Warga Dubai melihat misil menghantam pelabuhan 💥 dari arah Israel 🇮🇱 dan berkata, “Israel menyerang Dubai, lalu UEA 🇦🇪 diberitahu serangan itu dari Iran 🇮🇷. Apa ini?!”
#SoeDADANG#Merdesa#ReformasiJilid2
Zaenal Arifin Mochtar & Muhidin M. Dahlan:
KRONIK OTORIANISME INDONESIA, dinamika 80 Tahun Ketatanegaraan Indonesia.
#SoeDADANG#Merdesa
KABAR☆MERDESA
#RevolusiMerdesa
https://t.co/wBx2jRv1rz
kan jauh2 hari #SoeDADANG udah berulang-ulang bilang, kalau TNI itu dipreteli sejak Berlakunya UUD'2002, adapun POLRI dibawah kendali #ImperiumKatholik, #ImperiumRRC dan #ImperiumUSA, nanti ujungujungnya, bagi hasil dan bagi2 lapak Sumber Daya Alam Bangsa-Bangsa Nusantara...
Selamat Datang di Era Kegelapan
Saya duduk di sudut kamar, menatap layar ponsel dengan tangan gemetar. Berita demi berita mengalir deras, membawa gambar-gambar mengerikan yang menusuk hati. Darah di aspal, wajah-wajah pucat ketakutan, dan jeritan yang seolah terdengar meski hanya dari video bisu. Demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang dimulai sejak 20 Maret telah membakar Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, dan Yogyakarta. Api semangat rakyat yang menuntut keadilan malah dipadamkan dengan pentungan, gas air mata, dan kekerasan yang membabi buta. Hati saya bergetar, apakah ini akhir dari harapan? Apakah kita benar-benar telah tiba di pintu era kegelapan?
Revisi UU TNI yang disahkan DPR pada 20 Maret 2025, bukan sekadar beleid biasa. UU itu, merupakan belati yang ditusukkan ke jantung demokrasi. Di dalam UU TNI yang baru, memberikan hak bagi TNI untuk mencampuri urusan sipil, memperpanjang usia pensiun jenderal hingga 63 tahun (bahkan bisa lebih), dan melebarkan sayap mereka ke ranah yang seharusnya bukan milik militer.
Pasal 7 ayat 2, dengan dinginnya, menambahkan tugas TNI dalam operasi militer selain perang, dari ancaman siber, hingga “kepentingan nasional” yang samar. Saya membayangkan bayang-bayang dwifungsi ABRI era Orde Baru kembali hidup, mengintai dari balik seragam hijau, siap mencengkeram kebebasan yang telah kita perjuangkan dengan darah dan air mata di 1998 silam.
-Sebuah Esai Reflektif-
Selamat Datang di Era Kegelapan
Saya duduk di sudut kamar, menatap layar ponsel dengan tangan gemetar. Berita demi berita mengalir deras, membawa gambar-gambar mengerikan yang menusuk hati. Darah di aspal, wajah-wajah pucat ketakutan, dan jeritan yang seolah terdengar meski hanya dari video bisu. Demonstrasi menolak revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang dimulai sejak 20 Maret telah membakar Jakarta, Bandung, Semarang, Malang, dan Yogyakarta. Api semangat rakyat yang menuntut keadilan malah dipadamkan dengan pentungan, gas air mata, dan kekerasan yang membabi buta. Hati saya bergetar, apakah ini akhir dari harapan? Apakah kita benar-benar telah tiba di pintu era kegelapan?
Revisi UU TNI yang disahkan DPR pada 20 Maret 2025, bukan sekadar beleid biasa. UU itu, merupakan belati yang ditusukkan ke jantung demokrasi. Di dalam UU TNI yang baru, memberikan hak bagi TNI untuk mencampuri urusan sipil, memperpanjang usia pensiun jenderal hingga 63 tahun (bahkan bisa lebih), dan melebarkan sayap mereka ke ranah yang seharusnya bukan milik militer.
Pasal 7 ayat 2, dengan dinginnya, menambahkan tugas TNI dalam operasi militer selain perang, dari ancaman siber, hingga “kepentingan nasional” yang samar. Saya membayangkan bayang-bayang dwifungsi ABRI era Orde Baru kembali hidup, mengintai dari balik seragam hijau, siap mencengkeram kebebasan yang telah kita perjuangkan dengan darah dan air mata di 1998 silam.
-Sebuah Esai Reflektif-
@lukmansaifuddin Sesungguhnya puasa itu untuk kesehatan, makanya Urang Sunda meniru ular puasa 41 Hari untuk ganti kulit, anehnya sekarang orang Indon, puasa cuma pindah jadwal makan saja, anehnya konsumsi pangan malah naik 100%!!
#SoeDADANG#Merdesa
Imam Besar #KhilafahPancasila#AdiliJokowi!!
@DokterTifa Jarang yang tau, Hubertus #SoeKOWI DALANG SEGALA BENCANA HARAMJADAH juga pelaku Elgebete, maka Mayor Teddy adalah tongkat estafet kepemimpinan Kekaisaran SODOM & GOMORAH, tentunyaaahh..
.
.
Kalian bilang Aksi Mahasiswa ANTEK ASING ??!!!
NYATA DI DEPAN MATA DANANTARA DIISI ASING
L U P A D A M I N G K E M ??!!!
Dasar Buzzer Monyet Ternak Ga Punya Otak !!!
.
.
[ULTIMATUM UNTUK KAPOLRI @ListyoSigitP]
SEGERA PERINTAHKAN SELURUH PETUGAS POLRI YANG MENYAMAR/TIDAK BESERAGAM/INTEL MASUK KE BARISAN AKSI RAKYAT, UNTUK TARIK DIRI KELUAR!
ADA YANG KEDAPATAN MEMBAWA SENPI DAN MENEMBAKKANNYA KE ARAH RAKYAT SIPIL!!
@DivHumas_Polri@Divpropam