Keren banget sih ini Penabur Interculturual School, berani mengeluarkan murid yg merupakan pelaku bullying dengan prosedur yg tepat. Background anak ini gak kaleng-kaleng loh, dia yg salah tapi ke sekolah dia yg dijaga tentara 🤣🤣🤣 Masih di area sekolah aja malah main game.
Kabarnya sekolah elite lainnya juga MENOLAK menerima anak ini karena bekas pelaku bullying. Semoga hal-hal seperti ini dinormalisasi!
Maudy Ayunda, please deh nggak usah ngomongin mental health dulu.
Kamu nggak pernah hidup susah. Dari kecil sekolah internasional, rumah dan segala isinya dibantu ART, kuliah lanjut ke luar negeri.
Kamu juga nggak pernah ngerasain jadi orang Kalimantan.
Pagi harus antre BBM. Malam mati listrik. Udara sesak karena kebakaran hutan. Mau mandi, air PAM mati. Jalanan rusak parah. Hasil bumi dikeruk habis-habisan, tapi harga sembako malah selangit.
Jadi please, nggak usah ngomongin mental health seolah kondisi sekarang cuma soal gimana kita mengelola pikiran.
Kamu tone deaf. 😭
Sependapat sama Gitasav, ngomongin mindfulness dan mental health rasanya memang nggak relate sama kondisi negara kita sekarang.
Yang kita butuhin saat ini justru suara yang lebih kencang. Biar negara-negara tetangga juga mau ikut bantu memadamkan kebakaran hutan secepat mungkin.
Kita juga bisa terus mendoakan semoga hujan deras turun di seluruh penjuru negeri, khususnya Kalimantan, dan kabut asap pekat ini segera pergi.
Kalau kita bukan korban bencana dan nggak kena dampaknya, terus memilih tutup mata dan diam, itu juga jahat 🥲
Kencangkan sabuk finansial kalian.
Purbaya OUT.
Suahasil (Mulyani) IN.
Tahun depan
pajak naik.
Pajak baru bertambah.
Bukan reformasi.
Ini keran yang dikencangkan
dari atas ke bawah.
Era kapitalis lahir kembali.
Yang punya likuiditas dilindungi.
Yang hidup dari sisa disuruh hemat.
Rakyat disuruh kencangkan sabuk.
Pusat tetap longgar di kekuasaan.
Likuiditas akan semakin seret.
Ekonomi akan semakin lumpuh.
Bukan ramalan mistik.
Itu arah kebijakan wak
tarik, pungut, kendalikan,
lalu bilang DEMI KESTABILAN.
Kalau negara ini runtuh,
bagi kami itu bukan kiamat otomatis.
Kehancuran sistem yang menindas
bisa jadi celah.
Bukan karena kami cinta chaos.
Karena sistem yang sama
sudah terlalu lama
menguras daerah
lalu menguliahi daerah soal sabar.
Sumatera bisa membaca momen itu.
Melepas diri dari cengkeraman pusat
yang selama ini menindas
lewat sistem Jawa-sentris:
hasil ditarik,
keputusan dipusatkan,
daerah disuruh setia
sambil kasnya dikeruki.
Kesatuan tanpa keadilan
hanya slogan yang mahal.
Kalau yang utuh hanya pusatnya,
daerah berhak bertanya
utuh untuk siapa?
Karena kehancuran juga bisa jadi kebaikan
jika yang hancur adalah mesin yang menindas.
Destructive is also a solution.
Bukan untuk merusak rakyat.
Untuk merusak sistem
yang sudah terlalu nyaman
memungut dari Sumatera
lalu mengembalikan sepotong.
Beredar draf surat perjanjian (MoU) kontroversial yang meminta pihak sekolah untuk merahasiakan Kejadian Luar Biasa (KLB) seperti keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Isu ini menjadi sorotan publik setelah draf dokumen tersebut bocor dan beredar di beberapa wilayah seperti Bintan, Blora, Sleman, hingga Brebes.
Beneran kah gais? kalau bener sih parah banget yak.
stay safe dimana pun kalian berada besss🥹🥹 bmkg ngasih peringatan bakal ada gempa megathrust dari selat sunda🥹🥹🥹🥹
semoga kita semua dalam perlindungan Allah swt ya...aamiin🥹🫶🏻