RIP dr. Icha 😭💔
Gantung diri karena depresi berat, diduga akibat intimidasi 2 anggota DPRD 🤬
dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), lahir 27 Juli 1998, berusia 27 tahun.
Beliau adalah dokter jaga di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.
Meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 petang, ditemukan gantung diri di lantai 2 rumah orang tuanya di Kabupaten Kupang, NTT.
Kejadian:
- Pada 13 Juni 2026, dr. Icha menangani pasien anak korban gigitan ular di IGD. Keluarga pasien tidak puas dengan penjelasan medis mengenai ketersediaan serum anti bisa ular.
- Diduga terjadi intimidasi berupa bentakan keras, tunjuk2 wajah, & tekanan psikologis dari oknum anggota DPRD TTU. Saksi menyebut pelaku dalam kondisi mabuk (bau alkohol).
- Terduga pelaku intimidasi: Therensius Lazakar (Golkar) & Norbertus Tubani/Robertus Tubani (PKB).
(1)
LO PADA SIBUK NGOMONGIN KORUPSINYA DADAN ?
NIH ADA 1 KASUS YANG GA KALAH GILA. Kenalin,SILMY KARIM.
Doi adalah wakil menteri imigrasi dan pemasyarakatan,dulunya ngejabat sebagai dirjen imigrasi.skrg?TERSANGKA KPK.
MODUSNYA? IZIN TINGGAL WNA SENGAJA DIPERSULIT!Supaya apa? supaya pemohon bayar ekstra. Di loket daerah bayar,pusat bayar lg.
Hasilnya?menurut KPK ada aliran dana 366 M di 96 rekening!
Yg dari gaji 3%, sisanya?
Diduga dr pemohon.
Tiap Jumat duitnya dibagi2,
kepada para oknum di dirjen imigrasi.
Silmy sendiri kebagian 100 juta, TIAP MINGGU.
Dan b4ngs4tnya,supaya ga ketauan,mereka pake rekening OB sampe kerabat.
Bahkan ada kode buat diskusi besaran jatah pake istilah "vokalis" , "GITARIS dapet berapa", KOREOGRAFER dapet berapa", dan MALAIKAT buat uang yang dikasih ke pejabat2 tinggi.
cc:threaddns.d.manace
17 Mei 2026. Kapal TB Capricorn menyusuri perairan Kepulauan Riau.
AIS-nya : sistem pelacak kapal , dimatikan.
KRI Kujang-642 menghadang. Diperiksa.
25 kontainer. 390 ton. Isinya bukan pasir biasa.
Zirconium Oxide. Thorium Oxide. Neodymium Oxide. Triuranium Oktasida. Cerium Oxide.
Bahan baku nuklir. Logam Tanah Jarang (LTJ). Mineral paling diperebutkan di planet ini sekarang — bahan dasar kendaraan listrik, semikonduktor, sistem pertahanan militer.
Nilainya? Triliunan rupiah.
Tujuannya? Singapura.
Hampir lolos.
Sekarang konteks globalnya:
China kuasai 90% produksi dan pengolahan LTJ dunia.
Caranya? Mereka larang ekspor bahan mentah. Semua diproses di dalam negeri. Hasilnya: dunia bergantung pada China untuk teknologi masa depan.
Indonesia? Kita duduk di atas cadangan LTJ yang belum sepenuhnya terpetakan di Bangka-Belitung, Riau, dan sekitarnya.
Dan seseorang sudah mau menyelundupkan 390 ton keluar , sebelum negara ini sempat menghitungnya.
Wamen ESDM sendiri yang bilang: kita harus belajar dari China, larang ekspor bahan mentah, proses di dalam negeri.
Sementara di laut, 25 kontainer LTJ hampir sampai Singapura diam-diam.
Yang lebih bikin diam:
Pemilik kapal. Jaringan distribusi. Lokasi tambang asal. Eksportir.
Sampai hari ini , masih diinvestigasi.
Belum ada nama. Belum ada tersangka publik.
Padahal: 390 ton mineral strategis tidak dikumpulkan dalam semalam.
Tidak dikemas dalam 25 kontainer dalam semalam. Tidak dibuatkan dokumen dalam semalam.
Dan kapal itu tahu harus matikan AIS sebelum bergerak.
Pertanyaannya sederhana:
Jaringan seprofesional ini sudah berapa lama beroperasi ,dan selama itu, siapa yang menutup mata?
Ternyata gak habis2 ya. cerita org kena scam di Anyer.
Bukannya healing, malah kena scam oknum akamsi Anyer😭
Tapi gw ada 1 trik kalau liburan di Anyer.
100% aman, tenang, dan bebas pungli.
Kalau ga pengen bayar 120 ribu cuman buat sewa GAZEBO JELEK, pakai cara gw ini deh..
