@Ilhammlnn_ Kalau menurut gua ya tetap salah. Berhenti normalisasi hal seperti itu. Ciuman di depan umum. Ini bukan Amerika bos kalau lu nafsu sewa hotel aja, dan juga mereka melakukan itu di lingkungan pendidikan. Padahal banyak hotel yang murah sekarang.
@yappingfess Sebenarnya kurang tepat sih kalau bilangnya benci, mungkin lebih ke ga suka aja yaa. Teman gua dulu gay, dan dia bilangnya kondisi di kamar berdua Ama gua damnn panik gua, tapi gua melihat dia, dia bisa berubah dan bangga sama dia karena dia bisa melawan pemikiran itu.
@hyunnyd@hawknimasuu@yasminfdhla__ Ya kembali lagi tergantung orang yaa, gua secara pribadi menganggap ks salah, seksual menyimpang juga salah termasuk gay, jadi ya menurut gua lu bisa menyalah respon orang lain, kenapa kalau KS ga separah ini sedangkan hal seperti ini kayak over banget padahal sama2 salah
Gua tegasin sekali lagi ya, kasus di POLITEKNIK NEGERI JAKARTA a.k.a PNJ bukan cuma KISSING SEJENIS doang! Sebelum nya ada kasus KS yang sampe hari ini BUNGKAM. cuma bedanya yang KISSING di DO & yang KS tau apa? DILINDUNGI KAMPUS!
@barbiejen0 Atau ga gini aja, itu yang LGBT pindah negara yang tidak ada homophobic, misalnya kek ke Amerika atau Jerman, Karna Indonesia sebenarnya negara yang melarang hal seperti itu bukan?
@northestark Yaudah gini aja, kedepannya kalau ada kasus KS di kampus itu mari kita lihat diperlakukan sama atau beda. Karena bagi gua mau KS mau gay sama2 salah.
@masnooey Loh ini gimana dah orang X, jangan cari pembenaran dengan hal yang salah juga, dan pake kata2 "padahal" seolah2 menyepelekan yang salah, kalau salah ya tetap salah lah wkwk, masa salah di kasih pembelaan. Gimana konsepnya dahh
@DJulian16676@daekawa Selow bro kalau dilihat2 mereka cuman jago bacot di X kalau rl juga pengecut kyak tikus wkwk. Biarin lah memang kalau kaum LGBT itu akan cari pembelaan sebanyak mungkin. Padahal udah salah kodratnya wkwkwk
@curetsyi Gua mungkin karna suka sama mainan dan buku. Gua akan ke tempat yang membuat gua happy dan nyaman. Tempatnya yang membuat secara emosional gua menjadi stabil lagi.
deep talk pas pacaran:
- saling berterima kasih karna sudah sama2 memperjuangkan sejauh ini
- ngomongin rencana masa depan
- ngomongin mimpi masing2
- ngomongin persiapan rencana pernikahan
- saling meyakinkan diri kita bisa menikah dan jalanin semua dari 0 bareng2
- ngomongin keuangan dan tabungan bersama
- ngomongin pemikiran2 random yg sama2 cm bisa diomongin sama pasangan enggak ke orang lain, karna kita sama2 enggak suka nge-judge
- lagi deeptalk tiba2 suka kemana2 enggak penting ngomongin film, makanan, hobi, update temen2 😆
- paling konyol lagi deeptalk terus tiba2 ribut gara2 random topik saya minta dia temenin nonton film raditya dika dia enggak mau awokwkwk
deep talk setelah nikah:
- saling berterimakasih atas perjuangan masing2
- ngomongin anak2 dan dunianya
- ngomongin luka masa lalu (inner child) kami kadang suka ke trigger ngeliat anak, karna masa kecil kami tidak semudah dia, tapi kita saling memvalidasi dan menjadikan inner child itu rasa syukur buat anak
- ngomongin hubungan pribadi berdua (tanpa bawa2 anak)
- ngomongin keresahan masing2
- ngomongin keuangan
- ngomongin love language masing2
- ngomongin bisnis masing2
- ngomongin segs
- ngomongin rencana2 kedepan dan liburan
- ngomongin agama
- ngomongin update/cerita keluarga masing2
- dan msh suka tiba2 ngobrol topik enggak penting jg 😆
kalau kata raditya dika kecantikan dan ketampanan semua akan memudar, pada akhirnya yg tersisa di hubungan itu ya ngobrol. makanya penting punya pasangan 1 frekeuensi, bisa cerita tanpa di judge dan sama2 nyaman
kamu kalau deeptalk sama pasangan ngomongin apa???