Guys, ada satu fakta tentang Kang Dedi Mulyadi yang menurut gue paling mengejutkan dan paling jarang dibicarakan di tengah semua kontroversi kebijakan-kebijakannya.
Gaji resmi Gubernur Jawa Barat: Rp8,1 juta per bulan.
Itu bukan salah ketik.
Delapan juta seratus ribu rupiah.
Gubernur provinsi dengan 50 juta lebih penduduk dengan APBD lebih dari Rp30 triliun gajinya Rp8,1 juta sebulan.
Dan tunjangan-tunjangan yang biasanya jadi tambahan penghasilan pejabat? Dihapus sendiri oleh KDM.
Dan ini yang paling mengejutkan soal operasional gubernur:
Ada anggaran operasional gubernur sebesar Rp21 miliar per tahun. Itu hak KDM untuk makan, untuk keliling, untuk kegiatan.
Tapi dia pakai untuk apa?
Untuk bantu warga yang tidak bisa klaim BPJS.
Untuk ongkos warga Pangandaran yang perlu kemoterapi ke Bandung.
Untuk biaya operasi anak yang bocor jantung di Kuningan yang klaimnya tidak bisa dipenuhi BPJS.
"Saya harus selalu ada uang tunai.
Ada Rp5 juta, Rp10 juta di bendahara tiap hari."
Karena kalau pakai mekanisme APBD harus diajukan dulu, diverifikasi, diproses.
Sementara orangnya bisa keburu meninggal menunggu proses administrasi.
Dan ini tentang pendapatan dari YouTube yang paling bikin penasaran:
KDM punya hampir 9 juta subscriber di YouTube.
Salah satu channel pejabat terbesar bahkan terbesar di Indonesia.
Ditanya berapa penghasilan dari YouTube?
Dia jawab: "Lumayan. Kalau tambah istri empat bisa."
Tidak mau menyebut angka pastinya.
Tapi dia dengan santai bilang pendapatan dari YouTube itu bisa membantu mengurangi beban pengeluaran pribadinya untuk rakyat Jabar.
Dan yang menarik:
dia tidak pernah niat jadi konten kreator.
Awalnya tidak tahu YouTube itu apa.
Stafnya yang usul setelah dia berhenti jadi Bupati Purwakarta dokumentasi kesehariannya diupload 30 menit per hari besoknya subscriber naik 2.000.
"Bikin aja terus," kata KDM ke stafnya waktu itu.
Dan ini soal efisiensi anggaran yang paling ekstrem:
Dana transfer daerah Jawa Barat turun Rp2,458 triliun akibat efisiensi nasional.
Tapi KDM tidak mengurangi anggaran pembangunan. Justru dia:
Memotong biaya perjalanan dinas 75%.
Memotong biaya listrik kantor 50%.
Memotong biaya alat tulis kantor.
Menghapus makan minum tamu dan rapat cukup air putih.
Mulai tahun depan tidak ada konsumsi di rapat manapun.
"Pelit untuk rakyat? Enggak apa-apa."
Dan ini soal kekayaan yang dia laporkan di LHKPN:
Total kekayaan lebih dari Rp12 miliar.
Separuh lebih berupa tanah di Subang dan Purwakarta.
Tidak ada warisan semuanya beli sendiri.
Isinya: sawah, kebun, ternak sapi, domba, kambing, ikan. Termasuk tempat yang gue kunjungi di Subang sekitar 3 sampai 4 hektar di kampung yang setiap akhir pekan dikunjungi 30.000 orang.
Dan dari 30.000 orang itu masyarakat sekitar yang jualan bakso, sate, kopi, rujak, kerupuk, kaos, golok, ikat kepala semua dapat penghasilan. Tanpa bayar sewa ke KDM.
Dan ini yang paling bikin gue kagum soal komunikasi dan media:
Di era pejabat yang keluar duit puluhan miliar untuk konsultan komunikasi dan influencer KDM tidak keluar satu rupiah pun untuk itu.
"Dinas-dinas di seluruh Jabar malah ngirim konten ke saya. Karena kalau ada KDM-nya yang nonton pasti banyak."
Bank BJB dulu belanja iklan Rp60 miliar tapi tidak rame.
