Dulu company gue di Jepang banyak hire orang Indo buat kerja remote, karena banyak yg gue bawa juga.
Gue pernah dikomplain sama management karena beberapa karyawan Indo itu sering mati lampu. Masalahnya kalo mati lampu, banyak karyawan yg harus out sampai 1 jam. Mereka harus pindah ke coworking space karena back-up ga bertahan lama. Dan masalah utama sebenernya di koneksi internet yg buruk kalo pake back-up/tethering.
Bahkan company sempet nge-blacklist kandidat dari beberapa daerah dan cuma mau terima mereka kalo mereka mau relocate ke kota2 besar (Jkt, Sby, Bandung, etc.) gara2 kejadian mati lampu ini.
Sekarang malah tambah parah dengan adanya kejadian mati lampu beberapa hari ini karena mati lampu-nya sampai 4-5 jam. Ini kalo di business yg pacing-nya tinggi bener2 terdisrupsi.
Jangan heran kalo nanti company luar lebih milih hire karyawan dari Vietnam, Malaysia, PH, India karena di sana koneksi internet dan listriknya lebih stabil. Ada kemungkinan karyawan remote yg dari Indo bakal diblacklist (dan ini udah bahkan udah kejadian di beberapa company)
Kasian banget ya jadi pekerja remote di Indo. Udah ga dicariin kerja, ga dapet fasilitas apapun, kalo gajian dipajakin. Eh ini terancam industri-nya rusak gara2 kelakuan pemerintah yg ga bisa jaga pasokan batu bara.
Gue heran deh kok masih aja ada orang yang bilang “Pertamax naik ga masalah, kan yang pake juga orang2 mampu”
Entah mereka buzzer atau emang tolol alami.
Yang jadi masalah itu EFEK DOMINO-nya, bukan cuma perkara harga naik 3ribu.
Ini efek domino yang akan terjadi dari kenaikan per hari ini:
1. Migrasi massal ke BBM lebih murah. Harga Pertamax naik → orang yang biasa pakai yang “premium” (kelas menengah atas) langsung switch ke Pertalite yang lebih murah. Hasilnya: permintaan Pertalite meledak. Padahal Pertalite kan kuotanya terbatas (subsidi), jadi stok di SPBU cepet habis.
2. Pertalite langka + antrean panjang. Antre Pertalite di SPBU jadi tambah rame. Yang gak mau antri berjam-jam atau gak kebagian akhirnya terpaksa isi Pertamax (yang lebih mahal).
3. Biaya logistik & transportasi naik Truk, angkot, ojek online, pengiriman barang semua naik ongkosnya (meski mereka pakai solar/ Pertalite, tapi efek rantai supply-nya ikut naik karena driver dan perusahaan logistik juga kena imbas). Akhirnya harga barang di pasar naik semua.
4. Inflasi & harga sembako naik Efek dari nomor 3: dari meja makan sampai warung kecil. Harga beras, sayur, mie instan, bahkan jasa ojek naik. UMKM yang paling kena getahnya. Modal produksi naik, daya beli masyarakat turun, penjualan melambat.
5. Black market & penyelundupan Pertalite yang langka sering muncul di pedagang eceran dengan harga lebih mahal (kadang sama mahalnya Pertamax). Subsidi yang seharusnya buat rakyat kecil malah bocor.
6. Beban subsidi pemerintah membengkak. Demand Pertalite naik drastis → pemerintah/Pertamina harus nambah pasokan subsidi. Kalau gak diatur, APBN makin tekor, bisa-bisa akhirnya Pertalite juga naik atau dibatasi lebih ketat (misalnya pakai MyPertamina, plat nomor ganjil-genap, dll).
7. Efek jangka panjang ke ekonomi & masyarakat
- Driver ojol & angkot kurangi shift → pendapatan turun.
- Petani & nelayan (yang pakai solar/Pertalite) ongkos produksi naik → harga pangan naik lagi.
