"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
Izin meluruskan pernyataan yang kurang tepat ini
Plasenta itu secara genetik mengandung DNA dari ayah dan ibu secara seimbang.
Plasenta terbentuk dari sel-sel janin, yang merupakan hasil pembuahan sel telur ibu oleh sperma ayah. Bagian fungsional plasenta terdiri dari sel-sel dengan DNA janin, yang komposisinya adalah 50% dari ayah dan 50% dari ibu.
Sebenarnya poin utama yang membuat banyak orang bilang “plasenta adalah ‘bagian’ ayah” adalah pengaruh gen ayah sangat dominan di plasenta. Sebagian besar gen di plasenta diekspresikan lebih kuat, atau hanya yang berasal dari ayah.
Penelitian pada tikus menunjukkan gen dari ayah itu yang mendorong perkembangan pembuluh darah plasenta agar janin mendapatkan lebih banyak nutrisi.
𝗞𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻
Pernyataan 'plasenta bagian dari ayah, bukan dari ibu' TIDAK akurat, karena plasenta tetap membawa separuh DNA ayah dan separuh DNA ibu, meskipun “kontrol” yang lebih besar berasal dari gen ayah.
Sumber:
Giannubilo (2024). The “Bad Father”: Paternal Role in Biology of Pregnancy and in Birth Outcome.
@ayammcdd wkwkwk udah mulai terjadi di indo ya;
tinggal nunggu waktu aja kayak di US, cewek gampang bikin tuduhan palsu pelecehan;
pas si cowok udah belasan taun dipenjara baru deh entengnya minta maaf. lol.
you give them an inch, and they take a mile.
Mumpung isu KS lagi panas, ada baiknya kita mengingat lagi kejahatan seksual terbesar di sejarah Indonesia.
Kejahatan itu ialah Pemerkosaan Massal Mei 1998.
Pada Mei 1998, AsiaWeek melaporkan suatu mobilisasi preman yang raksasa.
Gerombolan-gerombolan preman, bandit, rampok, dan penyamun dari hutan-hutan Lampung dan Timor Timur didatangkan dalam jumlah besar pakai pesawat kargo dan kereta ke Jakarta.
Secara terencana, gerombolan preman dalam jumlah sangat besar digerakkan di seluruh wilayah Jakarta untuk menciptakan bencana kemanusiaan masif dan meluas.
Hasilnya sangat ekstrem.
Selama tiga hari nonstop, terjadi perburuan manusia di Jakarta.
Gerombolan preman dalam jumlah besar menyerbu kampung yang didiami mayoritas suku Tionghoa, mengepung gang, memasuki rumah orang random, memukuli ibu-ibu random penghuninya dengan sadis sampai mati, menelanjanginya, memerkosanya, membakarnya, membakar rumahnya, mencuri sofa dan kulkas dan TV dan lemari bajunya. Seluruh keluarga si ibu-ibu juga mati dibantai.
Kemudian gerombolan preman itu pindah ke rumah sebelah. Lalu setiap rumah di situ. Lalu ke kampung sebelah.
Ribuan orang mati dibantai.
Di jalanan Jakarta, perempuan diperkosa bergilir oleh massa dan dipukuli dengan sadis sampai mati dan rusak dengan mengerikan.
Gerombolan pencuri, penyamun, pemerkosa, dan pembunuh dalam jumlah sangat besar merongrong dan meneror seluruh wilayah Jakarta selama tiga hari nonstop.
Tidak ada aparat. Tidak ada kabar tentang apakah besok pemerkosaan massalnya sudah selesai atau masih lanjut. Soeharto lagi entah di mana di luar negeri. Orang capek.
The Rape of Jakarta.
Inilah "KS" terbesar di sejarah Indonesia. Ketika Nanking diperkosa penjajah, Jakarta malah diperkosa bangsanya sendiri, secara harfiah.
Siapapun yang bertugas melindungi Jakarta saat itu jelas gagal total.
Ternyata, di Jakarta saat itu ada tiga pasukan aktif yang besar:
1. Kostrad
2. Kodam Jaya
3. Kopassus
Pertahanan Jakarta praktis menjadi tugas mereka yang sama sekali tidak boleh gagal.