Sekarang KDM cerita tentang Bank BJB di channel-nya gratis dan justru nabungnya naik.
Ini yang dia sebut sebagai mengefisienkan belanja negara. Dengan punya media sendiri tidak ada lagi anggaran promosi, tidak ada lagi kontrak influencer, tidak ada lagi konsultan komunikasi.
Gaji resmi Rp8,1 juta.
Tunjangan dihapus sendiri. Operasional Rp21 miliar dipakai bantu warga yang sekarat menunggu proses administrasi.
Anggaran dinas dipotong gila-gilaan agar anggaran pembangunan tidak berkurang.
Dan pendapatan YouTube yang tidak mau disebutkan dipakai menambal kebutuhan yang tidak bisa dicover APBD.
Apakah semua ini sempurna?
Tidak. Ada banyak kontroversi.
Ada kebijakan yang diperdebatkan.
Ada yang tidak setuju caranya.
Tapi soal bagaimana seorang gubernur mengelola gajinya dan memilih untuk hidup seperti ini itu adalah cerita yang jarang banget ada di Indonesia.
Dugaan praktik pr0st1tus1 anak di kawasan Lokasari kembali jadi sorotan setelah beredar video yang diunggah seorang pria asal Jepang di YouTube.
Dalam video tersebut, terdengar sejumlah orang diduga muc1k4r1 menawarkan gadis di bawah umur dengan menyebut kata seperti “seventeen” hingga “perawan.”
Narasi yang beredar menyebut praktik tersebut sudah berlangsung terorganisir dan memanfaatkan gadis-gadis muda untuk eksploitasi s3ksu4l.
Adanya penawaran anak berusia 15 tahun pun memicu kemarahan publik dan desakan agar aparat segera melakukan investigasi serta penindakan serius terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Dalam video yang diunggah ke YouTube oleh seorang pria Jepang pada April 2026, terlihat para mucikari di Lokasari berulang kali meneriakkan kata “Seventeen” dan “Perawan” untuk mempromosikan prostitusi anak. Bukti nyata bahwa praktik prostitusi anak merajalela di Lokasari.
Praktik prostitusi anak di kawasan Lokasari sudah sangat meresahkan dan terorganisir. Saya telah mengidentifikasi lokasi gedung yang dijadikan tempat eksploitasi gadis-gadis muda. Mohon bantu sebarkan ini agar pihak berwenang segera melakukan investigasi dan tindakan hukum.
Guys, DPR baru saja mengusulkan sesuatu yang menurut gue paling sempurna menggambarkan betapa jauhnya jarak antara para wakil rakyat dengan kenyataan rakyat yang mereka wakili.
Di tengah rupiah Rp17.700.
Di tengah badai PHK yang mengintai.
Di tengah guru honorer yang digaji Rp1,5 juta per bulan.
Di tengah anggaran pendidikan
yang dipotong 44% untuk MBG.
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra mengusulkan:
Alokasi APBN 2027 untuk membangun 1.000 layar bioskop di desa.
Gue perlu berhenti sejenak dan baca ulang itu:
Seribu Layar Bioskop Di desa.
Dari APBN.
Dari uang pajak rakyat.
Di 2027.
Dan ini yang paling menggelikan:
Alasannya mulia.
Untuk mendukung rumah produksi kecil di daerah.
Untuk menampilkan potensi dan budaya lokal.
Untuk memberi akses sinema kepada rakyat desa.
Tapi ada satu pertanyaan yang tidak pernah dijawab dalam rapat itu:
Rakyat desa yang gajinya di bawah UMR dengan harga bahan pokok yang terus naik mau beli tiket bioskop pakai uang apa?
Dan ini datanya yang harus dihadapkan langsung:
88% kepala rumah tangga Indonesia tidak punya pendidikan S1.
IQ rata-rata Indonesia 78,9 hampir juru kunci dunia.
Skor PISA Indonesia peringkat 69 dari 81 negara.
50% pegawai Indonesia pernah mengalami stunting waktu kecil yang artinya perkembangan otak mereka terganggu sejak masa paling kritis.
Guru honorer yang seharusnya menjadi satu-satunya harapan untuk memutus rantai kebodohan struktural ini — digaji Rp1,5-2,8 juta per bulan.
Di bawah UMP. Di bawah standar hidup layak.