- Inflasi umum naik → Bank Indonesia mungkin naikin suku bunga → pinjaman mahal → investasi melambat.
Intinya, yang tadinya “cuma naik buat orang berduit” malah bikin semua orang kena getahnya lewat rantai yang panjang.
Ada satu yayasan yang dalam waktu kurang dari setahun mengelola 1.179 dapur MBG di 38 provinsi. Satu yayasan, tanpa batas maksimal jumlah dapur yang boleh dikelola , sementara yayasan lain dibatasi maksimal 10.
Namanya Yayasan Kemala Bhayangkari. Strukturnya melekat langsung di hampir seluruh Polda dan Polres Indonesia , 419 kepengurusan dari pusat sampai cabang. Pucuk pimpinan di setiap wilayah otomatis diisi oleh istri Kapolda atau Kapolres setempat. Bukan dipilih. Otomatis.
Hitungan ICW: dari insentif BGN saja : Rp6 juta per hari per dapur, 313 hari operasional , perputaran dananya bisa menyentuh Rp2,2 triliun per tahun. Di luar dana awal Rp500 juta per dapur dan biaya operasional.
Ketika ICW coba menelusuri profil 419 kepengurusan yayasan ini di sistem AHU Kemenkumham, sebagian besar datanya tidak bisa ditampilkan. Yayasan yang mengelola triliunan rupiah uang program pemerintah, tapi profilnya tidak bisa diakses publik.
ICW sudah surati KPK sejak 24 Februari 2026 untuk minta pengawasan. Sampai hari ini belum ada tindak lanjut yang signifikan.
Program makan bergizi gratis harusnya soal anak-anak yang perlu makan.
Tapi kalau satu yayasan yang strukturnya melekat di institusi penegak hukum bisa dapat privilege tanpa batas, kelola triliunan rupiah, dan datanya tidak bisa diakses publik , siapa yang mengawasi?
YAYASAN KEMALA BHAYANGKARI MILIK POLRI PUNYA 1.400 DAPUR MBG DI SELURUH INDONESIA.
PEMBINA YAYASAN INI JULIATI SAPTA DEWI ISTRI DARI KAPOLRI LISTYO SIGIT.
KALO @KejaksaanRI BERANI SENGGOL,AKU ACUNGI PISTOL,,,EHHH JEMPOL.👍😏😏😏
Tina Talisa : mantan presenter TV, lulusan dokter gigi , ditunjuk Gibran jadi Stafsus Wapres bidang UMKM, digitalisasi, stunting, dan ekonomi syariah.
Tidak ada rekam jejak substansif di bidang2 itu. Tapi rupanya jabatan itu memang bukan tujuan akhir.
7 bulan kemudian, sambil masih menjabat Stafsus, dia resmi jadi Komisaris PT Pertamina Patra Niaga , anak usaha BUMN energi terbesar Indonesia.
Dua jabatan. Dua sumber penghasilan dari uang negara. Dijalankan bersamaan.
Ini bukan pertama kali. Sebelumnya dia juga Stafsus + Jubir di Kementerian Investasi era Bahlil selama 4 tahun. Artinya ini bukan kebetulan. Ini pola yang berulang, dari rezim ke rezim.
Yang menarik: UU BUMN melarang rangkap jabatan untuk menteri dan wamen.
Tapi untuk Stafsus? Abu-abu. Dan keabuan itu dimanfaatkan dengan sempurna.
Sementara di luar sana:
a. Pelaku UMKM antre KUR berbulan-bulan, ditolak karena tidak punya agunan.
b. Bayi-bayi lahir stunting karena ibunya tidak punya akses gizi yang layak.
c. Rakyat bayar pajak, yang sebagian mengalir ke gaji dua jabatan sekaligus untuk satu orang yang tugasnya "mengawal" mereka.
Banyak negara dengan tata kelola serius melarang keras rangkap seperti ini karena satu alasan sederhana: kamu tidak bisa mengawasi kepentingan rakyat sambil duduk di kursi korporasi yang diawasi oleh atasanmu sendiri.