‼️TW:PELECEHAN SEKSUAL‼️
GAISS TOLONG BANTU UP, TEMEN AKU KENA PELECEHAN SEKSUAL SAMA DRIVER OJEK ONLINE, BAHKAN SAMPAI DI ANCAM MENGGUNAKAN PISAU❗️❗️
Untuk kronologinya, ada dibawah ini guys:
Kemarin, @TheEconomist mempublikasikan dua artikel soal Indonesia
Judul artikel pertama: Presiden Indonesia sedang membahayakan ekonomi dan demokrasi
Subjudulnya: Prabowo Subianto terlalu boros dan terlalu otoriter
Perlu diketahui, Spendthrift artinya orang yang menghamburkan uang secara tidak bijak. Diksi ini lebih keras dari sekadar “boros”. Dalam konteks negara, ada kesan ceroboh dan tidak bertanggung jawab secara fiskal.
========
Judul artikel kedua: Indonesia, negara mayoritas Muslim terbesar, sedang menempuh jalur yang berisiko
Subjudulnya: Prabowo Subianto sedang menggerogoti keuangan negara—dan demokrasinya.
Di artikel ini, pemilihan diksi “Eroding” rasanya memperkuat artikel lainnya. Jeopardising (membahayakan) masih bicara soal risiko ke depan. Eroding (menggerogoti) berarti prosesnya sudah berlangsung. Rasanya pelan, diam-diam, tapi nyata. Bagaikan batu yang berlubang oleh tetesan air.
Bahaya Tabung gas CNG 3kg, Jika Meledak bukan hanya dapur yang hancur tapi rumah bahkan bangunan sekitar bisa hancur, dan serpihannya terbang seperti peluru.
Kanda @bahlillahadalia harus hati-hari sekali ini dengan idenya. Di seluruh dunia tak ada yang menggunakan tabung untuk memanfaatkan CNG (Metana) untuk keperluan rumah tangga.
Bukan karena mereka tidak mampu membuat tabung yang aman, tapi risiko besar yang akan muncul jika CNG dimampatkan ke tabung karena butuh tekanan SANGAT BESAR sampai 200 bar. Bandingkan dengan LPG yang hanya 5 bar.
Tekanan 200 bar itu sama seperti tekanan terhadap benda yang berada dalam kedalaman laut 2.000 meter alias 2 km (1 bar ekuivalen dgn kedalaman 10 meter).
Bayangkan, Kapal Selam TNI AL saja maksimal hanya mampu menahan tekanan sampai kedalaman 500 m (mungkin kurang), lebih dari itu bakal remuk dan pecah karena strukturnya ndak mampu menahan beban.
Sekarang ada tabung gas CNG, yang di dalamnya ada tekanan 200 bar, diurus ibu rumah tangga di Indonesia, yang pasti tidak tahu bahwa ada bom siap meledak jika salah penanganan.
Ingat, saat awal tabung 3kg LPG dibuat, berapa banyak kasus ledakan tabung, padahal cuma 5 bar.
--------------------------
Kenapa bahaya CNG disimpan di dalam tabung untuk didistribusikan? Ini karena sifat dari wujud benda dengan massa jenisnya.
- Benda padat, seperti besi, dengan berat 1kg, akan memiliki volume paling segenggaman tangan.
- Benda cair, seperti air, dengan berat 1kg, akan memiliki volume paling sebotol mineral 1 liter.
- Nah gas seperti CNG, dengan berat 1 kg, akan memiliki volume besar sekali, lebih kurang 1,4m2 atau 1.400 liter.
Bayangkan besarnya ruang (volume) yang dibutuhkan gas CNG dengan berat 3kg, yaitu lebih kurang 4,2m2 di tekanan ruang (normal).
Karena itu lah CNG perlu dimampatkan volumenya. Cilakanya, CNG tidak berubah bentuk saat dimampatkan, tetap dalam bentuk gas. Sehingga butuh besar sekali tekanan agar ukuran ruang yg diperlukan menjadi kecil untuk menyimpan CNG dengan berat 3kg.
Besarnya tekanan yang dibutuhkan dari sisi teknis sekitar 200 bar agar bisa dimasukan dalam tabung yg kecil (lebih besar sedikit dari tabung gas LPG 3g).
Untuk menahan tekanan yang besar sampai 200 bar tsb, butuh bahan tabung dari baja yang tebal, utuh, tanpa sambungan, tanpa las-lasan. Konsekuensinya tabung akan besar sekali, bisa 3-4x berat tabung LPG saat ini.
Berbeda dengan LPG (yang merupakan produk sampingan pengolahan minyak), hanya butuh tekanan sekitar 5-10 bar. Dan ajaibnya gas LPG berubah wujud menjadi cair saat diberikan tekanan 5-10 bar. Itu lah yang menyebabnya tabungnya menjadi kecil sekali, dan ringan.