Dan anggaran pendidikan yang seharusnya mengurus semua ini dipotong 44% untuk program makan siang.
Tapi DPR punya solusi:
Bukan 1.000 sekolah baru di daerah terpencil yang belum punya akses pendidikan layak.
Bukan rekrut 100.000 guru berkualitas dengan gaji Rp40 juta per bulan yang total biayanya hanya Rp50 triliun atau 7% dari anggaran pendidikan yang ada.
Bukan perpustakaan desa.
Bukan laboratorium sains.
Bukan akses internet untuk sekolah-sekolah yang masih mengajar dengan papan tulis kapur.
Tapi bioskop.
Dan ini logika yang paling sederhana:
Dr. Tirta sudah bilang:
rakyat yang pintar adalah ancaman bagi penguasa yang tidak kompeten.
Karena rakyat yang pintar akan mempertanyakan kebijakan yang tidak ada gunanya.
Ahok sudah bilang:
kebodohan struktural bukan kebetulan. Ini by design. Tidak ada pemerintah otoriter yang ingin punya warga yang benar-benar cerdas.
Mahfud MD sudah bilang:
demokrasi tidak akan berhasil sebelum pendapatan per kapita mencapai 5.500 dolar.
Rakyat yang masih miskin dan tidak berpendidikan pasti menjual suaranya.
Dan sekarang alih-alih memperbaiki pendidikan yang bisa mengubah semua itu DPR mengusulkan membangun bioskop.
Rakyat yang tidak pintar tapi punya bioskop jauh lebih mudah dihibur.
Jauh lebih mudah dialihkan perhatiannya.
Jauh lebih mudah diberi sesuatu yang kelihatan seperti pemberian tanpa benar-benar mengubah kondisinya.
Dan ini yang paling menohok:
Orang desa yang gajinya Rp2-3 juta per bulan yang harga kedelai dan telurnya sudah naik karena rupiah melemah yang anaknya sekolah dengan guru yang mau resign karena gajinya tidak cukup untuk makan
Tidak butuh bioskop.
Mereka butuh guru yang digaji layak supaya anaknya tidak tumbuh dengan IQ 78.
Mereka butuh sekolah yang layak supaya anaknya bisa bersaing.
Mereka butuh sistem pendidikan yang mengajarkan berpikir kritis bukan menghafal untuk ujian.
Karena bioskop tidak mengubah nasib.
Bioskop hanya menghibur orang yang nasibnya tidak berubah.
Dan angkanya bicara sendiri:
1.000 layar bioskop dengan asumsi biaya pembangunan, peralatan, dan operasional bisa menghabiskan ratusan miliar bahkan triliunan rupiah dari APBN.
Uang yang sama bisa dipakai untuk:
menggaji 25.000 guru berkualitas selama satu tahun penuh. Atau membangun ratusan perpustakaan desa dengan koleksi buku yang memadai.
Atau memberikan beasiswa bagi ribuan anak desa yang putus sekolah karena tidak mampu.
Tapi yang diusulkan adalah bioskop.
DPR bukan Dewan Perwakilan Rakyat.
DPR adalah Dewan Penghibur Rakyat.
Rakyat tidak dirancang untuk pintar karena rakyat yang pintar tidak bisa dihibur dengan bioskop.
Rakyat yang pintar akan tanya:
kenapa anggaran pendidikan dipotong tapi ada uang untuk bioskop desa?
Kenapa guru digaji Rp1,5 juta tapi ada dana untuk layar sinema?
Kenapa stunting masih 21% tapi kita bahas distribusi film nasional?
Dan pertanyaan-pertanyaan itu jauh lebih berbahaya bagi mereka yang duduk di kursi DPR daripada rakyat yang diam di depan layar bioskop desa sambil lupa bahwa hidupnya tidak berubah.
There is a parade of Japanese child sex abusers being exposed in Indonesia, they're there to rape children.
It makes the recent defense cooperation and the general favorable attitude of Japanese in Indonesia all the more pathetic.
In Lokasari, Jakarta, Indonesia, pimps are arranging illegal child prostitution for Japanese customers. Customers can choose girls from photos sent via WhatsApp, and the pimps will then escort the girls to their hotel rooms. Hotel security then collects IDR 20,000 from the girls.
