Pas gw interview kerja di perusahaan multinasional beberapa waktu lalu, HRD mendadak lempar pertanyaan jebakan. "Di kantor lama gaji kamu berapa? Boleh minta slip gajinya?" Gw sempet mau langsung sebut angka. Tapi gw ingat 1 teknik negosiasi profesional. Gw jawab dengan 1 kalimat pembalik keadaan. Seketika, kendali negosiasi balik ke tangan gw.
Jawabannya: "Untuk posisi dan tanggung jawab sebesar ini, berapa range budget yang dialokasikan perusahaan?" HRD-nya tersenyum lalu sebut angka rentang budget mereka: Rp 12 - 15 Juta. Padahal gaji lama gw cuma Rp 7 Juta. Kalau gw sebut gaji lama, penawaran mereka paling cuma naik 15-20% (sekitar Rp 8,5 Juta). Gw hemat potensi kenaikan gaji jutaan rupiah.
Gw pelajari panduan negosiasi kerja profesional. Namanya Anchor Shift Technique dalam negosiasi rekrutmen. Hak kandidat menjaga kerahasiaan (confidentiality) kompensasi lama. Menilai kandidat berdasarkan market value & kualifikasi, bukan gaji masa lalu. Legitimate strategi rekrutmen profesional. Ini bukan bohong. Ini cara mempertahankan standar nilai kompetensi lo di pasar kerja.
Cara mempraktekkannya halus tapi tegas, ingat pola ini: Saat HR menanyakan gaji lama: Apresiasi pertanyaannya dengan sopan. Alihkan fokus: "Di kantor lama kompensasi gw bersifat confidential. Namun untuk peran baru ini, gw berpatokan pada market rate dan value yang bisa gw berikan." Kembalikan pertanyaan ke budget range posisi tersebut. Jangan panik, katakan dengan tenang dan percaya diri.
Tapi ada beberapa hal yg harus lo perhatikan: Jika perusahaan mewajibkan background check atau bukti slip gaji di offer letter akhir, berikan secara jujur. Jangan pernah MEMALSUKAN angka di slip gaji (ini tindak kejahatan/pemecatan). Fokus negosiasi adalah pada total reward (gaji pokok + tunjangan + bonus). Jujur pada fakta, tapi bijak pada negosiasi.
Yg bikin gw mikir: kenapa banyak pelamar kerja selalu terjebak? HRD dilatih untuk mendapatkan kandidat terbaik dengan cost seefisien mungkin. Pelamar sering merasa tertekan dan mikir kalau gak jawab bakal langsung dicoret. Ujungnya yg rugi: pekerja kompeten yg digaji di bawah standar pasar hanya karena gaji lamanya kecil.
Senjata lo cuma 1 pas ditanya gaji lama saat interview: Pindahkan patokan negosiasi dari "Berapa gaji lama lo" menjadi "Berapa value posisi baru ini". Gunakan kalimat Anchor Shift dengan tenang. Sekali lo kuasai cara ini, lo gak akan pernah lagi dihargai murah di tempat kerja baru.
Dan gw mau jujur 1 hal. Gaji lama lo adalah cerminan masa lalu di perusahaan lama. Nilai lo di perusahaan baru harus didasarkan pada beban kerja dan kontribusi yang bakal lo kasih ke depan. Jangan biarkan riwayat masa lalu membatasi potensi pendapatan lo di masa depan.
Negosiasi kerja bukan mengemis pekerjaan, tapi transaksi nilai profesional. Perusahaan butuh keahlian lo, lo butuh kompensasi yang adil. Sayang sama karier bukan cuma rajin kerja, tapi pinter memperjuangkan nilai diri di meja interview.
cc : paktejodaily
Ges buat kalian yang masih kuliah/masih nganggur, gua sumpahin kalian dapat working environment yang nyaman dan green flag, juga gak toxic.. biar nggak kayak gua
Iyaaa plis cewe2 kalo udah tau lakinya sus dari pas pacaran jangan dinikahin plisss 😭
Sifat itu ga akan berubah. Kalo dr pacaran udah suka nyepelein hal2 kecil, pas nikah pasti bakal tambah parah 😭 please don't lower your standard
may all women in this world never have to overexplain no more to make men understand their basic, very basic needs in a relationship :( men please be more aware :(
tapi lo pernah ga sih merasa jd agak rendah diri ketemu orang yg well-raised dan kayaknya tumbuh di keluarga yg bahagia….? soalnya pas gue bercanda agak dark tentang hidup gue mereka malah concern……