Leo Messi ha donado 80.000€ para la #reconstrucción de la Sierra Oeste de Madrid.
Quiero darle las gracias y decirle que los madrileños esperamos recibirle pronto para darle el aplauso que se merece. 🙌🏼
pantes aja ya banyak yg ke penang🥲
ini kakaknya ngebanding
32 juta VS 8 juta
beda 4 kali lipat, gila juga ya negara kita nih wkwk
udahlah gaji gedean di Malaysia, kesehatan malah murah di sana😊
🚨 BREAKING : Isabel Díaz Ayuso (Presiden komunitas Madrid) mengumumkan lewat media sosialnya bahwa Lionel Messi telah menyumbang €80 ribu (Rp1,65 miliar) untuk membantu rekonstruksi Sierra Oeste de Madrid yang terdampak kebakaran hutan besar dalam beberapa minggu terakhir.
Ayuso mengucapkan terima kasih kepada Messi dan menyatakan bahwa warga Madrid berharap bisa segera menyambutnya untuk memberikan apresiasi. 👏
Ga bermaksud nakut-nakutin, tapi kalian harus tau fakta-fakta berikut:
1. Gubernur BI mundur
2. Rupiah kembali tembus 18k
3. MBG dan Kopdes terus"an menggerus APBN
4. Minyak dunia menuju 120 dollar per barel
5. Arus keluar modal asing terus berlanjut
6. Pemerintah mengintervensi BI untuk cetak uang guna menutup defisit APBN
7. Ribuan P3K terancam dirumahkan
8. Pemerintah libatkan babinsa untuk kepatuhan pajak masyarakat
9. Outlook peringkat kredit Indonesia diturunkan dari stabil menjadi negatif oleh Moody's Ratings
10. Gelombang PHK masih terus terjadi
11. Mall-mall banyak yang dipagarin
Sekali lagi gue ga bermaksud nakut-nakutin kalian
-satpam dibunuh anak smp
-anak kehilangan bapak akibat dihakimin masa krn mencuri 1 ayam
-penjaga rumah ytta meninggal tiba2
-kpk nemu uang tunai 4m di rumah kadis pupr bengkulu
darderdor banget ya jadi wni
🧠artikel yang mind blowing soal kenapa kok tiba-tiba semua orang benci Lionel Messi
yang nulis adalah praktisi pemasaran dan pembentuk narasi profesional (narrative shaper). dia membedah bagaimana opini publik di media sosial dapat dimanipulasi secara masif dan cepat.
perubahan narasi kepada Messi yang menjadi fenomena risetnya
dari pahlawan yang dicintai seluruh dunia saat Piala Dunia 2022 menjadi sosok yang dilabeli "curang" atau "penjahat" empat tahun kemudian.
⏳
penulis menjelaskan mekanisme bagaimana suatu narasi diciptakan, disebarkan oleh algoritma, memanipulasi psikologi manusia, dan dipercepat oleh teknologi AI.
yang paling seram adalah bagian ini:
"Jika internet dan algoritma mampu merombak total reputasi seorang atlet yang paling banyak terdokumentasi dalam sejarah, bayangkan betapa mudahnya opini publik dimanipulasi dalam isu-isu kompleks yang tidak memiliki bukti rekaman 20 tahun. Misalnya seperti politik, perang, bisnis, kesehatan, atau kehidupan seseorang.”
baca ya. ini tulisan yang sangat menarik.
https://t.co/NZQ4ltEH3o
Argentina never got the respect they deserved.
I’ve never seen a national team receive this much hate for simply winning. Instead of giving credit to a team that has dominated world football for the last five years, social media became full of edited clips, AI-generated images, fake quotes, misleading posts and out-of-context videos, all made to discredit what this team achieved.
The worst part is that many people didn’t even care if it was true. If it got engagement, they shared it. If it pushed another anti-Argentina narrative, they believed it. That’s how low football discussion became. Imagine how empty your life has to be that your only way of getting attention is by spreading lies and fake propaganda about other people.
Every foul was analyzed frame by frame. Every referee decision became a conspiracy. Every victory had to come with an excuse. I’ve never seen another team get microanalyzed like this just because they kept winning.
A lot of this comes down to one thing: Lionel Messi, who is far better player than their favorite player, far better, far talented and achieved far more in the sport so as they see that Messi is better than their favorite player, instead of accepting it they looked for ways to discredit him and the team around him.
During this World Cup, people threw every label they could at Argentina. Racists. Zionists. Cheaters. Corrupt. All based on viral posts, fake quotes, edited clips or AI-generated content, without caring whether any of it was actually true.
They spent years trying to convince people that Argentina and these players didn’t deserve what they achieved.
The truth is that, they couldn’t accept that Lionel Messi and this generation reached a level their favorites never did.
No amount of propaganda can rewrite football history. And history will remember this Argentina team as one of the best international sides ever.
Leo Messi telling the players before the game to "Stay calm" and "Forget about everything else."
"Let’s stay calm, boys. Forget about everything else. Forget about everything. Let’s just think about playing, that’s all."
Itu yang awalnya hujat pemain Barca karena banyak yang dipanggil dan skin ke tim lain, sekarang dengan lantangnya bilang "Terima Kasih Spanyol telah menyelamatkan dunia"