🔴 INFO PENTING : Masih terkait kasus prostitusi anak di 🇮🇩.
Pelaku (warga 🇯🇵) mengancam para germo / mucikari untuk memastikan korban masih dibawah umur. Dia sampai meminta kartu pelajar. Setelah dapat, mereka ekspose di medsos.
📍 Lokasari, Jakarta
Korban pelajar SMP usia 14 th dari
📍Luwu, Sulawesi.
💢 Mungkin ini bukanlah yang pertama, jaringan prostitusi anak ini sudah lama berjalan. Pelanggannya pun beragam.
Sebarkan info ini segera, agar mendapat ATENSI SERIUS PEMERINTAH 🇮🇩
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Gilaaa... ini kelanjutan yang kemarin.
Ada cowok Jepang pedofil sering ke Jakarta nyariin anak kecil untuk seks sambil direkam 🤮😭
Dia ceritain di postingan X-nya kalau 15 Agustus 2025 lalu dia digrebek polisi Indonesia di kamar hotelnya. Bukannya ditangkap malah dilepas (disogok??). Polisi malah bilang “good” sambil ketawa waktu lihat video2nya dia, trus nanya “cewe Jepang harganya berapa?” 🤬
Tiap bulan dia balik lagi ke sini. Dia ngerasa sedang ngasi sedekah/sumbangan ke anak2 miskin Indonesia dengan bayar prostitusi anak ini 🤬
Dia ga sendirian, banyak banget sekarang pedofil Jepang yang dateng ke sini tiap bulan. Mereka ngerasa aman, kayak lagi di jajahan sendiri. Mereka dengan bangga & terbuka pamer video creampie (ejakulasi di dalam) ke anak2 perempuan kita 😭🤬
Haloooo @DivHumas_Polri@ditjen_imigrasi@KPAI_official@kpp_pa , ambil tindakan serius dong!!
Baca utas kakaknya ini:
Udah pada liat kasus di Final Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 ini belum?
Intinya ada peserta yang udah menjawab pertanyaan dengan benar, namun oleh juri dianggap salah. Pertanyaan kemudian dilempar ke tim lain. Tim lain jawab dengan jawaban yang sama dan dianggap benar.
Peserta yang sebelumnya menjawab protes (dengan cara yang cukup elegan) tapi tidak digubris oleh Juri. Bahkan malah disalahkan oldh juri lain.
Gimana menurut kalian?
Guys, Prabowo baru saja melantik enam pejabat baru. Dan gue mau bedah satu per satu siapa mereka, dari mana latar belakangnya, dan apakah penempatannya masuk akal.
1. Mohammad Jumhur Hidayat — Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH
Latar belakang Jumhur adalah aktivis buruh dan tokoh politik. Dia dikenal sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia dan pernah aktif di lingkaran oposisi era Jokowi. Belakangan merapat ke kubu Prabowo.
Kompetensi di bidang lingkungan hidup? Ini yang perlu dipertanyakan. Jumhur tidak punya track record substansial di isu lingkungan, konservasi, atau pengelolaan sumber daya alam.
Menteri Lingkungan Hidup adalah posisi yang sangat teknis dan sangat kritis terutama saat Indonesia menghadapi tekanan internasional soal deforestasi, target net zero emission, dan negosiasi carbon credit. Ini bukan posisi yang bisa diisi hanya berdasarkan loyalitas politik.
Dan ini terjadi tepat di saat TPL baru saja dicabut izin hutannya yang artinya isu lingkungan hidup sedang sangat panas.
2. Hanif Faisol Nurofiq — Wakil Menko Pangan
Hanif adalah birokrat dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia pernah menjabat Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan.
Dari sisi kompetensi teknis ini salah satu penempatan yang paling masuk akal dari enam nama ini. Background di kehutanan dan planologi relevan dengan isu pangan terutama terkait lahan pertanian, konversi lahan, dan kebijakan agraria yang bersinggungan dengan ketahanan pangan.
Tapi pertanyaannya: kenapa dia dipindah dari lingkungan hidup ke pangan sementara Jumhur yang tidak punya background lingkungan justru masuk ke kementerian yang Hanif tinggalkan?
