Apakah pembaca yang baik juga merekomendasikan buku yang dibacanya?
Harusnya iya.
Kadang saya senang buku yg saya rekomendasikan disukai orang lain juga.
Cerita sedikit, ada keinginanku yang sepele, pas kecil aku lahir dgn kaki yg berbeda ukuran jd semenjak lahir aku ga pernah pakai sepasang sepatu, karena kaki kiriku tidak tumbuh, dan baru kesampaian memakai sepasang sepatu krna baru buat kaki palsu baru di umur 24.
Narasumber bukan entitas yang statis. Mereka bisa berubah. Bisa menarik pernyataan. Bisa menyangkal juga. Dan perubahan itu tidak selalu berarti bahwa mereka sejak awal berbohong.
Ada banyak kemungkinan, bisa jadi
mengalami tekanan, mendapat ancaman hukum, mengalami intimidasi fisik atau digital, atau mungkin ada tawaran lain.
Karena itu, dalam jurnalisme atau dalam hal ini film dokumenter, perubahan sikap narasumber tidak otomatis dibaca sebagai bukti bahwa laporan sebelumnya salah, dan Papua baik-baik saja. Tetapi juga tidak boleh diabaikan begitu saja. Justru di situlah pentingnya verifikasi berlapis dan prinsip informed consent.
Narasumber adalah manusia yang berada dalam relasi kuasa. Semoga Mama Yasinta sehat selalu.
funfact tentang kejadian mati listrik di Sumatra :
> ini bukan kali pertama
> Juni 2024 juga kejadian, waktu itu butuh 38 jam untuk pulih 100%
> malam ini kata PLN estimasi pemulihan: 6โ8 jam
> sinyal Telkomsel ikut mati karena tower BTS bergantung listrik PLN
> PLN sampai sekarang belum pernah kasih kompensasi ke pelanggan untuk kasus blackout massal seperti ini
2 tahun lho ya masih kejadian aja mati listrik massal๐ga ada yg mau nuntut kompensasi? wkwkw