Terima kasih atas partisipasi, kehadiran, dan atensinya pada acara diseminasi hasil penelitian analisis lanskap kesehatan mental remaja dari Pusat Kesehatan Reproduksi. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya 👋
Tiba saatnya di penghujung acara. Kegiatan ini ditutup dengan tanggapan dari partisipan remaja untuk memberi masukan kepada Pusat Kesehatan Reproduksi untuk dapat meningkatkan dampak ke depannya.
Prof. dr. Siswanto Agus Wilopo, SU, https://t.co/sZmBtUPySC, Sc.D memberikan arahan dalam acara diseminasi penelitian analisis lanskap mewakili Pusat Kesehatan Reproduksi @fkkmkugm
Some tips from us: pelajari persyaratan RFP, kolaborasi, bangun portofolio organisasi, kerja sama dengan remaja, keberlanjutan, dan pelajari sistem portal submission. #beinginitiative
Kesempatan pendanaan yang diberikan adalah (1) Proof-of-Concept (POC), (2) Transition to Scale (TTS), atau (3) Ecosystem Catalyst Funding. Leverage your contribution here: https://t.co/ZbAE3bPpsK
Bonus demografi bukanlah hak, namun sesuatu yang perlu diusahakan. Karena itu perlu upaya maksimal untuk mencapai generasi emas, alih-alih menjadi generasi cemas. -dr. Amirah Wahdi, MSPH #youthmatters
Sesi tanya jawab dibuka untuk peserta yang hadir secara langsung. Pertanyaan dibuka untuk seputar analisis lanskap dan request for proposal. #youthmentalhealthmatters
Remaja masih menjadi object dan bukan subject dalam upaya peningkatan kesehatan mental remaja. Remaja, terutama yang mengalami secara langsung, perlu menjadi stakeholder utama. -Bpk. Margianta Dinata #youthmentalhealthmatters
Threats yang perlu dimitigasi: ketidakpastian pendanaan, ketidakadilan sistematik dan perubahan sosiopolitik nasional, bencana alam, dan implementasi hukum. (4/4)
Di antara kesempatan yang available: investasi 📈, media sosial yg optimal, kolaborasi sistem pendidikan dan kesehatan, sektor swasta, NGO/NSO, serta health promoting school 🎓 (3/4)
Namun, hal yang bisa di-improve adalah koordinasi lintas sektoral, ketidaksediaan data dan transparansi, dan layanan kesehatan mental yang belum merata (2/4)
Faktor pemicu kesehatan mental remaja: faktor personal, sosial dan lingkungan. Di antara sekian faktor tersebut, faktor pemicu prioritas yang ada di Indonesia: family, mental health literacy and stigma, bullying dan violence. #endstigma#youthmentalhealthmatters
Quick Facts 📣: lebih dari 1/4 anak muda di Indonesia mengalami gejala kecemasan. Depresi dialami 5,1% remaja 18-24 tahun. 19,15% siswa kelas 7-12 mengalami perundungan. 88,3% anak muda 10-17 tahun melakukan perbuatan menyakiti diri sendiri. #youthmatters
Isu dan kondisi kesehatan mental remaja tertinggi: ansietas, depresi, perilaku agresif dan tindakan melukai diri sendiri di luar bunuh diri (non suicidal self injury) 💝 #youthmentalhealthmatters#localinsights
Bagaimana kami melakukan Landscape Analysis terdiri dari 3 Fase, yaitu tinjauan literatur dan gap analysis, pelibatan stakeholder, konsultasi dan penguatan jaringan, serta survei Delphi dan Confirmatory Meeting 💡