3. Dudung Abdurachman — Kepala Staf Kepresidenan
Dudung adalah mantan Kepala Staf Angkatan Darat jenderal bintang empat. Pensiunan militer. Tokoh yang dikenal vokal dan tidak jarang kontroversial semasa aktif.
Ini adalah pola yang sudah gue dan banyak pengamat soroti sebelumnya: militer aktif atau pensiunan terus mengisi posisi-posisi sipil strategis.
Kepala Staf Kepresidenan adalah posisi yang secara historis diisi oleh tokoh sipil politisi senior, teknokrat, atau akademisi yang memahami dinamika pemerintahan sipil dan komunikasi publik.
Menempatkan mantan KSAD di posisi ini memberikan sinyal yang tidak kecil: bahwa lingkaran kepresidenan semakin didominasi latar belakang militer. Dan itu adalah sinyal yang sangat diperhatikan oleh pengamat demokrasi — baik di dalam maupun luar negeri.
4. Muhammad Qodari — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah
Qodari adalah pendiri dan Direktur Eksekutif IndEX Research lembaga survei politik. Dia dikenal sebagai analis politik dan konsultan komunikasi politik yang sudah lama berkecimpung di dunia survei dan strategi elektoral.
Yang menarik dan kontroversial adalah Qodari adalah salah satu orang pertama yang secara publik mendorong wacana Prabowo-Gibran sebagai pasangan di Pilpres 2024. Bahkan sebelum banyak pihak lain berani bicara soal itu.
Dari sisi kompetensi komunikasi dia punya pengalaman. Tapi ada pertanyaan tentang independensi dan konflik kepentingan: apakah seorang yang sangat terlibat dalam elektoral politik sebuah kandidat bisa menjalankan fungsi komunikasi pemerintah yang seharusnya melayani kepentingan publik bukan kepentingan politik partisan?
5. Hasan Nasbi — Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi
Hasan Nasbi sebelumnya menjabat Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan. Sekarang digeser ke posisi Penasihat Khusus.
Gue sudah membahas Hasan Nasbi sebelumnya dalam konteks Teddy Indra Wijaya di mana Hasan Nasbi memberikan penjelasan yang tidak akurat soal posisi Seskab dan UU TNI. Selamat Ginting menyebutnya sebagai bukti bahwa "komunikasi publik pemerintah itu buruk di era Prabowo karena orang-orang di sini enggak ngerti tentang komunikasi publik."
Menggesernya dari Kepala Kantor Komunikasi ke Penasihat Khusus apakah ini promosi, degradasi, atau sekadar rotasi untuk memberi tempat bagi Qodari? Tidak jelas.
Yang jelas: kalau kinerjanya di posisi sebelumnya sudah mendapat kritik tajam menempatkannya sebagai penasihat dengan pengaruh yang mungkin lebih tidak terlihat tapi tetap ada bukan solusi yang menyelesaikan masalah.
6. Abdul Kadir Kading — Kepala Badan Karantina Indonesia
Kading adalah politisi Partai Kebangkitan Bangsa. Mantan anggota DPR. Tidak ada rekam jejak yang signifikan di bidang karantina, biosafety, atau pengelolaan perbatasan dari sisi fitopatologi dan kesehatan hewan.
Badan Karantina Indonesia adalah lembaga teknis yang sangat penting terutama dalam konteks:
Mencegah masuknya hama dan penyakit tanaman yang bisa menghancurkan pertanian. Mengawasi perdagangan hewan dan produk hewan di perbatasan. Menjadi garda terdepan melindungi ketahanan pangan dari ancaman biologis.
Ini bukan posisi yang bisa diisi hanya berdasarkan latar belakang legislatif. Ini butuh orang yang benar-benar paham karantina, biosafety, dan regulasi perdagangan internasional terkait produk pertanian.
Menempatkan politisi PKB di sini sangat sulit untuk tidak membacanya sebagai bagi-bagi posisi koalisi daripada penempatan berbasis kompetensi.
Pola dari enam penempatan ini:
Satu — militer terus masuk ke ruang sipil. Dudung sebagai Kepala Staf Kepresidenan adalah konfirmasi terbaru dari tren yang sudah sering dikritisi.