---------------
Dari sisi ekonomi, Pemerintah harus membelanjakan anggaran yang cukup besar sekali untuk mengganti tabung LPG 3kg, yang digantikan tabung CNG 3kg.
Harga produksi tabung CNG sudah pasti jauh lebih mahal, bisa sampai 20x harga produksi tabung LPG. Berbagai sumber menyebut bisa sampai Rp1,5juta-Rp3juta per tabung.
Tabung semahal itu, dengan isi gas murah, selain membebani uang negara, juga ada risiko hilang dicuri karena mahalnya.
Saat ini saja, data kehilangan tabung gas LPG 3kg saja buanyakkkk pol. Modal Rp15-Rp19ribu, dengan berat tabung 3kg LPG yang 5kg, jika dijual kiloan masih cuan Rp15ribu-Rp20ribu per tabung.
Bayangkan bakal tingginya minat menyikat tabung CNG yang beratnya bisa sampai 20kg. 😅
Apa tidak amsiong itu pemerintah mengawasi dan mengganti jika tabung CNG hilang?
-----------------
Jadi risiko keamanan, risiko anggaran, dan risiko dikilo itu lah yang menyebabkan tidak ada negara di dunia yang mendistribusikan CNG dalam bentuk tabung ke rumah-rumah.
Yang layak secara ekonomi adalah lewat jaringan pipa gas.
-------------------
Saran saya, pemerintah tidak perlu mengkonversi LPG ke CNG dalam tabung 3kg demi mengurangi subsidi yang menekan fiskal. Justru kebijakan ini akan jauh lebih membebani fiskal, bukan menghemat fiskal.
Namun, harus diakui, negara kita yang kaya produksi CNG adalah salah jika tidak memanfaatkannya, malah mengimpor LPG. Impor ini selain akan cipatakan ketergantungan, juga akan membuat bengkak beban keuangan negara, terutama untuk LPG subsidi 3kg.
Untuk itu, solusi yang masuk akal, hemat saya, baik dari sisi keamanan dan ekonomi adalah menggunakan hybrid;
1. Untuk daerah-daerah yang saat ini potensial pemanfaatan CNG karena penghasil gas alam, solusi pipanisasi gas yang perlu dilakukan masif. Misal seperti di Sidoarjo, dan Gresik di Jawa Timur. Yang dapat diperluas ke Kota sekitar seperti Surabaya, Mojokerto, Lumajang.
Jika seluruh Rumah tangga (juga industri, restor, dll) di di daerah ini menggunakan jariangan pipa gas, ini akan dapat mengurangi kebutuhan LPG secara signifikan.
Ya tetu butuh investasi pipanisasi gas. Yang memang mahal, tapi jauh lebih aman dan ekonomis dibanding distribusi dgn tabung gas CNG.
2. Untuk daerah lain yang masih sulit diakses, karena jauh dari sumber gas alam, dan belum punya stasiun storage, baiknya tetap saja gunakan LPG 3kg. Sambil ke depan pelan-pelan bangun stasiun gas dan pipanisasi gas CNG.
Ini lebih masuk akal daripada konversi LPG 3kg ke CNG 3kg.
🙏
Salam
FK
Kenapa ngotot banget MBG DAN KOPDES?
Karena itu lumbung suara mereka 2029, tiap2 pemilik SPPG dan kepala KOPDES akan diberikan tugas memenangkan calon mereka di 2029 nanti, kalau sampai mereka tidak menang di daerah itu, siap2 pemilik SPPG dan kepala KOPDES nya diburu KPK 2029 , bahasa pendeknya adalah SANDERA POLITIK
MBG kan ada SPPG
sppg yang akan di bangun tuh 30.000
sementara kopdes akan ada 80.000 unit
kita anggap aja tiap sppg dan kopdes yang kerja 10 orang
SPPG:
35.000 unit × 10 orang = 350.000 orang
KOPDES:
80.000 unit × 10 orang = 800.000 orang
Total keseluruhan:
350.000 + 800.000 = 1.150.000 orang
Jadi kalau asumsi tiap unit diisi 10 orang, totalnya sekitar 1,15 juta orang.
1.15 juta suara terkumpul tanpa perlu sogokan dll
Kalau tiap unit 20 orang
115.000 × 20 = 2.300.000 orang
Kalau tiap unit 30 orang
115.000 × 30 = 3.450.000 orang
Kalau tiap unit 40 orang
115.000 × 40 = 4.600.000 orang
Kalau tiap unit 50 orang
115.000 × 50 = 5.750.000 orang
⚠️ Nah, kan. Kejadian beneran kan. Kami bilang juga apa? Cuma asep sama residu doang aja efeknya udah amat sangat membahayakan, lha ini malah PUNTUNGNYA DITARUH DI OMPRENG!
