Bahkan yang terbaik pun tidak bisa menulis ulang takdir.
Cristiano Ronaldo akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya memang tidak pernah ditakdirkan untuk memenangkan Piala Dunia. Meski telah menjaga fisik di level tertinggi hingga usia 41 tahun demi memimpin Portugal di enam edisi berbeda, ambisi besarnya selalu kandas jauh sebelum menyentuh partai puncak.
Kegagalan ini membuktikan bahwa kerja keras luar biasa sekalipun kadang tidak berdaya melawan garis takdir, menyisakan satu ruang kosong yang selamanya tidak akan pernah bisa ia isi.
This is the end. The Final Dance is over. The King leaves without his crown 💔
@SpieltagIndo Yg lain masih dimaklumi lah. Brown masih bocah + baru pertama main bareng Jerman di panggung besar, Thiaw juga blm banyak pengalaman di timnas. Goretzka mental tempe
@SiPalinggMadrid Selain Scaloni, Emi Martinez juga
berpengaruh besar. Semenjak dia jadi kiper utama di copa america 2021, semua turnamen yg mereka ikuti hasilnya juara
@AriaTriski@SeputarMadrid Nah bener, lawan sociedad juga gitu. Loncat, tpi ga liat ke kiper malah ke bola, pdhl tujuan loncat kan buat lihat gerak kiper. Ngapain loncat segala klo gitu? Aneh bin ajaib vini ini 😂
💔 Rodrygo Goes dalam satu setengah tahun terakhir:
• Mengalami masalah mental
• Kehilangan tempat di XI nya Xabi Alonso
• 30 laga lebih paceklik gol
• Rentetan cedera
• Bermain bagus, lalu cedera lagi
• Robek ACL & meniskus lutut kanan sekaligus
• Melewatkan World Cup
• Musim berakhir baginya.
Everything may seem like rock bottom for him, but it will only make him stronger than ever. Força, Rodrygo. We’ll patiently wait for your comeback. Godspeed 🤞🏾🤍 @RodrygoGoes
@FerryFe71749796@BangPino__ Situ pemahaman bacanya kurang ya? Kan sy udh tulis mbaknya salah. Statement situ mungkin benar buat cowok, tapi ga buat cewek. Ada cara yg lebih beradab buat kasih jera ke perempuan. Situ yg ngga paham, keburu emosi duluan bacanya
@AurelioWidjaja@neuvablanco Nah bener ini yg menit 87. Badan ringkih begitu masih berani gocek”. Dibody sekali langsung tumbang bikin kena serangan balik
@xxxibaljom@KiyanSo@managingmadrid We had Bellingham at that time man, don’t u remember he scored 23 goals bcos he always try to find a space at the box. It’s not the same
@neuvablanco Vini-Mbappe 442 ide paling oon dri seorang pelatih, ga ada yg mau stay di kotak penalti. Diperparah sm pelatih yg takut narik mereka berdua, milih ngorbanin Fede. Ceballos masuk gunanya apa malah bikin blunder. Tai tai
@KiyanSo@managingmadrid Literally fielding mbappe-vini upfront in 442 formation is the least smartest thing a manager can do. No one wants to occupy the box. Combined with a manager whom afraid to take them off is a perfect combination