"Berat memang tapi kita menyukainya atau tidak itulah yang terjadi. Siapapun kini, kalau mau diakui bobot keilmuannya, harus menulis artikel jurnal terakreditasi internasional." Selengkapnya di https://t.co/iVyRF7WVSZ
"Jadi, kalau kita bertanya kenapa misalnya kebijakannya amburadul, kenapa politiknya gaduh dan seterusnya, bisa jadi itu karena selama ini kekuasaan dilihat dengan cara tertentu". Llihat lengkapnya di https://t.co/wH7xRvFrbU
"Ada banyak antagonisme dalam masyarakat. Tidak pernah hilang atau mati. Hanya meredup dan melemah sementara waktu. Sampai ada sesuatu yang terjadi dan membuatnya mengeras. https://t.co/kOozPhca6T
"Setiap melihat fenomena kita sebetulnya tidak mengaksesnya secara polos. Setiap fenomena sebenarnya merupakan hasil dari pertarungan berbagai konstruksi untuk menjadi yang paling bisa diterima." Lebih lengkap baca di sini https://t.co/CxcRXQ2F0F
"Hingga pada akhirnya nanti tak ada seorang pun yang luput dari pengawasannya. Siapapun anda semua sudah dalam pengawasan otoritas". Baca lebih lengkap di sini https://t.co/yMAgINrCCK
Masyarakat seperti tak punya sesuatu yang bisa menjadi pegangan untuk mengarungi risiko yang makin hari makin besar. Semua harus berpikir sendiri, memutuskan sendiri dan menyelamatkan diri sendiri-sendiri https://t.co/JmjoyoQdkG
"Sebaiknya jurusan filsafat ditutup saja. Sekarang semuanya sudah empiris. Filsafat memang sudah disingkirkan dari sebagian besar kurikulum perguruan tinggi di Indonesia, dengan alasan yang kurang lebih sama" https://t.co/zK9qqsdyHH
Menilai apakah suatu masyarakat sudah demokratis atau belum tidak perlu rumit-rumit. Ketika sumber daya terdistribusi merata berarti masyarakat itu demokratis. Tapi kalau terkonsentrasi di sekelompok kecil orang , belum demokratis, lengkapnya di https://t.co/4oo73iT0PZ
"Dari yang awalnya ditumpukan pada kebutuhan masyarakat menjadi urusan yang sepenuhnya bagian dari kepentingan kampus. Ada banyak progam KKN yang tidak nyambung dengan kebutuhan masyarakat, dan hanya sekedar keren-kerenan, digital-digitalan" https://t.co/FyqfImxQxh
Ideologisering dikonotasikan dengan sesuatu yang menipu dan mengkamuflase kebenaran. Di sini biasanya, kebenaran diidentikkan dengan fakta-fakta atau data-data, semua yang bukan fakta dan bukan data sama dengan bukan kebenaran https://t.co/C6gGYTjQN3
Ketika disintegrasi big other terjadi, kita tidak lagi punya akses ke enjoyment lewat pleasure, tapi lewat pain. Itulah kenapa semakin banyak orang menyiksa diri dengan bekerja sekeras-kerasnya sampai capek, dengan harapan supaya bisa mengakses pleasure.
Ini artinya penulisan ulang sejarah itu membangkitkan hal-hal tak mengenakkan (trauma) dari ingatan perjalanan bangsa ini (unpleasant memories). Ada banyak luka sejarah bangsa yang harus sama-sama diakui dan disembuhkan. https://t.co/jNgmGAjglL
Sasaran dari kekuasaan yang banyak rupa itu tertuju bukan pada pikiran tapi pada tubuh. enapa tubuh dan bukan pikiran karena tujuan paling utamanya memang membentuk tubuh yang patuh atau tubuh yang lembek. Tbuhlah yang menentukan pikiran, bukan sebaliknya
https://t.co/qKEUdcmZyH