Kalau Jakarta sampai jatuh ke tangan musuh, merekalah yang tanggung jawab, karena gagal dalam tugasnya.
Kalau bukan mereka, siapa lagi yang bisa melindungi Jakarta dari musuh?
Oleh karena itu, semua anggota ketiga pasukan ini sudah bersumpah prajurit untuk melindungi rakyat tanpa gagal, bahkan jika harus mati sekalipun.
Selama tanggal 13-15 Mei 1998, ketiga pasukan ini ngapain aja?
Apa yang saat itu mereka lakukan untuk melindungi rakyat?
Selama tiga hari, para tentara ini nggak cuma gabut nontonin ratusan perempuan diperkosa bergilir dan dipukuli sampai rusak dan mati oleh massa, kan?
Tentu, tentara hanya mengikuti perintah.
Apa yang komandan-komandan ketiga pasukan lakukan selama 13-15 Mei? Apakah mereka memerintahkan pasukannya untuk melindungi rakyat?
Siapa sih komandan-komandannya saat itu?
Oh, berarti muncul 3 nama:
1. Pangkostrad saat itu
2. Pangdam Jaya saat itu
3. Pangkopassus saat itu
Tiga manusia inilah yang bertugas melindungi Jakarta selama 13-15 Mei 1998. Merekalah yang pegang pasukan.
Siapakah nama-nama ketiga orang yang spesifik itu? Tentu saja tidak boleh gw sebut.
They-Who-Must-Not-Be-Named.
Ikan busuk dari kepala. Kalau Kostrad, Kodam Jaya, dan Kopassus entah mengapa bisa-bisanya kompak gagal bersamaan, tiga orang inilah yang harus minta maaf sebagai pemimpin.
Tiga orang inilah yang harus minta maaf karena kicep gagal mencegah pemerkosaan dan pembantaian di Jakarta oleh gerombolan preman, termasuk oleh gerombolan preman dari hutan Timor Timur.
@txtdarigenz97 Anak2 yg di dalem ketakutan, pemilik wahana sedih usahanya dirusak, yg ngerobek ketawa2. Ini bukan nakal. Tapi cikal bakal pembu*uh. Itu juga kok bisa pegang pisau. Apa disuruh?
min barusan sholat ied di Masjid Jami' , ada bapak² yang sambutannya lama pakai ngomongin jasa walikota panjang kali lebar dan ke mana mana, sampai distop sama jamaahnya ngomong "suweee" @infomalang
sholat ied sampai² pas matahari sudah naik tinggi 🥲
Tato hewan seenak jidat kaya gini ini animal abuse yah.
Yg pernah ditato taulah itu rasanya kaya apa, tapi kan kita consent dan sadar untuk konsekuensinya.
Kalo di hewan, jelas ini mah ngadi2+cuman anggap si hewan jadi properti.
Ini ga bisa disamain dengan tato stamboom yah
Kayaknya ini dah lewat kemarin dari TL Dokter lain, tapi lewat lagi langsung TLku lagi.
Anjing sekecil ini kalau sudah cacingan sebanyak ini kemungkinan tertular dari induknya saat dalam kandungan. Penularan tranplasenta. Kadang sampai muntah cacing juga.
Cacing ini bisa menular kepada manusia juga kalau tidak sengaja menelan telurnya yang berlarva. Biasanya mengkontaminasi tanah atau pasir. Nanti menyebabkan visceral larva migran atau Ocular Larva Migran.
Jadi, awasi peliharaan anda, rutin beri obat cacing, karena itu berarti melindungi orang terutama anak kecil di sekitarnya juga.
@AdamPrabata Tidak apa-apa dok. Ini memang lagi gaduh di kalangan dokter hewan. Banyak yg gak terima juga karena jadi profesi yg kena. Jujur ngeri2 liat komen2an di twitter dan di threads yg malah nyerang profesi kami. Mungkin bentar lagi ada statement dari PDHI juga untuk hal ini