@dicky_tinton@Jelli_cent Dulu problemnya kalo petani beras, biasanya ada import pas panen raya. Akhirnya stok over.
Kalo telur nih biasanya ada yang berani mai harga, entah motif cuci gudang atau gimana dan skalanya besar, bukan skala kecil.
Nah. akhirnya rusak harga pasar.
Jgn salah, ---->>
@MahfudAli167150@KangManto123 Tumbuh karena menurunkan DESIL.
Jadi yg tadinya katagori miskin karena desil 1-6.
Sekarang desil 1-4..
Coba kalo DESILnya 1-2 aja yg katagori miskin, bakal 10% naiknya.
@dicky_tinton@Jelli_cent Harga mahal bukan berarti untung besar om bagi petani.
Karena biasanya mereka jual secara borongan ke tengkulak.
Saat harga stabil, tengkulak membeli barang dari petani sudah dibawah standar harga pasar. Nah problemnya jika harga pasar anjlok, mk jeblok hrga tengkulak ke petani.
@RstmBcl Didaerah saya buat pengunjung RS. parkir mau 1 hari atau satu jam cuma 2 rbu. kalo 1 hri 1 malm 5 rb.
Tapi kalo parkir paket 4 hr, cuma 10rb buat keluarga yg lagi Ranap,
Dan rumah sakit milik @muhammadiyah
@ardynshufi Terjadilah hukum rimba, siapa yang modalnya kuat dia yang bertahan.
Nggak heran jika usaha yang awalnya punya prospek bagus, iba-tiba banyak ikut-ikutan, dan endingnya pada tutup.
@ardynshufi Jadi mereka-mereka tuh jualan dengan cara menjaga ekosistem, saling terikat. Gak saling membunuh.
Kalo org kita terlalu stuck dgn istilah " usahanya sama tapi rejekinya beda, karena rejeki ada yang ngatur" maka terjadilah over populasi 1 bidang usaha, imbasnya jadi inflasi. --