Voltage hysteresis killing your battery performance? ⚡️Our new paper shows how graphene-connected LNMO cathodes slash hysteresis ~3× and stay strong after 300 cycles. Read here https://t.co/mTq22YiQvF
#battery#MaterialsScience@ChemEurope
New paper out! N,O-functionalized curcumin-derived carbon dots reveal how surface chemistry tunes ROS generation, photothermal effects & bioactivity. Bridging experiments + TD-DFT for cancer theranostics. https://t.co/6encs6dLNk
#CarbonDots#ROS#Nanomedicine@ACS_ABM
New paper! We reveal how carbonization temperature tunes N-functionalities in bituminous coal–derived carbons and boosts supercapacitor performance. Pyridinic-N at 700 °C delivers the highest capacitance. https://t.co/tGXKk806FB @JMaterSci#EnergyMaterials#Supercapacitor
Techno-economic analysis proves DL-malic acid–based green hydrometallurgy is economically superior for NCM cathode recycling, with NPV up to $575K and faster payback. Sustainable LIB recycling is viable!
#BatteryRecycling#GreenChemistry https://t.co/OaUbJhk5yk @JEnvironChemEng
From synthesis to theory 🔬✨. Solvent-free carbon dots show polarity-driven yellow/red separation and N-induced bandgap tuning, revealed by TD-DFT. Enabled efficient yellow, red & white LEDs. @ElsevierConnect
https://t.co/JYEf34wwpn
#DFT#OpticalMaterials#carbondots
New paper! We uncover how nitrogen configurations in carbon dots control antibacterial activity and GSH sensing at the molecular level. Pyrrolic-N lowers bandgap, boosts softness, and drives bioactivity—revealed by TD-DFT. @BiomaterialsAdv https://t.co/fMnIua1zMK
#CarbonDots
Saudara-saudara sekalian,
Saya telah mengikuti perkembangan beberapa hari ini, terutama peristiwa tadi malam, di mana terjadi demonstrasi yang mengarah kepada tindakan anarkis. Juga ada peristiwa di mana seorang petugas menabrak pengemudi ojek online yang mengakibatkan almarhum Affan Kurniawan tadi malam meninggal dunia.
Atas nama pribadi dan Pemerintah Republik Indonesia, saya mengucapkan turut berduka cita dan menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Saya sangat prihatin dan sangat sedih terjadi peristiwa ini. Pemerintah akan menjamin kehidupan keluarganya, serta memberikan perhatian khusus kepada orang tuanya, adik-adiknya, dan kakak-kakaknya.
Sekali lagi, saya terkejut dan kecewa dengan tindakan petugas yang berlebihan. Saya telah memerintahkan agar insiden tadi malam diusut secara tuntas dan transparan, serta petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan bahwa mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, kita akan ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku.
Dalam situasi seperti ini, saya menghimbau masyarakat untuk tenang. Untuk percaya kepada pemerintah yang saya pimpin. Pemerintah yang saya pimpin akan berbuat yang terbaik untuk rakyat. Semua keluhan masyarakat akan kami catat dan tindak lanjuti.
Saya juga menghimbau kepada seluruh bangsa Indonesia untuk selalu waspada. Ada unsur-unsur yang selalu ingin huru-hara, yang ingin chaos. Saya sampaikan kepada seluruh rakyat bahwa hal tersebut tidak menguntungkan rakyat, tidak menguntungkan masyarakat, tidak menguntungkan bangsa kita.
Bangsa kita sedang berbenah diri. Bangsa kita sedang mengumpulkan semua tenaga, kekuatan, kekayaan, untuk kita bangkit membangun negara yang kuat, sejahtera, serta berhasil mengatasi kemiskinan dan kelaparan. Kita akan menjadi bangsa yang maju, yang mandiri, yang berdiri di atas kaki sendiri.
Untuk itu, kita harus waspada, kita harus tenang, dan kita tidak boleh mengizinkan kelompok-kelompok yang ingin membuat huru-hara dan kerusuhan. Aspirasi yang sah, silakan untuk disampaikan. Kita akan perbaiki semua yang perlu diperbaiki.
Saya kira itu pesan saya.
Terima kasih. Merdeka!
Enhancing supercapacitor performance with transition metal sulfides! Our study explores Ni-doped CuS for high-capacity electrodes, achieving 61.87 Wh/kg in an asymmetric supercapacitor. Read more: https://t.co/E1I900oEr1 #EnergyStorage#Supercapacitors#Electrochemistry
Saya share di sini status FB Prof. Pitoyo Hartono, professor di Chukyo University, Jepang
https://t.co/bNAvl6XX47
---
(start)
Apa masalah gelar S3 Bahlil?
Nggak masalah, karena universitas yang mengeluarkan gelar itu nggak melihat adanya masalah.
Yang menjadi masalah adalah universitasnya.
Saya jelaskan:
- lama studinya selama 2 tahun, bukan masalah. Tidak jarang ada orang menyelesaikan studi S3 selama 2 tahun. Program paska sarjana di universitas beda dengan SD yang waktu tempuhnya sudah ditentukan dari awal. Waktu tempuh S3 ditentukan oleh cepatnya mutu penelitian mencapai standard yang ditentukan oleh universitas.
