#VTuberID Collab! Balik lagi di REPO dengan kru yang berbeda!
📅: 13 Juni 2026
⏲️: 19.00 WIB (UTC+7)
Silahkan tunggu di link video bawah ini dan temukan POV teman-teman lain di deskripsi:
https://t.co/r4d2xUHePm
Atau jika di Twitch:
https://t.co/g5Ulb6nmyC
aku cuma berharap tidak ada orang jahat di follower listku yang mikir demo cuma bikin macet, ganggu mobilitas, nyusahin orang. kalo ada yang merasa begitu, boleh pencet unfollow, bub, block, bebas!
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
Bro bro kayaknya trauma banget ya sama mahasiswa 🤣
Segininya banget wkwk
Pantes mentingin program makan dibanding pendidikan
Biar gaada yang ngelawan dia WKWKWK
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
Mini rant - slightly aggressive: but I really don't like when someone just goes to your stream, calls you as if you're friends (with personalized nicknames, some more), only to talk about themselves, which has nothing to do with the stream or is even part of the convo. Then when the convo ends, or if I don't reply, they'll leave.
Hi! My stream is not your diary. I suggest you take it somewhere of your own. In addition, ignoring the current conversation and cutting in to chat about yourself (whether it's a rant or just yap about yourself) and then leaving when it is nothing about you is just inconsiderate and lowkey kind of rude for me.
I get that some people might feel it's a safe space to share, or to chat, but it's just not it. It's not only your safe space to ignore everything else and make it about you, without considering the streamer, the content, or the community.
We're making a safe space for everyone to watch and enjoy, entertained and accompanied, not for you to dump yourself in and make it about you.
Sorry, but today I'm feeling oddly triggered by it.