menumpang di van yang salah…
(Utas)
Mau ngumpulin Ayah Ibu, Om Tante yg punya rekomendasi buku untuk anak yg kisahnya bagus, gaya berceritanya seru dan ilustrasinya cakep.
Saya mulai duluan ya, silahkan dilanjutkan dengan reply thread ini
REKOMENDASI BUKU ANAK
Disclaimer: utas ini tidak diendorse pihak manapun
Disuruh jagain rumah orang kaya yg isinya mahal2 semua, Rowan Atkinson menyajikan one-man-show comedy dgn kebodohan & kecerobohan karakternya, persis seperti Mr. Bean. Minim dialog tapi bikin gregetan & ngakak selama 9 episode.
I NEED MORE!