Dua — balas jasa politik masih kental. Qodari yang mendorong wacana Prabowo-Gibran sejak awal sekarang dapat posisi. Kading dari PKB koalisi dapat posisi. Jumhur yang merapat ke Prabowo dapat posisi.
Tiga — kompetensi teknis tidak selalu jadi pertimbangan utama. Menteri Lingkungan Hidup tanpa background lingkungan. Kepala Karantina tanpa background karantina.
Empat — komunikasi kepresidenan tetap jadi fokus besar. Dua dari enam posisi Qodari dan Hasan Nasbi berkaitan dengan komunikasi. Ini menunjukkan pemerintah sadar bahwa narasi publiknya bermasalah. Tapi apakah mengisi posisi komunikasi dengan orang-orang berlatar belakang konsultan elektoral adalah solusi yang tepat — itu pertanyaan yang sangat valid.
Dari enam pejabat yang dilantik hari ini yang paling bisa dipertanggungjawabkan secara kompetensi adalah Hanif Faisol Nurofiq. Yang paling kontroversial secara tata negara adalah Dudung Abdurachman. Yang paling jelas sebagai balas jasa politik adalah Kading dan Qodari. Dan yang paling mengkhawatirkan dari sisi mismatch kompetensi adalah Jumhur di lingkungan hidup.
Seperti yang sudah gue bahas sebelumnya mengutip data Feri Amsari: 65% menteri di kabinet Prabowo tidak matching antara latar belakang pendidikan dan jabatan yang mereka pegang.
Pelantikan hari ini tidak memberikan tanda bahwa tren itu sedang diperbaiki.
Saya iseng meminta Grok untuk memberikan diagnosa dari foto rontgen yg sudah saya crop(gambar kiri) ini dengan perintah:
"Berikan diagnosis dari foto thorax ini. Pasien usia 29 tahun, merokok sudah 13 tahun. Datang ke IGD dengan keluhan sakit dan sesak"
@grok semakin hari semakin canggih!
Kalian bisa bandingkan sengan diagnosa dari dr. Gia dan dr. Tirta (gambar kanan), apakah ada perbedaan?
Berikut hasil diagnosa oleh Grok:
**Diagnosis:** Pneumothorax spontan primer (PSP) pada paru kanan.
**Penjelasan singkat berdasarkan foto thorax Chest AP yang diberikan:**
Foto menunjukkan **tanda klasik pneumothorax** di sisi kanan (pasien’s right — sesuai label “R” di kanan gambar):
- Ada **garis pleural visceral** yang tipis dan tegas (visceral pleural line).
- Di luar garis tersebut (perifer lateral kanan) terlihat area **hiperlusen** (sangat hitam) tanpa pola vaskular paru maupun markings paru.
- Paru kanan tampak kolaps sebagian (lung collapse).
Tidak terlihat infiltrat, efusi pleura, atau pembesaran jantung. Mediastinum masih tengah (belum ada tanda tension pneumothorax).
**Kesesuaian dengan klinis pasien:**
- Usia 29 tahun + merokok 13 tahun → risiko tinggi PSP (ruptur bleb/bulla subpleural).
- Keluhan mendadak **sakit dada + sesak napas** di IGD → sangat khas untuk pneumothorax spontan.
- Tidak ada riwayat trauma (bukan sekunder).
**Rekomendasi penanganan segera (di IGD):**
- Oksigen suplementasi tinggi.
- Observasi saturasi & tanda vital.
- Jika pneumothorax > 2 cm atau ada gejala sesak berat → **chest tube** (intercostal drain).
- Konfirmasi dengan dokter radiologi/pulmonologi untuk ukuran & keputusan selanjutnya.
Foto thorax ini **bukan normal** dan langsung menjelaskan keluhan pasien. Segera tindak lanjut sesuai protokol IGD.
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
SUMPAH JANGAN SAMPE NYESEL USIA 35 BARU TAU INI 😭😭😭
1.Sering lemes → B12 / B Complex
2.Mudah sakit → Vitamin C
3.Tulang mulai ngilu → Calcium + D3
4.Susah tidur → Magnesium
5.Kulit kering → Vitamin E
6.Jerawatan → Zinc
7.Mata capek → Vitamin A
8.Pusing karena kurang darah → Zat Besi
9.Rambut rontok → B Complex / Zinc
10.Badan gampang capek → B Complex