Ini fenomena yang menarik untuk dipikirkan dan didiskusikan: Kenapa ya kalau ditegur mengenai tingkah lakunya terhadap perempuan, laki-laki cenderung berfantasi mengenai perempuan mengalami kekerasan, cedera, dan/atau musibah lainnya?
“i became a vtuber for privacy”
“i became a vtuber for accessibility”
yeah well i became a vtuber so i could stream in my pajamas with 7 day unwashed hair and nobody could stop me
we are NOT the same 😭
pernah ketemu penjual ayam unik banget. rambut klimis, pake kacamata, kemeja putih bersih dilipat. pas sepi dia ketiduran dengan tangan masih berdarah-darah, tapi begitu ada pembeli langsung sigap melayani. karena unik jadi aku gambar :>
pernah ketemu penjual ayam unik banget. rambut klimis, pake kacamata, kemeja putih bersih dilipat. pas sepi dia ketiduran dengan tangan masih berdarah-darah, tapi begitu ada pembeli langsung sigap melayani. karena unik jadi aku gambar :>
ADHD as a VTuber is not “haha I got distracted.”
It’s the stuff people don’t see. Starting late. Dropping a plan you were excited about 10 minutes ago. Opening OBS, then suddenly fixing folders, the model, a thumbnail, and realizing you were supposed to be live already. Hyperfocusing on Warframe for hours and then having nothing left for replies, art, or the next stream. Making a schedule so your brain has a track to follow… then your brain yeets the track.
I want to talk about one part that hits hard and a lot of people still treat like a joke:
Rejection Sensitive Dysphoria. RSD.
RSD is when your brain treats rejection, criticism, or even the idea of someone being disappointed like an emergency. Not “aw that sucked.” More like your chest drops, your thoughts start racing, and your whole body goes into “I messed everything up.”
It can come from a quiet chat. A stream with low numbers. Someone not answering. A collab that didn’t happen. One comment that sits in your head for days. To other people it looks small. To an ADHD brain it can feel huge.
As a VTuber that gets ugly fast, because you put your face, voice, art, and time out in public. Then your brain starts writing stories. “They didn’t show up because I suck.” “That one message means everybody’s tired of me.” “If I go live and it’s dead, I should just stop.”
Sometimes nobody even rejected you. Your brain just filled in the silence and called it proof. That’s the trap. Silence feels like a verdict.
What RSD is not: being dramatic on purpose. An excuse to attack chat. A reason to never take feedback.What it is: an emotional spike that can be way bigger than the moment. Shame that hits fast. The urge to disappear, over-explain, or never try again. A lot of us don’t look “sad.” We look busy, quiet, jokey, or gone.
If you watch streamers, this is the part I want people to understand. Low view nights happen. Delayed replies happen. Someone needing space happens. That does not automatically mean the person failed, the community hates them, or they should be ashamed for existing on stream.
If you have RSD, one cold comment can outweigh 20 kind ones. That’s not logic. That’s the wiring. If you’re the viewer: don’t diagnose people in replies. Don’t say “just don’t take it personal.” Don’t pile on when someone is already spiraling. If you want to help, be clear. Be normal. Don’t turn a late start into a referendum on their worth. A “glad you’re here” does more than a paragraph of advice.
If you have this too: you’re not broken for feeling it that loud. You also don’t have to obey the first story your brain writes.
For me the work is simpler schedules, going live even when confidence is at 10%, not turning every quiet night into “I should quit,” and remembering one stream is one stream. Not my whole value.
Still here. Still streaming. Still figuring it out.🦇
awalnya sulit banget, kaya mikir berhari hari buat sesuatu yang kalau untuk orang lain bakal langsung kubeli tanpa pikir panjang. Disitu baru sadar, sepelit ini aku sama diri sendiri.
dulu aku susah banget buat ngeluarin duit untuk diri sendiri, entah kenapa setiap ada uang yg aku inget itu untuk orang lain, atau minimal kucing-kucing aku. Sampai akhirnya aku ketemu orang yang ngasih tau untuk jangan pelit ke diri sendiri. Alhamdulillah sekarang lebih bahagia.
It's okay to spend money for something that you like. Jangan terlalu membatasi diri guys, kalau kalian mau top up go ahead tapi pastiin kalian bisa manage keuangan kalian sendiri. Kalau kata orang jawa jangan terlalu dieman-eman uangnya. Rejeki mah selalu ada kok.
Jika kamu sangat-sangat ingin #MenjadiVtuber dengan kesadaran diri bahwa anggaran sangat-sangat terbatas, satu hal pertama dan utama yang saya sangat rekomendasikan untuk memulai Vtubing adalah
buat/komis Original Character bust-up/half-body (sedada/setengah badan) dengan lisensi Commercial Use.
Kalau bisa bikin sendiri, itu sangat menunjang. Jika pun tidak, carilah ilustrator yang open komis dan budget-nya sesuai dirimu, dan tambahkan lisensi Commercial Use. Biasanya kena tambahan x2 atau x3 harga dasar.
Dengan punya OC, kamu sudah bisa ngonten. Sudah bisa crowdfunding (mengumpulkan dana) pakai platform pihak ketiga tanpa harus 4000 jam dan 1000 subs buat aktivasi adsense, kecuali 1 Februari 2027 nanti jadi 8000 jam.
"PC, gimana Prof?"
Tidak harus, pakailah ponselmu. Saya pun dulu pake HP, rekam edit pake Kinemaster.
"Internet?"
Pakai data biasa aja, ke cafe sambil WiFi buat upload konten bisa.
"Kalau streaming gimana?"
Bisa juga livestreaming di HP, pake PRISM atau aplikasi lainnya. Manfaatkan ponselmu semantap mungkin.
"Tapi jadi nggak kaya' Vtuber lainnya yang streaming di PC?"
2 kata untuk menjawab ini, sadar diri. Sudah sadar anggaran terbatas, justru jadikan goals dalam berkarya sebagai energi untuk menggapainya.
Kreativitas dan dukungan terkadang datang dari keterbatasan.
Buatlah kampanye "support aku untuk rakit PC".
Dengan konten yang menarik dan semangat berkarya, orang-orang cepat atau lambat akan senang melihatmu berkembang dan senantiasa support moril bahkan materil.
Perlahan-lahan upgrade dari 1 ke 2, 2 ke 3, dst.
Jikalau belum ada yang support, jadilah supporter utama untuk dirimu sendiri.
Karena ketika tiada satu pun yang bertepuk tangan untukmu, maka jadilah yang pertama dan utama yang senantiasa bertepuk tangan untukmu.
Nikmatilah perjalananmu dalam berkarya selangkah demi selangkah, lalu perhatikan apa yang terjadi.
Keep creating~