duh nirempati bgt.
lu pikir nyaman pake pembalut? kalo bisa mah kita yg cewe2 mending ga mens deh drpd hrs ngerasain sakit perut kek mau copot gt.
ini lg soal pembalut. lu tuh cowo anjg. pake jg engga, ngatur mulu. yeu belegug.
Olivia Rodrigo charts the entirety of her new album ‘you seem pretty sad for a girl so in love’ on the Global Spotify chart:
#1. stupid song — 10.1M
#2. the cure — 7.29M
#3. drop dead — 7.12M
#4. honeybee — 7.06M
#5. maggots for brains — 6.38M
#6. u + me = <3 — 6.09M
#7. my way — 5.97M
#9. what’s wrong with me — 5.87M
#10. begged — 5.66M
#13. less — 5.26M
#15. purple — 5.19M
#16. expectations — 5.03M
#18. cigarette smoke — 4.5M
Jangan lupa sholat
Dulu pas SMA, aku tinggal di rumah kakek nenekku. Kakekku almarhum meninggal di usia 100an tahun. Nenekku meninggal 90an juga. Salah satu yang membentuk kepribadianku adalah mereka berdua.
Rumah kakekku sebelah dengan masjid. Beliau salah satu khotib Jumat dimasjid itu. Dan setiap menjadi khotib, selalu materinya tentang sholat. Tidak pernah yang lain.
Dan setiap menasehatiku, selalu berpesan jangan lupa sholat.
Mungking kalau tidak melihat langsung kehidupan beliau, aku tidak akan begitu saja mengikuti pesannya. Tapi yang kulihat langsung adalah contoh hidup, beliau selalu sholat tepat waktu, rajin sholat dhuha dan tahajjud. Dan kupikir keberkahannya dari situ, dari sholatnya.
Tapi disamping itu beliau juga baik ke nenekku, masih sering bercengkrama seperti anak muda sedang asik bermesraan, mengerjakan pekerjaan rumah, bahkan sering memasak. Berbicara selalu baik, seperti memanggilku dengan sebutan kesayangan. Kehidupannya menurutku berkah sekali. Anak-anaknya banyak sampai 12 orang tapi jadi orang baik semua, bahkan kebaikannya mungkin turun ke cucu-cucunya (kayak aku amiiin). Nenekku juga sama, malahan setiap hari kuliat hanya tidur beberapa jam, mulai jam 12 malam sudah bangun buat sholat tahajjud sampai pagi. Ricauannya sampai hafal beberapa surat yang menurutku cukup panjang karena sering membacanya saja setiap hari. Dan setiap jam 4 pagi, aku selalu dibangunin mereka buat sholat dengan kalimat yang sangat lembut.
Dan itu semua menurutku adalah cerminan sholat mereka yang baik.
Sesibuk dan seruwet apapun duniamu, mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan sholat.
📷Musholla Bandara
Jadi inget ustadz saya waktu sekolah madrasah dulu dia bilang kurang lebih gini:
"Tugas saya bukan bikin kalian bersih dari dosa, tapi supaya kalian nggak mewajarkan atau malah berbangga atas dosa yang dilakukan."
Saya pas usia SD saat itu mikirnya "emang ada orang bangga sama dosanya? Aneh banget."
Pas udah dewasa baru ngeh kalau itu tuh bisa dan sudah terjadi. 🥲
I don’t think people fully appreciate how much of Perrie’s personal life has been made a public spectacle over the years.
People weight-shamed her while she was secretly pregnant with a baby she lost. Rabid fans piled on her after her cheating fiancé ended their engagement by text. Her former best friend betrayed her publicly while ghosting her privately.
Perrie’s mental health and trauma matters too, and if other people get to tell her story, she has every right to tell it herself. Some of these things have been chipping away at her for over a decade and she must be exhausted. Yet even now, she’s still protecting people who hurt her by not exposing every detail.
Knowing how much scrutiny she’s suffered and how severely she struggles with anxiety, I admire the bravery it took to claim ownership of her life story.
Menolak narasi/pemikiran LGBT itu TIDAK SAMA dengan menindas/mempersekusi LGBT.
Dokter Tirta ini masih yang pertama. Lu kalo campurin keduanya, bakal repot. Logika lu jadi berantakan.
Sama dengan halnya menolak penormalan merokok itu tidak sama dengan menindas/persekusi para perokok.
Menolak narasi LGBT itu BOLEH dan menjadi hak warga negara.
Mempersekusi LGBT itu baru TIDAK BOLEH karena ada unsur pidana dan membawa bahaya bagi keselamatan orang.
Nah, kaum lu suka nyampur-nyampurin keduanya. Ditentang narasinya dengan "stay normal" langsung ke-trigger, langsung cancel, langsung nge-block. Langsung ngerasa itu serangan ke identitas, jati diri, sehingga menolak narasi LGBT = menolak orangnya juga, alhasil dianggap jadi bagian dari diskriminasi. Padahal di kehidupan sosial masyarakat ga sesederhana itu realitanya!
Kalo ngaku progresif, harusnya budayakan dialog, bangun argumen yang kuat. Kebiasaan buruk penganut ideologi LGBT ini terlalu kuat budaya nge-block/dni nya pada orang yg sekadar berbeda pandangan, sehingga yg muncul kebenciannya aja, bukan dialog.
Belakangan sy suka baca konten ngata2in orang lain miskin.
Ya karena bawa sendal atau makan popcorn berdua di bioskop lah, atau pamer pendapatan sekian juta lah, pamer jajan Pedro lah.
Yang saya heran, orang2 ini apa ga sadar ya bahwa mereka juga blm masuk ke kalangan "kaya". Tp sombongnya udh selangit.
Dan terlalu ngurus hidupnya orang lain untuk memvalidasi dirinya , nyari kemenangan2 kecil dg menghina orang lain.
Geuleuh
Gwe kesian banget sama perempuan yang anggap ini lucu. Ini WEAPONIZED INCOMPETENCE. Para binatang bertitit sengaja tolol goblok idiot supaya nggak pernah lagi dimintain tolong. Dan lo malah normalisasi ini sebagai jokes. See how it turns into a joke when women are doing it
Gua tadi abis dari cuci steam.
Lagi duduk nunggu, bosen… terus di sebelah ada koko Cina. Kayaknya langganan situ juga.
Awalnya cuma basa-basi:
“Lama ya antriannya.”
“Iya, rame hari ini.”
Terus ngobrol dikit lah, nanya-nanya kerjaan segala macem.
Gak tau gimana, tiba-tiba nyambung ke topik duit.
Gua iseng nanya aja:
“Ko, kalo menurut koko… ngatur keuangan yang bener tuh gimana sih?”
Gua kira dia bakal jawab yang ribet.
Kayak investasi, bisnis, muter duit, atau apalah.
Dia malah santai banget jawabnya:
“Gampang… jangan keluarin uang buat yang gak perlu.”
Udah. Itu doang.
Gua sempet mikir,
“Yaelah… itu mah semua orang juga tau.”
Tapi makin dipikirin…
Justru itu masalahnya.
Semua orang tau.
Tapi gak ada yang bener-bener jalanin.
Gua juga gitu.
Tau ini gak penting,
tapi tetep beli.
Tau cuma pengen doang,
tapi dibela-belain.
Tau lagi gak butuh,
tapi tetep checkout.
Akhirnya bukan karena gak ngerti.
Emang karena gak bisa nahan diri aja.
Jadi ya mungkin…
bukan kurang ilmu.
Cuma kurang kontrol diri.