Priono, J., & Setiawan, E. B. (2017). Implementasi geofencing dalam monitoring rute pengiriman kendaraan di sebuah perusahaan ekspedisi. Ultimatics: Jurnal Teknik Informatika, 9(2), 106-113
Perangkat lunak untuk tau koordinat geografis yang bisa tau posisi target dan juga untuk membuat suatu batasan daerah tertentu?ini dia GEOFENCING, yuk cari tau!
[A THREAD]
Reference:
https://t.co/7jcQFKuNG5 (diakses 6 Juni 2026)
Shevchenko, Y., & Reips, U. D. (2024). Geofencing in location-based behavioral research: Methodology, challenges, and implementation. Behavior Research Methods, 56(7), 6411-6439.
Priono, J., & Setiawan, E. B. (2017).
Kelemahan GeoFencing ini apa sih? Radius yang terlalu kecil dapat meningkatkan jumlah kegagalan dan mengurangi akurasi GeoFencing,GeoFencing memerlukan lokasi yang presisi dan bahwa pengguna memberikan izin selalu untuk mengakses lokasi, GeoFencing harus menggunakan internet
Notifikasi dan Aksi: Begitu perangkat melewati batas zona, aplikasi dapat mengirimkan pemberitahuan (notifikasi) kepada pengguna atau melakukan tindakan otomatis, seperti mengubah status perangkat atau mengirim data ke sistem lainnya.
Penentuan Batas Geografis: Pengguna atau sistem membuat sebuah zona virtual, yang disebut geofence, berdasarkan koordinat GPS.
Pelacakan Lokasi dengan GPS: Perangkat yang dipasang dengan aplikasi GeoFencing akan secara kontinu memantau koordinat GPS-nya.
Bagaimana GeoFencing bekerja? Pada dasarnya, GeoFencing melibatkan tiga komponen utama: GPS, perangkat pengguna, dan aplikasi yang mengelola data lokasi.
Terus perangkat ini digunakan dengan teknologi apa aja sih? GeoFencing biasanya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi GPS (Global Positioning System), RFID (Radio Frequency Identification), atau Beacon (sensor Bluetooth).
GeoFencing adalah teknologi yang digunakan untuk mengetahui batas-batas geografis yang memungkinkan suatu wilayah geografis tertentu ditetapkan sebagai area yang akan memicu respons otomatis ketika suatu perangkat atau individu berinteraksi dengan wilayah tersebut.
Referensi:
https://t.co/WfB84oZkLE (diakses pada 2 April 2026)
https://t.co/sn8clNjYML (diakses pada 2 April 2026)
ESA - Sentinel-1D mencapai orbit di Ariane 6 (diakses pada 2 April 2026)
Kesimpulan:
Sentinel-1D bekerja seperti โmata radarโ di luar angkasa, dengan komponen-komponen canggih yang memungkinkan pemantauan Bumi secara real-time, kapan aja dan dalam kondisi apa pun.
Kamu mau akses hasil citra yang diperoleh dari sentinel 1D??Portal-portal seperti Copernicus, USGS, Sentinel, dan Google Earth Engine (GEE) dapat diakses dengan gratis lohhh, yuk kepoin tentang sentinel 1D sekarang!!!
Mode Gelombang (WV), yang mengambil 'potret' kecil dari lautan untuk mengukur ukuran dan arah gelombang, dan mode StripMap (SM) untuk memperbesar area yang sangat kecil yang membutuhkan tingkat detail yang tinggi.
Mode Interferometric Wide Swath (IW) cakupannya yang luas (250 km) digunakan untuk pertanian, identifikasi banjir,dan mengukur pergerakan tanah. Mode Extra-Wide Swath (EW) lebar sapuannya yang sangat luas (400 km) ideal untuk menemukan kapal,tumpahan minyak,dan memantau es Arktik
Sentinel-1D menghasilkan citra radar untuk berbagai aplikasi seperti pemantauan lahan (hutan, lahan pertanian) dan risiko geologis, pengawasan maritim dan kutub, serta dalam peristiwa bencana alam (banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tanah longsor).
Sentinel-1D adalah adalah satelit radar pencitraan (SAR) yang merupakan bagian dari Copernicus, komponen Pengamatan Bumi dari Program Antariksa Uni Eropa yang diluncurkan pada November 2025.