ASU! Tandain kubangan lumpurnya; ESPEPEGE JATIROTO 1, WONOGIRI.
Dengan kegoblokannya mereka memperkerjakan perokok aktif. Bajingan!
PASTIKAN BELI BARANG INI DI WAKTU YANG PALING TEPAT.
1. *BELI HANDPHONE - NOVEMBER*
Harbolnas 11.11 adalah Momen diskon elektronik terbesar sepanjang tahun.
2. *BELI KAMERA - FEBRUARI*
banyak toko elektronik kasih penawaran spesial di momen Valentine.
3. *BELI MOTOR - AGUSTUS*
dealer rutin gelar promo besar menyambut hari kemerdekaan.
4. *BELI MOBIL - DESEMBER*
dealer kejar target akhir tahun, posisi nego ada di tanganmu.
5. *BELI RUMAH - OKTOBER*
Indonesia Property Expo rutin digelar, DP dan harga terbaik bisa kamu dapat di sini.
"Pinjol kenapa ga dibubarkan? Korban banyak yg bund*r, bahkan terakhir ada nasabah yg diorder fiktif damkar & ambulance sama DC."
Kamu tau AFPI? Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia. Organisasi resmi yg ditunjuk dari OJK.
Susunan Pengurus AFPI siapa aja? Mostly hampir anggota pengurus AFPI dari pihak PINJOL tersebut.
Jadi no wonder ya, kalo ada bbrp laporan terkadang dibalas dengan template — dan ketika pihak "pinjol" ngeles kalau DC itu bukan dr pihak mereka. AFPI dan OJK langsung ngga ngelanjutin lg casenya 🤪
Berikut list Susunan Pengurus AFPI yg merupakan mereka employee dr Pinjol ⬇️⬇️⬇️
Indonesia kepikiran “majakin kapal” di Selat Malaka, bahkan nyebut Iran sebagai inspirasi.
Secara emosi, ini bisa dipahami.
90.000 kapal lewat tiap tahun, bawa hampir sepertiga perdagangan dunia. Kita duduk di jalur emas, tapi yang jadi hub global malah Singapura.
Masalahnya, ini mentok di realitas.
Selat Malaka tunduk pada UNCLOS. Statusnya international strait.
Ada hak transit passage.
Kapal berhak lewat tanpa dipungut biaya sepihak.
Ini bukan jalan tol yang bisa tiba-tiba dipasang gerbang.
Kalau Indonesia maksa charge:
negara lain bisa balas lewat tarif, hambatan dagang, atau regulasi lain. Dan yang kena duluan justru ekspor kita sendiri (batu bara, sawit, nikel) yang semuanya lewat jalur yang sama.
Belum lagi ini bukan urusan kita sendiri. Ada Malaysia dan Singapura yang juga punya kepentingan besar.
Berharap semua langsung sepakat itu bukan strategi, itu gak semudah ngeludah.
Intinya:
frustrasinya benar, tapi arah solusinya salah.
Singapura tidak kaya karena “punya selat”.
Mereka kaya karena bikin kapal berhenti.
Indonesia?
Masih sibuk mikir gimana cara malakin yang lewat.
BAHAYA.
Celetukan Purbaya soal pasang tarif di selat Malaka udah sampe pemberitaan di Mainland.
Keliatannya cuma ceplas ceplos, tapi bisa mendelegitimasi UNCLOS.
Dampaknya? Kedaulatan laut Indonesia terancam bubar. Laut Jawa bisa lepas dari Indonesia. 🥲
Kenapa bercandanya Purbaya soal pasang tarif di selat Malaka itu BAHAYA?
Karena bisa mendelegitimasi UNCLOS. Udah digoreng media sana sini juga tuh.
UNCLOS itu gak cuma menjamin safe passage buat jalur perairan internasional. Pada dokumen yang sama, ada jaminan juga kedaulatan wilayah Indonesia.
Ini turunan dari Deklarasi the GOAT Ir. Juanda (Bapa aing).
Coba dipikir lagi deh, kenapa Laut Jawa itu teritori Indonesia dan bukan wilayah perairan internasional?
Kenapa negara kepulauan dan maritim kayak Indonesia punya hak atas batas wilayah laut ini?
Jawabannya: Karena UNCLOS. Hukum internasional mengakui laut ini sebagai hak teritorial kedaulatan Indonesia.
Sekali kita deligitimasi UNCLOS, maka kita sendiri yang ngajarin negara lain untuk tidak perlu menghormati aturan hukum ini.
Dampak lainnya? China makin bisa serobot Laut Cina Selatan.