▶️ KEDUDUKAN DZIKIR KEPADA ALLAH
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/CVNB8oLu3u
Dzikir adalah amalan mulia yang sangat dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan berdzikir, hati menjadi tenang, iman semakin kokoh, dan dosa-dosa diampuni. Dzikir bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan bentuk penghambaan hati dan kesadaran penuh akan kebesaran-Nya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda:
يَقُوْلُ اللهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي ، فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِه�� ، ذَكَرْتُهُ فِي نَفْسِي ، وَإِنْ ذَكَرنِي فِي مَلَأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ
“Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat).” (HR. Bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675).
Hadits ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan dzikir di sisi Allah. Bahkan, dalam riwayat lain disebutkan bahwa orang-orang yang bertasbih, bertakbir, bertahlil, dan memuji Allah akan dimintakan ampun oleh para malaikat. Selain itu, dzikir juga menjadi sebab Allah memberikan ampunan dan mendekatkan kita kepada surga.
Mari jadikan dzikir sebagai bagian dari keseharian kita. Dengan mengingat Allah di setiap waktu, hati menjadi tenang, hidup terasa bermakna, dan insyaAllah kita akan termasuk hamba-hamba-Nya yang mendapat ampunan serta rahmat-Nya.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ BUAH SABAR SEBAGAI LANGKAH TERBERAT RAIH SURGA SEBAGAI HADIAH TERINDAH
📡 Simak kajian selengkapnya:
https://t.co/6oWzYT6CBw
Sabar adalah amal hati yang paling berat namun paling mulia. Dengan sabar, seorang hamba mampu menjaga imannya hingga Allah ﷻ menjanjikan surga sebagai balasan.
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata yang artinya:
"Sabar itu ada tiga macam: sabar dalam ketaatan kepada Allah, sabar dari kemaksiatan kepada-Nya, dan sabar terhadap takdir-Nya yang menyakitkan." (Madarijus Salikin, 2/451).
Tiga bentuk sabar inilah yang menjadi bekal utama seorang muslim. Allah ﷻ berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.’ Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini akan memperoleh kebaikan. Bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa perhitungan.” (QS Az-Zumar [39]: 10).
Sabar memang langkah yang berat, tetapi justru itulah jalan menuju hadiah terindah yaitu surga Allah ﷻ. Mari latih diri kita untuk sabar dalam ketaatan, sabar meninggalkan maksiat, dan sabar menghadapi ujian hidup, agar kita termasuk golongan yang dijanjikan pahala tanpa batas.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
#Bencana-Bencana Adalah Ayat-Ayat Peringatan Allah
Diantara ayat-ayat Allah adalah peringatan-peringatan terhadap alam yang kita tinggali ini? Kenapa demikian, ternyata itu akibat ulah tangan kita sendiri. Tapi apa hikmah dibaliknya?
Simak selengkapnya:
https://t.co/kfcoVJkkFk
▶️ ANJURAN UNTUK MENJAGA WUDHU BAIK MUSLIM DAN MUKMIN
📡 Simak Kajian selengkapnya:
https://t.co/S7dOBVuiwp
Wudhu bukan sekadar syarat sah shalat, tapi juga amalan yang menghapus dosa-dosa kecil. Saat membasuh wajah, dosa yang pernah dilihat mata akan luruh bersama tetesan air. Saat membasuh tangan, dosa yang pernah dilakukan tangan akan ikut hilang. Dan saat membasuh kaki, dosa yang pernah dilangkahi kaki pun ikut terhapus. Hingga selesai wudhu, seorang hamba kembali dalam keadaan bersih dari dosa-dosa kecil.
Dari Abu Hurairah radiyallahu anhu bahwasannya Rasulullah ﷺ bersabda:
عن أبي هريرة – رضي الله عنه – أن رسولَ الله صلى الله عليه وسلم قال إذا تَوَضَّأَ العَبْدُ المُسْلِمُ أَو المُؤمِنُ فَغَسَلَ وَجْهَهُ خَرَجَ مِن�� وَجْهِهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ نَظَرَ إِلَيْهَا بِعَيْنِهِ مَعَ المَاءِ أَو مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ فإذا غَسَلَ يَدَيْهِ خَرَجَ مِن يَدَيْهِ كُلُّ خَطِيئَةٍ كَانَ بَطَشَتْهَا يَدَاهُ مَعَ المَاءِ أو مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ فإذا غَسَلَ رِجْلَيْهِ خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتْهَا رِجْلَاهُ مَعَ المَاءِ أو مَعَ آخِرِ قَطْرِ المَاءِ حَتَّى يَخْرُجَ نَقِيَّا مِنَ الذُّنُوبِ.
