Senja itu, Senin 21 September 2026, 3 orang kakak beradik.masing masing kelas 2 SMA, Kelas 2 SMP dan Kelas 4 SD, tiba tiba merasakan seperti ada gempa saat berada di dalam rumah kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.
Ketiga kakak beradik tersebut berada di dalam rumah tanpa didampingi oleh kedua orang tua lantaran pada sore harinya pergi membezuk nenek mereka yang sedang sakit.
Saat peristiwa galodo menghantam, awalnya mereka merasa seperti ada gempa. Tiba-tiba lampu rumah mati. Jaringan ponsel juga mati. Adik kakak tersebut merasa panik dan ketakutan.
Saat si sulung mencoba membuka pintu, tanpa disangka aliran air bercampur lumpur menerjang masuk ke dalam rumah. Kontan sekita mereka buru- buru kembali menutup pintu rumah. Tidak sampai disitu saja, akan tetapi,.dua orang si kakak langsung menyeret kursi sova dan meletakanya di belakang pintu, menahan pintu agar tidak jebor diterjang galodo. Sementara si paling bungsu menangis histeris ketakutan.
Disaat yang bersamaan, dari balik kaca jendela rumah mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri menyaksikan perabotan rumah serta kendaraan mereka berlahan dibawa air bah. Sementara dari kejahuan mereka mendengar bunyi gemuruh galodo yang seakan berpacu dengan detik waktu mengejar dan menghantam rumah mereka.
Benar saja, sejurus kemudian sebuah bongkahan batu serta kayu menghantam dan berhasil menjebol pintu rumah mereka. Dalam kondisi panik serta ketakutan, ketiga adik kakak tersebut saling bergandengan berpegangan tangan, saling menguatkan sesama mereka dan berdiri di atas kursi sova mencoba bertahan dari dahsyatnya amukan galodo pada senja itu.
Allahu Akbar.., Allahu Akbar, Allah sayang kepada ketiga adik kakak tersebut. Mereka selamat dan tak lama kemudian kedua orang tua mereka muncul ke rumah dan langsung mengevakuasi mereka.
@zeusszz1 Aman sih kak, punya ku juga gitu. Malahan banyak ibu ibu yang suka liat karena lagi gendong anak anaknya... sama anak anak sekolah yang suka luci kalo liat tasnya.