- dia tidak punya gelar S2? Saya tidak tahu, dia bergelar S2 atau tidak. Tapi kalaupun dia tidak bergelar S2 tidak masalah. Tidak semua mahasiswa S3 harus bergelar S2, atau S1 sekalipun. Banyak universitas di dunia yang mempunyai aturan yang memperbolehkan orang yang dianggap punya kemampuan setara dengan S2 untuk melanjutkan studi S3nya. Beberapa tahun ini saya terpaksa bekerja sebagai semacam kepala jurusan di program paska sarjana universitas saya. Ini mengharuskan saya mempelajari aturan penerimaan dan penganugerahan gelar dari banyak universitas di dunia. Saya tidak mempelajari aturan di universitas di Indonesia, karena dari pengalaman, nggak ada yang bisa dicontoh dari universitas di Indonesia.
Selama puluhan tahun saya bekerja di universitas, saya belum pernah melihat ada orang yang tidak bergelar S2 bisa meneruskan studi S3nya. Tapi peraturan memperbolehkan, dengan syarat review yang sangat ketat. Di universitas saya ini harus disetujui oleh mayoritas professor di fakultasnya, dan syarat publikasi journalnya 2 kali lebih banyak dari mahasiswa/i normal.
Yang memalukan dari si Bahlil ini, adalah dia maju sidang S3 dengan publikasi di predatory journal. Dia boleh berkelit, bahwa waktu dia mensubmit papernya, journal itu masih di scopus. Tapi ini nggak ngaruh. Yang penting waktu dia diberi hak untuk maju sidang, papernya sudah ada di predatory journal. Ini menandakan goblognya si Bahlil. Orang yang punya otak akan sangat hati-hati dalam memilih journal untuk memuat papernya. Dan journal tidak serta merta menjadi predatory. Mungkin si Bahlil ini nggak pernah membaca paper lain di journal itu sehingga tidak tau kalau mutu jurnalnya kaleng-kaleng.
Kalau UI mengijinkan majunya orang sidang S3 dengan justifikasi dia sudah punya publikasi di predatory journal, ya UI yang malu2in banget. Di universitas yang waras, punya paper di predatory journal itu bukan cuma memalukan, tapi sudah menjadi misconduct. Pelanggaran akademia setaraf dengan plagiasi. Ini akan menyebabkan matinya karier akademis seseorang. Lima tahun belakangan ini saya bekerja sebagai external reviewer dari beberapa universitas di luar Jepang, untuk meriview paper-paper dosen mereka yang mengajukan kenaikan pangkat ke associate prof. atau prof. Dan semua universitas itu secara spesifik mengatakan bahwa adanya paper di predatory journal akan menjadi masalah sangat besar bagi karier dosen bersangkutan. Orang yang nggak punya publikasi di journal yang baik, itu cuma nggak punya prestasi. Tapi orang yang menerbitkan paper di predatory journal itu nggak punya integritas. Dia orang nggak jujur yang mengambil jalan pintas untuk membeli prestasi palsu.
Tapi ini juga nggak masalah. Di tingkat Asia sekalipun, UI itu universitas kelas gurem. Mungkin ini levelnya sudah tepat untuk manusia kelas rombeng yang nggak malu punya publikasi di predatory journal macam si Bahlil. Klop sudah.
Kalau Prabowo mau mengangkat menteri dengan integritas klonengan rombeng macam si Bahlil, itu juga haknya. Mungkin juga levelnya sudah klop.
(end)
Saya berdiri di sini, hari ini, mewakili: Diri Saya Sendiri… Sama hal-nya seperti almarhum ayah, paman/tante dan pendahulu kita 79 tahun yang lalu dan pada saat² kritis di mana nasib Republik kita sedang dipertaruhkan… Karena kita semua, sadar tidak sadar, dgn cara masing², sedang ikut menentukan dunia yg ingin kita wariskan pada anak, cucu dan generasi berikut… 🙇🏻♂️🙏🏼
I’m standing here today, representing: Just Myself… Like my late father, my late uncles/aunts, and our forefathers who stood in the same place at the same time 79 years ago and at other critical moments when our Republic was hanging in the balance… Because all of us right now, aware or unawares, each in our own way, are shaping the world we want to leave behind for our children, our grandchildren and future generations… 🙏🏼🇮🇩
#kawalputusanmk
Kami alumni LPDP. Kami bisa dibiayai oleh rakyat, bukan negara. Kami tak hanya berhak marah, tapi juga WAJIB marah jika negara berlaku sewenang-wenang.
Ayo para Alumni LPDP jangan takut bersuara 🔥
Yang bilang “Eh kenapa lo ikut2an? Itu kan pilihan elo” mending tutup mulut.
Kita butuh sebanyak2nya pasukan. Orang mau merapatkan barisan kok malah didorong menjauh?
Mau menangin Bangsa atau mau menangin ego?