ak beli jedai di bapak penjual aksesoris keliling (dulunya mangkal di depan jalan pete raya klo sore ke malem), skrg beliau keliling td ku liat jln kaki dr kalimasada, ketemu lg di dket pertigaan patemon, kl kalian ketemu bs dibeli ya, jualannya macem2 deh cakep tuk rambut -ness
Eh sorry sahur2 politik. Tapi statement "menghancurkan moral" ini bener banget dan bukan cuma soal moral baby nepo. Moral pendukungnya bener2 rusak sampe bingung orang2 ini pernah dididik ga sih. Pemikiran yang salah dibenarkan dan dibela habis2an. Logikanya udah jungkir balik
Detik-detik Poster yang Dibawa Makemak di Pasar Dirampas Secara Kasar di Depan Jokowi
Labuhanbatu, Sumut 15 Maret 2024
Poster itu hanya menyuarakan harapan masarakat sekitar pabrik PMKS yang terganggu oleh asap tebal pabrik yang menyebar ke sekolah dan pemukiman warga
Minggu-minggu gini ngisi waktu luang ngapain aja nich? 😙
Topan mau spill dikit isi majalah tempo hari ini soal Hak Angket, udah ada yg baca? 😬
Kira-kira disini pada setuju ga dengan adanya hak angket? ✋🏻 yang setuju RT, yg ga setuju like!
Tegas, Ganjar Tidak Akan Masuk Kabinet Pemerintahan Mendatang
Ketika Ganjar ditanya apakah ada kemungkinan dia akan bergabung ke kabinet pemerintahan selanjutnya, mau gak gabung ke kabinet jika ditawarin.
Siap gak masuk ke kabinet. Ganjar dengan tegas menyatakan dia tidak akan masuk kabinet meski siapapun pemenangnya.
Alasannya apa? Ganjar bilang dia mau menghormati mereka yang menang. Dia mau memberikan keleluasaan kepada pemenang dan timnya, dan itu lebih memberikan hormat.
Saya paham maksud Ganjar, dengan tidak masuk ke kabinet, dia menghormati pemenang. Dia tidak mau merengek, memelas, mengemis jabatan apalagi sampai ngambek dan bekin rusuh untuk mendapatkan deal-deal politik.
Kalian pasti tahu, kadang ada politisi yang suka show off power dan mendesak yang menang dengan cara-cara frontal yang memancing keributan. Ganjar tidak mau seperti itu.
Kemudian Ganjar ditanya lagi, jika ajakan masuk ke kabinet adalah bentuk rekonsiliasi demi kedamaian, apakah menolak juga?
Ganjar jawab begini. Jangan diartikan, tidak berada dalam pemerintahan, maka tidak akan damai. Ganjar malah khawatir jika nanti semuanya berada di dalam pemerintahan. Pasti semuanya akan bercerita jika ini semuanya ialah mbahnya oligarki. Dia mau mengajarkan kepada publik, jika menjadi capres dan cawapres itu bukan untuk mencari pekerjaan tapi lebih kepada amanah yang bebannya jauh lebih besar.
Sebelum itu, saya sempat berpikiran sempit kalau bicara soal oposisi. Dulu saya berpikir, oposisi itu cuma duri dalam daging. Oposisi itu kalau bukan tukang bikin ribut, ya cari panggung, cari muka ke publik biar kelihatan keren. Oposisi itu kayak anak kecil yang kalau keinginannya gak terpenuhi, mereka rewel, nangis sambil guling-guling di lantai.
Tapi sekarang, saya baru sadar, oposisi itu tugasnya mencari kejanggalan dalam kebijakan dan anggaran lalu dikritik. Sama lah kayak kita mengkritik MK yang meloloskan Gibran, mengkritik soal presiden yang cawe-cawe di luar batas, kritik terhadap kinerja KPU dan Bawaslu, kritik terhadap pengerahan perangkat negara untuk mendukung Prabowo-Gibran, dll.
Begitu juga soal anggaran, kalau tidak ada oposisi sama sekali, yakinlah semua proyek bakalan gol dan mulus. Meskipun anggarannya mencurigakan, tetap bakal lolos karena semua koalisi ikut setuju. Ini bahaya. Apalagi di pemerintahan selanjutnya, banyak yang harus dipantau ketat. Salah satunya anggaran makan siang gratis yang katanya butuh Rp 450 triliun setahun. Kalau tidak diawasi, wah, bisa kenyang tuh yang embat anggaran. Kalau tidak ada oposisi yang jadi penyeimbang, pelaksanaannya bisa ugal-ugalan.
Makanya saya jadi paham kenapa Ganjar tidak mau ikut masuk ke kabinet seandainya ditawari. Selain alasan yang saya jelaskan tadi, ini juga menunjukkan sikap Ganjar yang tidak merengek dan minta diajak masuk.
Perkataan Ganjar ini bisa diartikan sebagai tanda oposisi.
Tapi ada yang nyinyir. Mereka bilang begini. Halaah, Ganjar sok jual mahal. Sok-sok nolak duluan padahal gak ada yang mau tawarin masuk ke kabinet. Ini adalah ilmu tolak malu. Gak ada harganya tapi sok jual mahal.
Asli deh, kadang mereka itu kayak orang aneh. Ganjar kalau misalnya masuk ke kabinet, nanti dibilang rakus dan plin-plan. Ganjar pasti dituduh mengkhianati relawannya dengan bergabung ke Prabowo. Ganjar menolak keras, dibilang jual mahal.
Padahal mereka itu harusnya senang Ganjar tidak mau masuk. Lagian, Ganjar ditanyai soal kemungkinan diajak masuk ke kabinet. Ya dia jawab gak mau. Jawabannya jelas, gak bertele-tele dan menimbulkan tanda tanya besar. Gak ya gak. Masa mau jawab gak tahu, lalu joget gemoy. Gak mungkin juga dia jawab kayak Gibran, jawabnya RAHASIA lalu kabur.
Ganjar menolak jabatan itu karena harga diri dan menghargai relawan yang sudah berjuang mati-matian, maksudnya jabatan itu silahkan untuk yang menang. Yang kalah gak usah bikin rusuh dan menekan untuk diajak masuk.