i will never forget you
orang-orang yang selalu ada saat aku butuh bantuan, saat semua orang menjauh tapi mereka malah mengulurkan tangannya
gabakal lupa sama semua hal kebaikan yang udah kalian kasih, terima kasih
Mau semarah atau secapek apa pun, jangan pernah berhenti memberi kabar.
Sebab, komunikasi bukan hanya tentang berada dalam suasana hati yang baik, melainkan tentang rasa hormat dan kepedulian.
Kita boleh kecewa, marah, bahkan membutuhkan waktu untuk menenangkan diri.
Namun, jangan sampai orang yang kita sayangi harus menerka-nerka keadaan kita.
Hubungan yang dewasa bukan tentang tidak pernah bertengkar, melainkan tentang tetap memilih satu sama lain, bahkan di tengah pertengkaran.
Jadi, ketika sedang marah, katakan. Ketika membutuhkan waktu untuk sendiri, katakan.
Makin ke sini makin percaya kalau choosing a partner is not only about choosing who you love.
Kamu juga lagi milih kebiasaan-kebiasaannya, lifestyle-nya, cara dia ngelola uang, cara dia ngadepin stres, cara dia perlakuin orang lain, dan bagaimana dia komunikasi pas lagi marah.
Karena yang kita jalanin setelah menikah bukan cuma momen romantis.
please respect kalo ada orang yang tiba-tiba take a break dari dunia, yang tiba-tiba hilang dari sosial media, late reply atau ga mau diajak keluar. some people just need time to recharge and get back to their normal life.
"seporsi pilihan"
memilih tetap hidup, meski banyak hal yang membuat gila, kecewa, marah, kesal, penat, seolah olah tidak ada yang berpihak, tapi percayalah Tuhan punya sesuatu untuk kita.
jangan pernah memilih mati di tangan sendiri.
part paling menguras energi adalah ketika kamu capek sama semuanya, tapi kamu harus tetep kelihatan baik-baik aja dan berinteraksi normal dengan yang lain
baru sadar ternyata semakin sering kita mentoleransi perilaku seseorang, bukannya bikin mereka berubah justru bikin mereka semakin kehilangan respect ke kita.
ada tulisan cantik bgt, kira2 isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu.”