Seorang warga suku di Odisha, Jeetu Munda, terpaksa membawa kerangka kakaknya yang sudah meninggal tiga bulan lalu ke Odisha Grameen Bank pada Senin (27/4/2026).
Tindakan ini dilakukan setelah pihak bank di cabang Maliposi berulang kali menolak pencairan saldo sebesar ₹20.000 dengan alasan pemilik rekening harus hadir langsung.
Jeetu, yang merupakan buta aksara, tidak memahami prosedur dokumen seperti sertifikat kematian. Ia memilih membongkar makam kakaknya, Kalra Munda, dan berjalan kaki 3 km ke bank untuk menunjukkan bukti kematian tersebut.
Kasus yang viral di media India seperti NDTV dan The Hindu ini berakhir setelah campur tangan kepolisian dan pemerintah lokal (BDO) yang memerintahkan bank segera memproses hak ahli waris Jeetu.
TULANG PUNGGUNG KELUARGA ?
jambret begal akan jadi profesi menggiurkan kenapa ? pertama di lindungi polisi hingga kejaksaan, kedua jika mati bisa nuntut balik korban nya 👍 jogja
ketika ngelawan penjahat ada kemungkinan ujungnya malah jadi tersangka, lama-lama warga jadi gak mau menolong atau berbuat sesuatu kalo melihat tindak kejahatan, ya?
yang mengkhawatirkan dari penguasa yang mentolerir pelaku genosida, adalah kemungkinan penguasa itu punya visi yang sama dalam menggunakan kekerasan demi mencapai tujuan.