Israel masih menyerang fasilitas kesehatan hingga detik ini. Hampir tiga tahun sejak genosida di Palestina dan jangan lupa, kita ada di Board of Peace.
Kita ikut andil dalam impunitas yang dimiliki Israel.
Cristiano Ronaldo ini adalah korban dari standar yang dia ciptakan sendiri.
Dia mengidentifikasikan dirinya sbg hero. Sosok yang mendefinisikan dirinya lewat penaklukan, kerja keras ekstrem, dan mentalitas nggak mau kalah.
Selama bertahun2, Ronaldo nggak pernah malu2 menyatakan secara verbal bahwa dirinya adalah yg terbaik, No. 1, dan sosok yg tak lelah mengejar kesempurnaan. Artinya Ronaldo telah menandatangani kontrak sosial dgn publik bahwa dia akan menaklukkan semuanya.
Konsekuensinya, publik sepakat dan mengamini standar tinggi itu. Maka, ketika Ronaldo gagal meraih Piala Dunia dan mencoba melunakkan kegagalannya itu dgn berkata Euro sudah cukup dan Euro dimensinya sama dengan Piala Dunia, maka publik merasa bahwa dia melakukan inkonsistensi.
Publik menuntut Ronaldo dengan standar tertinggi karena dia sendiri yang menolak diperlakukan sebagai manusia biasa saat berada di masa jayanya.
Lalu ketika dia mulai bersikap legawa yg dipaksakan saat kalah, publik melihatnya bukan sebagai kebijaksanaan. Tetapi sbg kerapuhan ego seorang pemenang yg sama sekali nggak paham cara utk memproses kekalahan.
Publik akhirnya menghakimi Ronaldo dengan narasi yang dia ciptakan sendiri.
Sepak bola dunia punya hierarki emosional dan sejarah yang sakral. Menyamakan Euro dengan Piala Dunia adalah bentuk penyerangan konyol terhadap mitos sepak bola itu sendiri.
Saat Ronaldo menyebut Euro setara dengan Piala Dunia, maka dia mengecilkan keringat, darah, dan sejarah komunal seluruh benua di luar Eropa demi mencocokkan realitas dunia dengan pencapaian dan ego pribadinya.
Ronaldo akhirnya tak lebih dari seekor rubah dalam fabel Aesop. Rubah itu gagal mencapai dan mengambil anggur di pucuk paling tinggi, lalu pergi sambil berkata, “Ah anggur itu pasti masam."
Fans sepak bola melihat tindakan ini sebagai bentuk kurangnya rasa hormat. Menolak mengakui Piala Dunia sebagai supremasi tertinggi adl tindakan yg tak sportif. Seorang pecundang yang tak mau menerima kekalahan dengan lapang dada.
Selamat tinggal Ronaldo.
Maaf, tdk ada farewell manis untukmu dan egomu.
prabowo ini pingin sekali dikenal sebagai orator ulung, pidato berapi-api yang membakar semangat meneruskan citra soekarno, sampai ke gaya berpakaian dan kacamatanya walau gak sama persis
tapi di satu sisi dia denial dengan programnya yang dia rasa selalu benar tanpa liat aktualnya di lapangan seperti apa, marah ketika dikritik, isi pidatonya hampir sama; masih menyindir lawan politiknya, meluapkan emosi ke bawahan dan rakyatnya, kalimat2nya penuh amarah bahkan terkadang menjadi seperti anak kecil yang gak terima ketika khayalan imajinernya diganggu, gak ada kompromi untuk sekedar masukan untuknya. dia hidup di kepalanya sendiri
gws, indonesia
@Perencanaa87232@fajarnugros Aku gak tau gimana beliau, ini komentar di luar beliau tapi menanggapi pernyataan abang. Kalau ukurannya "baik dan peduli masyarakat" 7 Yayasan Soeharto jg sangat baik ke masyarakat