“Apabila seorang hamba Muslim berwudhu atau Mukmin lalu ia mencuci wajahnya, akan keluarlah dari wajahnya itu semua kesalahan yang dilakukan oleh matanya bersama air atau bersama tetesan-tetesan terakhir dari air wudhu. Apabila ia mencuci dua tangannya, maka akan keluarlah dari dua tangannya semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya tersebut bersama air atau bersama tetesan terakhir dari wudhunya. Dan apabila ia mencuci dua kakinya, akan keluarlah semua kesalahan yang dilakukan oleh kakinya bersama air atau bersama tetesan terakhir dari air wudhu sehingga ia selesai dari wudhu dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Muslim : 244)
Allah ﷻ berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri. (QS Al-Baqarah [2]: 222)
Mari kita jaga wudhu, bukan hanya sebelum shalat, tapi juga sebagai amalan harian yang membersihkan hati dan menjaga diri dari maksiat.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
▶️ MENGEMIS BISA MEMBUKA PINTU KEMISKINAN
📡 Simak Kajian Selengkapnya:
https://t.co/hGXqapXgZC
Semua orang tentu ingin hidup berkecukupan dan terhindar dari kemiskinan. Namun, ada satu hal yang sering kali justru membuka pintu kemiskinan yaitu kebiasaan meminta-minta tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat.
Dalam ajaran Islam, meminta-minta hanya diperbolehkan dalam kondisi darurat, saat seseorang benar-benar tidak memiliki apa-apa untuk dimakan dan terancam kelaparan hari itu. Dan hal itu pun hanya berlaku untuk kebutuhan hari itu saja, bukan untuk kebiasaan sehari-hari.
Jika seseorang masih memiliki makanan, walaupun hanya cukup untuk satu kali makan, maka tidak diperbolehkan baginya mengemis atau meminta-minta. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga kehormatan diri, bersabar, dan berusaha sendiri.
Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu’anhu yang artinya:
“Bahwa ada beberapa orang dari kalangan Anshar meminta (pemberian shadaqah) kepada Rasulullah ﷺ, maka beliau memberi. Kemudian mereka meminta kembali, lalu beliau memberi. Kemudian mereka meminta kembali lalu beliau memberi lagi hingga habis apa yang ada pada beliau. Kemudian beliau bersabda, ‘Apa-apa yang ada padaku dari kebaikan (harta) sekali-kali tidaklah aku akan menyembunyikannya dari kalian semua. Namun barangsiapa yang menahan (menjaga diri dari meminta-minta), maka Allah akan menjaganya dan barang siapa yang meminta kecukupan maka Allah akan mencukupkannya dan barang siapa yang mensabar-sabarkan dirinya maka Allah akan memberinya kesabaran. Dan tidak ada suatu pemberian yang diberikan kepada seseorang yang lebih baik dan lebih luas daripada (diberikan) kesabaran’.” (HR. Bukhari: 1469).
Pelajaran penting dari hadits ini adalah, menjaga kehormatan diri, berusaha bersabar, dan mencukupkan diri dengan apa yang ada adalah cara agar Allah mencukupkan kebutuhan kita dan memberikan keberkahan.
Mengemis bukanlah jalan keluar, justru bisa menjadi pintu datangnya kemiskinan. Islam mengajarkan kita untuk menjaga harga diri, bersabar, dan bertawakal kepada Allah ﷻ. Karena rezeki yang halal dan berkah datang dari usaha dan doa, bukan dari kebiasaan merendahkan diri kepada sesama.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
Di sebagian masyarakat kita mempunyai keyakinan kalau saat ada acara sholawatan tertentu, mereka meyakini bahwa Nabi ﷺ hadir pada acara tersebut, sehingga bisa kita lihat tokoh mereka berdiri dan melihat ke suatu arah yang diyakini di situ ada Nabi ﷺ. Benarkah hal tsb terjadi?
▶️ INILAH TUJUAN MANUSIA DICIPTAKAN DI MUKA BUMI
📡 Simak Kajian Selengkapnya:
https://t.co/9xV8CQnH14
Terkadang, ada orang yang bertanya dalam hatinya, “Untuk apa saya hidup di dunia ini?” Pertanyaan ini jawabannya telah dijelaskan langsung oleh Allah ﷻ dalam firman-Nya:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.” (QS Aż-Żāriyāt [51]: 56).
Inilah tujuan utama keberadaan kita di muka bumi, yaitu untuk beribadah kepada Allah ﷻ. Segala bentuk amal kebaikan—seperti shalat, puasa, membaca Al-Qur’an, berbakti kepada orang tua, bersedekah, hingga menolong sesama—adalah bagian dari ibadah kepada-Nya. Sebaliknya, kita tidak diciptakan untuk bermaksiat, seperti berzina, mencuri, melakukan riba, atau menyebar fitnah.
Maka, arah hidup kita seharusnya satu, yaitu menuju keridhaan Allah ﷻ dengan menempuh jalan ibadah yang benar. Semoga Allah ﷻ senantiasa menganugerahkan kepada kita keistiqamahan dalam menjalani hidup sesuai tujuan penciptaan ini, hingga kelak berujung di surga-Nya. Āmīn.
Allāhu Ta‘ālā a‘lam bishawāb.
__
♻️ Silahkan disebarluaskan
🚫 Dilarang menambah dan mengurangi isi poster/video ini tanpa izin
#khalidbasalamah #khalidbasalamahofficial #ustadzkhalid #ustadzkhalidbasalamah
Rasulullah ﷺ bersabda;
مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.”
(HR. Bukhari, no. 20 dan Muslim, no. 1718)
"Uang uang saya, dosa dosa saya, jangan ngurus urusan lain" adalah ungkapan yang mungkin muncul dalam suatu percakapan ketika ada seseorang yang menasehati orang yang menyimpang dari jalan Allah ﷻ sehingga tujuannya agar orang itu kembali ke jalan Allah ﷻ.