@ridwanhr Di daerah kami Padang Sidimpuan sudah 1 pekan lebih pertamax kosong, pertalite tak mencukupi sampai antrian 2 km lebih tiap x truk tangki BBM masuk dan masyarakat banyak yg gk kebagian padahal ud antri ber jam-jam.
Saya heran membaca pernyataan @Kemlu_RI re Venezuela yg sangat standar dan sama sekali tidak menyebut Amerika Serikat. Sejak kapan kita sungkan/takut mengkritik kawan yg lakukan pelanggaran hukum internasional ? Kenapa Menlu @Menlu_RI Sugiono sampai sekarang tidak bersuara, padahal dunia menunggu pandangan ๐ฎ๐ฉ sbg pemain Global South yg penting. Ini momen ๐ฎ๐ฉ perlu percaya diri menunjukkan sikap, sama ketika kita dulu menentang invasi AS thdp Iraq. Bebas aktif itu artinya BERANI berpendirian. Bermitra dgn AS, dan dgn negara manapun, tidak boleh menjadikan ๐ฎ๐ฉ negara penurut yg mengorbankan hal2 yg prinsipil.
The U.S. military strike on Venezuela is deeply regrettable, as it contradicts the very principles of sovereignty and multilateralism that America has long championed. As a self-proclaimed guardian of global democracy, this unilateral action raises serious questions about their consistency, especially in todayโs multipolar world where Russiaโs and Chinaโs influence in Latin America is growing stronger. It risks sparking widespread instability, compelling nations like Indonesia to navigate our national interests more strategically, rather than simply following ideological currents.
What happens to Venezuela also sets a precedent for other developing countries. It goes beyond a violation of sovereignty. Itโs a deliberate effort to restrict the Global Southโs freedom to manage its own resources. We must bolster solidarity among developing nations to safeguard the non-intervention principles we have long fought for.
The weaknesses of multilateral diplomacy, such as through the UN or the OAS, are becoming all too evident, rendering soft approaches like the ASEAN Way less effective against direct confrontations. Itโs time for us to develop a more proactive diplomacy, including networks with non-state actors for effective mediation, rather than a passive neutrality that leaves us vulnerable as collateral damage.
This strike could also serve as a catalyst for reforming global governance from a Southern perspective. Indonesia has the opportunity to lead initiatives at the UN to amplify the voices of developing countries, particularly on strategic resources. This isnโt merely a moral response, but a survival strategy in a fragmented world, emphasizing leadership that builds bridges rather than yielding to destructive powers. โขโขโข
Kalau sudah begini,warga harus makin kuat bergerak, bersuara makin lantang,bersolidaritas. Ga bisa sesederhana berharap dan menuntut negara. Bencana akhir tahun ini membuka mata kita semua ttg incapable government. Kita yg mesti bergerak sendiri.
@tempodotco Tersebab negara ini dilahirkan bukan hanya untuk mengakomodasi kepentingan kalian, maka tak ada hak kalian sbg pemerintah mangkir dari aturan. Bubarkan saja negara ini lalu kalian buat di rumah kalian pribadi masing2 untuk buat aturan sesuka hati, gk habis2 nya kebijakan aneh
[PERNYATAAN SIKAP]
Darurat Pembatasan Informasi Bencana: Negara Wajib Minta Maaf
Dalam beberapa hari terakhir, pembatasan terhadap pemberitaan bencana di Sumatera terjadi secara masif dan sistematis. Polanya jelas dan berbahaya.
-utas-
Kalau memang demikian, maka 3 (tiga) PROFESSOR Tata Negara, yaitu Prof @Yusrilihza_Mhd, Prof @mohmahfudmd, dan Prof @JimlyAs menjadi bemper melanggar konstitusi krn jelas-jelas putusan MK bhw jika polisi memegang jabatan sipil harus PENSIUN.
NKRI mau bubar aja ?