Innalillahi wa inna ilaihi rajiun
Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam atas wafatnya almarhum Sheikh Hamad bin Khalifa Alu Thani mantan Emir Qatar (tahun 1995-2013).
Almarhum adalah seorang pemimpin yang agung, bijaksana, dan dakwah untuk perdamaian dan kerja sama antar bangsa. Kontribusinya dalam mengembangkan Qatar dan memajukan hubungan internasional akan tetap dikenang dalam sejarah.
Kami berdoa kepada Allah Yang Maha Tinggi agar menerima almarhum dengan rahmat-Nya yang luas, menempatkannya di surga-Nya yang luas, dan memberikan kesabaran dan kekuatan kepada keluarga dan kerabatnya.
Berikut video analisa saya berjudul "Rakyat gaduh : Presiden Prabowo 1 dari 6 hari berada di luar negeri ? 5 saran saya". Semoga didengar Pemerintah. Silahkan dikomentari, dibahas, disebarkan, dikutip & boleh juga diliput media. Salam, Dr. Dino Patti Djalal
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Berduka mendalam mendengar kabar kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Menurut informasi terakhir, peristiwa ini telah merenggut 14 nyawa dan melukai puluhan korban lainnya. Sesak rasanya mendengar keterangan Basarnas bahwa seluruh korban yang dievakuasi adalah perempuan, terlebih saat membaca kesaksian dari mereka yang mengenal para korban.
Semoga para korban yang gugur diterima di sisi terbaik Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta para korban luka segera dipulihkan kesehatannya.
Dalam situasi seperti ini, prioritas pertama tentu evakuasi, penyelamatan, serta penanganan para korban. Mari kita berikan apresiasi dan dukungan kepada para petugas yang bekerja di lokasi kejadian, mulai dari tim SAR gabungan, kepolisian, petugas KAI, aparat Pemda setempat, hingga tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani para korban. Semoga mereka semua diberi kekuatan untuk bekerja lugas dan tuntas, sehingga beban para korban beserta keluarga bisa terus berkurang.
Prioritas berikutnya, operasional stasiun dan lintasan perlu segera berangsur normal agar warga lain yang harus menjalani aktivitas hariannya tidak ikut terganggu. Apresiasi dan dukungan kembali kita sampaikan kepada semua pihak yang bekerja keras memulihkan layanan publik, baik jajaran KAI, aparat Pemkot Bekasi dan pemerintah pusat yang turun menangani.
Juga Pemda sekitar dan pihak-pihak lain yang ikut membantu, seperti TransJakarta yang telah menyediakan shuttle tambahan sebagai pengganti layanan kereta yang terhambat pun patut mendapat apresiasi yang sama.
Terakhir, mungkin yang terpenting, semoga peristiwa ini bisa diinvestigasi dan dievaluasi secara menyeluruh. Bukan untuk mencari siapa yang paling salah, karena tidak ada satu pun pihak yang menghendaki kecelakaan ini terjadi. Evaluasi menyeluruh diperlukan agar peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari, baik di Bekasi maupun di daerah lain.
Banyak hal yang masih bisa diperbaiki, mulai dari praktik internal armada taksi, pengelolaan perlintasan tidak resmi oleh Pemda, hingga sistem peringatan dini yang lebih efektif bagi kereta terhadap gangguan pada lintasan. Kita bisa belajar dari industri penerbangan dunia yang konsisten melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kecelakaan, lalu menjadikan hasilnya sebagai bahan perbaikan standar yang berlaku global.
Kecelakaan ini terlalu mahal harganya untuk tidak menjadi pelajaran bagi perbaikan ke depan.
Mari sama-sama mendoakan para korban beserta keluarganya, sekaligus memberi dukungan kepada para aparat yang sedang menuntaskan penanganan. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT.
Jujur bertanya, apakah Presiden RI & Menhan dapat dijatuhkan Pasal MAKAR jika perjanjian pesawat Amerika dapat melintasi wilayah udara Indonesia? Coba baca betul Pasal 192 KUHP Baru. Diksinya pelakunya adalah setiap orang, tak terkecuali Presiden & Menhan. Mudah2an tidak
Postingan Natalius Pigai2 mengandung:
1. Ad hominem: Menyerang pribadi "Guru Besar" dengan sebut "hanya Guru yang dibesar-besarkan" tanpa bahas argumen spesifiknya.
