Pasti ada fase, dmn kamu cuma bisa nerima semua keadaan sulit yang lagi dihadapi.
Yang awalnya berat, susah dan lelah, tapi pas dijalani malah semakin mudah.
Tanpa disadari level imanmu naik.
Kalau mau ngeluh, selalu ingat-ingat kalau kamu masih jauh lebih beruntung dari yang lain. Jauh.
Karena yang banyak yang selalu bersyukur di luar sana walau dalam keadaan terpuruk.
Namanya juga hidup. Harus siap dengan celetukan orang yang seenaknya. Kadang nyakitin, kadang ngeselin, kadang ngecewain.
Kita gk bisa mengontrol semua mulut manusia. Tapi bisa mengontrol diri sendiri supaya gak berbuat hal yang sama.
Terima kasih ya Allah atas kebaikan-Mu setiap harinya. Semoga apa yang didapat maupun yang belum tercapai tak membuat kami(umatMU)lupa diri dan tinggi hati. 😇
Terima kasih selalu menyiapkan bahu. Ketika hati dan pikiran terasa buntu.
Terima kasih selalu menyiapkan sabar. Ketika amarahku teramat besar.
Terima kasih selalu siap hadir. Bahkan ketika aku sedang tak butuh siapapun.
Terimakasih lho BBM, karenamu dulu aku bisa bersamanya cukup lama sampai akhirnya aku ditinggal dan aku yang terluka. Asshhh PING!!! PING!! PING!!!
#GoodbyeBBM
Buatku, ikhlas itu gini;
Hanya dimanfaatkan atau tidak, dia beneran butuh atau tidak, habis itu dinyinyirin atau tidak, tidak begitu penting lagi ketika kamu memutuskan untuk menolong seseorang.
Namanya orang ketahuan salah; sedikit yang berani mengakui, lebih banyak yang menghindar dan defensif menyerang balik.
Karena apa? Ya ego, ya gengsi, ya ignorant.
Bener. Mama adalah alasanku #KembalikeKeluarga. Padahal aku dan mamaku itu kayak nemesis 😂
Tapi ketika jauh, aku baru menyadari kalau sekeras apa pun aku mama selalu ada. https://t.co/2za4uihGua