Tapi di sini, itu disebut karir yang cemerlang.
Yang dikawal bukan UMKM. Yang dikawal adalah posisi.
siapa yang suka bingung jugaa?😭
nih penjelasan dan cara bacanya :
- Thought (thot) : pikiran
- Through (thru) : melalui
- Throughout (thru-out) : sepanjang / di seluruh
- Thorough (thur-oh) : menyeluruh / teliti
- Tough (tuf) : sulit, tangguh
- Taught (tot) : mengajar
- Though (tho) : meskipun / walaupun
Knetz ngeluh kalau jadi fans idol sekarang jauh lebih mahal dibanding dulu, dan menurut mereka itu juga alasan kenapa fans sekarang lebih galak. 😭
Dulu tiket konser masih murah dan fansign benar-benar random (gak perlu beli album segunung). Jadi saat idol bikin kesalahan, banyak fans yang masih bisa memakluminya.
Tapi sekarang album, fansign, konser, membership, sampai merchandise harganya makin tinggi. Jadi kalo idol bikin masalah dikit, fans berasa punya hak untuk maki-maki.
Ada yang nambahin juga, dulu memang sudah ada fansite master (홈마) yang memotret idol, tapi fans yang di barisan depan cuma sibuk merekam pakai HP sepanjang konser atau orang yang mengangkat hand banner besar-besar itu nggak sebanyak sekarang.
Sekarang kalau idol bilang,
"Tolong turunkan HP dan nikmati konser kami bersama!"
Fans bakal langsung membalas, "Memangnya kalau nggak rekam terus aku harus ngapain? Harga tiket konser mahal banget."
Knetz lain juga komentar, mengibaratkannya seperti membeli buah. Kalau beli satu keranjang buah murah lalu ada beberapa yang busuk, orang mungkin masih memakluminya. Tapi kalau membeli buah yang dikemas premium seharga 100.000 won di department store mewah dan ternyata ada yang busuk, pasti langsung komplain ke customer service.
Intinya, menurut mereka, bukan karena fans generasi sekarang lebih kejam. Semakin mahal biaya menjadi fans, semakin tinggi pula ekspektasi dan semakin kecil toleransi terhadap kesalahan idol.
guys lu pada tau gk nih
prabowo pulang pulang dari perancis
langsung umumkan kenaikan pajak
untuk pt dan cv sebesar 22% dari omset
gambaran kalo usaha kamu punya
laba bersih 100 juta
maka 22 juta wajib lu setor ke negara
indonesia emang anehh
kaya dengan sumber daya alam
hampir penghasil nomor 1-5
nikel emas timah sawit dlll
tapi penghasilnya 80 % dari hasil
mempajaki rakyatnya sendiri
kasarannya uang hasil pajak
itu di pake buat biayain kunker prabowo
untuk MBG dan Kopdes
dari data terbaru ada 65,5 juta UMKM
di indonesia
maka siap siap bakal ada badai PHK
akibat kenaikan pajak ini
mau gamau owner mikir 2x biar bisa
tetap sustain
Ahmad Mursidi tabrak kerumunan anak SD 30 April 2026.
2 tewas: Tubagus Muhammad (10 tahun) & pedagang Dewi Handayani.
7 luka-luka.
Ditetapkan tersangka 11 Mei.
Keluarga korban tolak damai.
Eh, 15 hari kemudian ,26 Mei , Bupati Pandeglang malah melantiknya jadi Staf Ahli Bidang HUKUM.
Tersangka pidana.
Ahli hukum.
Bupatinya bilang "tidak tahu dia sudah tersangka."
15 hari, dan lo gak tahu?
Di sini, punya jabatan bukan cuma privilege , itu tameng hukum.
Kayaknya Indonesia itu satu-satunya negara yg bebas bener ngasih nama anak tanpa struktur.
Umumnya negara di dunia itu ada strukturnya: name-family name atau name-father name