ini ibaratnya punya ART yang punya jobdesc beresin rumah biar bersih, pas nggak bersih ditegur ini rumahnya kok nggak bersih, direspon kalau bapak/ibu gak suka saya kerjanya kurang ok silahkan pindah rumah.
MAHFUD MD: SAYA TERKECOH!
BERITA MENGATAKAN PELIMPAHAN PERKARA DARI POLISI KE KEJAKSAAN, P21.
TERNYATA BUKAN!
PELIMPAHAN HANYA BISA APABILA TERSANGKA (FEBRIE) TELAH DIPERIKSA POLISI!
TAPI TERNYATA INI PENGALIHAN PENYIDIKAN DARI POLISI KE KEJAKSAAN!
TERSANGKA (FEBRIE) BELUM PERNAH DIPERIKSA POLISI!
INI MELANGGAR HUKUM ACARA PIDANA!
Indonesia b̶e̶n̶c̶a̶n̶a̶ budaya KORUPSI
— Jaksa korupsi
— Polisi korupsi
— Hakim korupsi
— DPR korupsi
— TNI korupsi
— Bupati korupsi
— Menteri korupsi
Solusi dari WOWOK, naikan gaji mereka “minta 5 triliun, saya kasih 10 triliun”
KORUPSI dah jadi kebiasaan karena di manja👀
🚨 FANS LIGA KUNGKANG, YG PENTING JUARA “GLORY HUNTER”!
Kenapa banyak suporter yang tiap bursa transfer cuma ribut minta pemain baru, tapi jarang banget yang nuntut klubnya bangun Training Center.
Padahal ini kebutuhan paling basic buat klub profesional.
Di Indonesia, klub yang menurut saya punya Training Center paling proper cuma Bali United. Sisanya? Entah belum niat atau belum jadi prioritas. Uangnya habis buat beli pemain mahal.
Gausah jauh-jauh bandingin sama Eropa. Coba lihat tetangga kita, Johor Darul Ta’zim (JDT).
Mereka punya Training Center kelas dunia, bukan cuma buat tim senior, tapi juga akademi dan kelompok umur. Itu yg dinamakan investasi jangka panjang.
Sekarang lihat klub-klub Indonesia. Banyak yang latihan di stadion utama, ada yang latihan di selasar stadion, bahkan pindah-pindah lapangan karena nggak punya fasilitas sendiri.
Lah, kalau latihan terus di stadion, nanti rumput buat matchday gimana? Rusak dong bro. Mau bahas taktik strategi, recovery, sport science, sampai pengembangan pemain juga jadi serba terbatas.
Yang lucu, setiap musim banyak suporter cuma fokus:
“Beli pemain siapa?”
“Target juara!”
“Pelatih out!”
Tapi hampir nggak pernah ada yang teriak: “Mana Training Center klub kita?”
Pas udah juara, lupa akan hal begitu.
Inilah yang menurut gue disebut mentalitas Glory Hunter. Yang penting angkat piala, urusan fasilitas dan fondasi klub belakangan.
Padahal sebagai suporter, kita juga berhak menuntut fasilitas yang layak. Karena pemain datang dan pergi, pelatih datang dan pergi.
Tapi Training Center, akademi, dan fasilitas modern akan terus jadi aset klub puluhan tahun ke depan.
Kalau suporter cuma puas karena juara, tapi nggak pernah mendorong klub membangun fasilitas dan fondasi.
Dear PSSI: Berikan persyaratan jika klub professional ingin nangkring di Super League maka yg diutamakan harus punya training center dan akademi!
1. melayat - melihat mayat
2. dugem - dunia gemerlap
3. basa basi - bahas sana bahas sini
4. kue Putu - pencari uang tenaga uap
5. kidal - kiri dari lahir
6. cuanki - cari uang jalan kaki
7. doi - dia orang istimewa
8. es doger - es dorong gerobak
9. mudik - mulih dilik
10. MBG - makanan beracun gratis
Ada lagi yang bisa nambahin?
keheranan hakim MK waktu sidang soal MBG :
- gaji guru masih di bawah UMR, tapi MBG malah didahulukan.
- sekolah masih banyak yang rusak
- sekolah masih banyak yang kurang fasilitas
- Hakim MK Arsul Sani pertanyakan kenapa anggaran MBG masuk pos pendidikan, padahal MBG cuma layanan penunjang.
BREAKING NEWS!!!
Kelompok Hacker Pro Palestina resmi luncurkan arsip digital Genosida Gaza 64.537 video dan 17.905 kejahatan kemanusiaan kini dapat diakses publik!!!
Ini link nya --> https://t.co/yKbdkQsfn2
Dalam 1 jam podcast, ada 7 argumen yang dipakai untuk bela program pemerintah.
Mari kita hitung satu per satu.
Bukan dengan opini.
Dengan fakta mereka sendiri.
Mahasiswa UPI menggelar aksi menolak program Gerakan Mahasiswa Mengajar Jawa Barat, di kampus Bumi Siliwangi UPI, Senin, 6 Juli 2026. Program kerjasama antara Pemprov Jawa Barat dan UPI ini dinilai akan menggantikan peran guru honorer yang akan diberhentikan pada 2027 mendatang.
Di UGD, prioritas pelayanan berdasarkan kondisi medis, bukan jabatan atau status sosial.
🔴 Merah: mengancam nyawa, ditangani segera
🟡 Kuning: serius, perlu cepat tetapi bisa menunggu jika ada kasus merah
🟢 Hijau: keluhan ringan, dapat menunggu
⚫ Hitam: meninggal
Lulusan S3 Australia.
Belasan tahun jadi dosen. Bersaksi di MK.
Gaji pokok: Rp 2,6 juta/bulan.
Kampusnya buru-buru klarifikasi:
"tapi kalau ditambah honor ngajar, insentif penelitian, honor KKN, honor penguji... total Rp 9–16 juta!"
Nah itu dia masalahnya.
Dosen pendidik bangsa ini hidupnya bergantung pada honor yang tidak tetap, bukan gaji pokok yang layak.
Sakit satu bulan, nggak bisa ngajar ,honornya hangus.
Kita bicara orang yang mendidik dokter, hakim, insinyur masa depan bangsa.
Kelayakan hidup mereka harusnya dijamin negara , bukan diserahkan ke mekanisme honor yang fluktuatif.
🙄