Rasanya seperti terasingkan, setelah mendengar kabar kenyataan lebih menyakitkan, rasanya seperti di bungkam, setelah mendengar dan tak tau harus bicara apa, rasanya seperti mati, setelah tau bahwa kita tidak benar-benar berguna.
Mari benahi ribuan kata yang membuat kita seperti terasing, mari kita mulai perjalanan baru yang lebih terarah, mari sudahi perang dingin yang melanda perasaan ini.
Memejamkan mata diantara gelapnya lampu kamar, melihat siluet yang samar sambil berkata "kamu sudah cukup lelah, istirahatlah besok kita kembali bekerja".
Mungkin kita adalah dua manusia yang hanya di takdirkan untuk mengenal, tidak untuk bersama, tidak untuk bersepakat menentukan takdir, sebab kita adalah manusia yang mempunyai dua tujuan yang berbeda.
Aku tidak membenci Tentara, tapi aku hanya anti Militerisme. Kebencianku bukan pada profesinya, tapi pada watak kekuasaan yang merasa berhak mengatur segala hal diluar batasnya karena diaa pegang senjata.
aku menghargai orang-orang yang mengajak aku keluar, membantu aku tetap sibuk, dan membantu aku kabur dari pikiranku sendiri, meski cuma sebentar. kalian bikin hidup terasa sedikit lebih ringan.
Tan Malaka pernah berkata:
Politik butuh rakyat bodoh.
Agama butuh jamaah patuh.
Kebenaran tak dibutuhkan oleh keduanya karena kebenaran suka memberontak.