Hesti Purwadinata melalui Threads nya:
"Kalau anggaran MBG dialihkan sebagian untuk kesejahteraan guru dan pemberdayaan kantin sekolah, bahkan bisa juga untuk perbaikan fasilitas sekolah, rasanya program makan gratis tetap bisa berjalan sambil sektor lain ikut terbantu.
MORE than three million pages from the Epstein files are now public
Cannibalism, Rape, Murder, Pedophilia,
Not a single arrest, Not a single investigation
Z.E.R.O
Oalah.. ternyata harga untuk mengkhianati Palestina cuma senilai diskon receh 2,5%?
Rela gabung Board of Peace, buang prinsip UUD 45, eh dapatnya cuma potongan tarif kelas makelar.
“negara lainnya dikenakan tarif lebih tinggi, yakni 12,5 persen.”
Wajib baca jika mau selamat....✋️✋️✋️
TIPS SELAMAT DARI KRISIS 2026 2030:
SURVIVAL MODE ON!
1. Stop kredit dulu, jangan nambah cicilan atau utang baru. Beresin yang ada aja.
2. Fokus yang ada, jangan nafsu besarin bisnis dulu. Fokus rawat yang sudah jalan biar tetap stabil.
3. Amankan kerjaan, tahan diri buat resign. Di masa krisis, punya gaji tetap itu kemewahan.
4. Hemat pangkal selamat, potong pengeluaran yang nggak penting. Self-reward boleh, tapi secukupnya.
5. Hati-hati investasi, jangan gampang tergiur bisnis baru atau MLM yang janjinya muluk-muluk.
Dunia kegelisahan
FYI, dulu Setya Novanto menerima suap E-KTP Rp96M. Heboh banget se Indoneska.
Ini si Dadan Rp1M/hari. Udah berlangsung selama 1,5 tahun. Udah Rp500M lebih anjirrr. MBG nya pun masih jalan.
Stresssssss
Israel yesterday kidnapped four women. Two are footballers in the Palestinian National Team.
Their names are: Natali Abu Dia and Rand Halwani.
Is it normal to kidnap footballers, @FIFAcom? Where are sports media organisations? This story should be the headline everywhere.
Total Korupsi yang Terungkap:
* Suap di Imigrasi: Rp145,5 miliar
*Setoran Yayasan SPPG ke eks Ketua BGN: Rp1 miliar per hari → Total Rp513 miliar
* Belum lagi korupsi pengadaan barang yang diperkirakan mencapai Rp1 triliun jika di total sama setoran SPPG
Negara ini sudah terlalu sakit
Pejabatnya korup, pemimpinnya halu, rakyatnya kecanduan pencitraan.
Sepertinya bangsa yang besar ini memang sudah tidak terselamatkan lagi.
Kalau rupiah benar-benar tembus Rp20.000 per dolar, ada satu kelompok yang bisa sangat tertekan.
Bukan orang miskin.
Bukan juga orang kaya.
Tapi kelas menengah.
Kelompok yang "terlalu kaya" untuk dibantu tapi "belum cukup kaya" untuk terlindungi.
Mereka terlihat baik-baik saja dari luar.
Padahal sedang menopang semua bebannya sendiri.
Cicilan rumah, sekolah anak, orangtua yang mulai menua, dan standar hidup yang harus terus dipertahankan.
Masalahnya, selama bertahun-tahun banyak yang mengira mereka sedang membangun kekayaan.
Padahal yang dibangun baru kehidupan yang lebih mahal.
Penghasilan naik, tapi cicilan ikut naik.
Penghasilan naik, tapi kebutuhan ikut naik.
Penghasilan naik tapi rasa aman tidak ikut naik
Itulah mengapa banyak keluarga merasa:
“Gaji saya jauh lebih besar dibanding beberapa tahun lalu, tapi kenapa hidup terasa lebih berat?”
Kalau dolar benar-benar menuju Rp. 20.000, yang perlu dikhawatirkan bukan cuma kursnya, tapi kenyataan bahwa banyak keluarga akan baru sadar:
selama ini mereka hidup nyaman bukan karena keuangannya yg kuat, melainkan karena kondisi ekonomi masih cukup baik untuk menopangnya.
dan ketika kondisi itu berubah…
yang bertahan bukan siapa yang bergaji besar tapi siapa yang punya bantalan finansial.
MENGAPA HANYA INDONESIA YANG HANCUR?
Sementara mata uang tetangga berhasil memanfaatkan fundamental ekonomi untuk menahan gejolak global, Rupiah justru anjlok dua digit (-10,84%).
Alasan "Tekanan Global" tidak lagi relevan.
INI SALAH URUS !!!