salah satu yang menarik ketika naik MRT adalah TIDAK ADA TEMPAT SAMPAH.
gue kepikiran, siapa yang pertama kali mencetuskan ide liar ini dalam ruang rapat dulu. pasti diserang abis-abisan.
👷♂️: “kita nggak usah sediakan tempat sampah di stasiun.”
👨💼: “mana bisa? ada tempat sampah saja ruang publik masih kotor di mana-mana.”
👷♂️: “kita edukasi rakyat supaya mau bawa pulang sampahnya.”
👨💼: “mana bisa rakyat kita diedukasi kayak gitu?”
DAN TERNYATA BISA.
stasiun MRT super bersih.
sebenarnya, kalau pembuat kebijakan memberikan ruang untuk rakyat beradaptasi, banyak hal baik bisa terjadi.
sesimpel mengedukasi rakyat untuk tidak membawa sampah di ruang publik.
mungkin kita juga bisa mengedukasi wakil rakyat untuk tidak membawa gagasan sampah di ruang rapat.
izin 🙏
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
Ilusi Media Sosial dalam Hubungan
- Wanita sering merasa tidak puas bukan karena pasangannya kurang, tapi karena "layar" mereka penuh dengan standar palsu hasil produksi konten.
- Setiap kali dia membuka aplikasi, definisi "cukup" di kepalanya terus meningkat mengikuti algoritma.
- Algoritma butuh rasa iri agar pengguna terus men-scroll. Akhirnya, pasangan di dunia nyata yang harus membayar harganya dengan rasa lelah dan kecewa.
- Banyak hubungan kandas (Ghosting, HTS) hanya karena ekspektasi yang diracuni oleh standar estetik yang tidak realistis.
Apakah ini fakta tindakan hakim di persidangan? Ataukah hanya rekayasa AI? Saya tak sempat nonton sidangnya. Kalau benar ini atraksi hakim di persidangan: Duh Gusti, mengapa dunia peradilan kita begini?
Siapapun yg blg “kritik mulu emg udah kontribusi apa utk negara?” tanpa sadar baru saja mengungkap kebodohannya kepada yg diajak bicara.
Mendasar banget, padahal.
Gegaranya sepele, tapi cekcok mulutnya yang tajam.
Aksi keributan di Warung Madura Jln Raya Kodam, Kel Sumur Batu, Kec Kemayoran, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ahad (3/5) sore, dekat dengan Kompleks Perumahan Angkatan Darat.
Pria dengan helm putih (mengaku petugas), cekcok dengan pemilik warung madura (pria dan wanita), diduga gegara potongan admin pembayaran QRIS, dari potongan itu berkembang cekcok mulut yang tajam.
Pria helm putih mencoba menyerang perempuan pemilik warung, lalu dihalangi suaminya dan kemudian suaminya dianiaya.
Tak lama kemudian pria helm putih ini kembali dan merusak warung dengan tabung gas melon, dan menantang untuk melaporkannya.
Tak berhenti sampai disitu, diduga rekan2 helm putih ini tak terima dan menggeruduk warung melakukan intimidasi dan memporak-porandakan warung.