2. Appeal to emotion: Cerita hidup penderitaan sejak lahir dipakai untuk validasi pemahaman HAM, bukan argumen logis.
3. Anecdotal fallacy: Pengalaman pribadi dijadikan bukti utama superioritas atas pengetahuan akademik.
Itu yang paling jelas muncul. Sisanya lebih ke narasi defensif.
Terlalu sakit, terlalu pilu, memikirkan tragedi yang menimpa Arianto Tawakal, murid usia 14 tahun yang dibunuh oleh seorang oknum Brimob…
Ibu-Bapak yg saya cintai, tren kesewenang-wenangan sudah mencapai sebuah titik di mana kita harus berkaca: kita ingin dikenal sebagai bangsa dengan budaya seperti apa? Apakah di mata Tuhan Allah dan di mata dunia, kita ingin dikenal dan dikenang sebagai masyarakat yang beringas dan liar?
Saya tetap yakin di segenap aparat hukum kita, mayoritas anggota merupakan manusia yang baik. Namun, peristiwa ini harus menjadi peringatan keras untuk mengembalikan profesionalisme sebagai kiblat utama lembaga penegak hukum.
Kematian Arianto Tawakal ini ekstra sedih bagi saya, karena tujuh bulan lalu saya sangat terinspirasi diajarkan oleh sesama tahanan di penjara yang beragama Islam tentang makna kata “Tawakal”, di tengah perjuangan saya untuk mengungkap kebenaran dan mendapat keadilan.
Tambah heran, bahwa kelakuan oknum Brimob ini juga terjadi di bulan suci Ramadan dan di bulan suci pra-Paskah. Saya tidak bisa membayangkan trauma yang dirasakan keluarga Arianto. Innalillahi wa innailaihi roji’un…
Turut berduka yang mendalam; saya dan Ciska doakan Allah SWT menyelimuti keluarga Arianto dengan segala kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi tragedi ini…
It’s too painful, too excruciating, to think about the tragedy that befell Arianto Tawakal, a 14-year old schoolboy who was killed by a member of Indonesia’s police paramilitary unit (Brimob)…
My dearest colleagues, this trend of ever-greater impunity has reached a point where we have to reflect: what kind of a society do we want to be known and remembered as? Do we want to be seen in the eyes of the Almighty and in the eyes of the world, as a savage and atrocious people?
I remain convinced that each and every one of our law enforcement agencies consists primarily of good human beings – but this incident MUST be a harsh wake-up call for us to return professionalism as the central guiding principle for our security forces.
It adds an extra layer of sadness for me that around 7 months ago, I was so inspired being taught the meaning and concept of “Tawakal” (utmost thriving followed by surrender to God’s Will) by Muslim fellow inmates in prison, as I was fighting to expose the truth and obtain justice for myself. It’s also bewildering to think that this depravity by a paramilitary police officer took place in the Holy Fasting Month of Ramadan and the Holy Month of Lent…
I can’t imagine the trauma that Arianto’s family is experiencing right now… We belong to Allah and indeed to Allah we shall return…
My deepest condolences to Arianto’s family; Ciska and I pray that God provides any and all strength and resilience to them in confronting this senseless tragedy…
Presiden Prabowo ketika baru menjabat mengumumkan tidak ada lagi pedagang quota untuk bahan makanan. Ternyata sampai hari ini untuk impor daging dan ikan masih berlaku quota. Akibatnya pedagang izin yg makin kaya. Konsumen dicekik.
@akbarfaizal68@HaloBCA Hahaha.. lebay amat lu.. kan gak harus pakai halo telkomsel.. makanya jangan gaptek, bisa pakai aplikasi juga kok.. BCA yang lu salahin. parah 👎
Gagal lolos ke Piala Dunia, Gugur dibabak awal Seagames. Menangnya cuma melawan Rumpus JIS dengan memanipulasi surat FIFA. Yang akhirnya Banjirrr lalu rusaknya sampai hari ini. Elu memang bangsat!
Starbucks workers across the country are on an Unfair Labor Practices strike, fighting for a fair contract.
While workers are on strike, I won’t be buying any Starbucks, and I’m asking you to join us.
Together, we can send a powerful message: No contract, no coffee.