Every continent before civilization, before every race even met each other, collectively took away women's rights. Chose their arranged marriages for them, restricted their sexuality to virginity until marriage.
There were no Zoom calls. No internet. How did 6 different races on 6 different continents all come to the SAME conclusion about women?
White, Black, Asian, Latino, Indian, Arab - ALL practiced the same thing and you are fucking telling me there isn't a solid reason behind it?
Since women were allowed to choose their own partners, look at the rate of single motherhood? From 5% to 40%+ in one generation.
Since women were allowed to not be virgins, look at the rate of prostitution, OnlyFans, abortion? Millions of abortions a year.
The best generation of kids, the best schools, the safest streets, the strongest society and civilization was when your rights were restricted.
You think your great-great-grandfather was dumb? The man who built a house with no tools, fought lions, survived wars - you think HE was dumb and you are smart because you have TikTok?
They restricted you because they LEARNED. Every man learned that if you give a woman unlimited sexual freedom, society collapses. Family collapses. Kids suffer.
You call it oppression. They called it order. And their order worked for 5000 years.
Your freedom hasn't worked for 50.
@karirfess Kalopun bukan hoax, kaya sengaja misleading. Misalkan di Indo nanya ke RS bagus/premium pas di sana di RS biasa. Jadi ga apple to apple.
*ini mungkin yah.
@kawaiichichu@karirfess Ya memang tergantung RS kan kak. Kalo lihat di bawahnya jg banyak yg comment 2 jtan utk bedah mulut. Bedah mulut itu tindakan yang udah mahal. Aku jg pernah 2x cabut pake bedah mulut di RS biasa di Jaksel ga sampe 3jt.
@sunrisehunt@karirfess Setau aku yg paling susah itu yg harus pake bedah mulut. Biasanya range sekitar 3-5 jt tergantung rumah sakitnya.
Pernah survey ke RS bagus iya 5jt. Cuma di RS biasa di bawah 3 jt.
kalian tau soal yakult ladies?
sales funnel ini lahir dari "empati" dalam krisis.
jadi gini ceritanya....
di jepang, banyak orang lanjut usia yg rentan mati dalam kesendirian.
bahkan ga jarang yang harus wafat & ditemuin berminggu-minggu berikutnya (sad, ik).
akhirnya, yakult bikin campaign "yakult ladies" ini.
> target audience-nya orang lanjut usia
> yakult ladies anter produk ke mereka
> jualan sambil tuker cerita
> menciptakan kedekatan emosional
> memastikan elderly ini tetep sehat
strategi yg sama juga diadopsi di indonesia dgn cara yg berbeda, untuk menjangkau konsumen lebih luas.
jadi, seberapa sering kalian belanja di yakult ladies?
#MarketingBarengDan
kalian tau soal yakult ladies?
sales funnel ini lahir dari "empati" dalam krisis.
jadi gini ceritanya....
di jepang, banyak orang lanjut usia yg rentan mati dalam kesendirian.
bahkan ga jarang yang harus wafat & ditemuin berminggu-minggu berikutnya (sad, ik).
akhirnya, yakult bikin campaign "yakult ladies" ini.
> target audience-nya orang lanjut usia
> yakult ladies anter produk ke mereka
> jualan sambil tuker cerita
> menciptakan kedekatan emosional
> memastikan elderly ini tetep sehat
strategi yg sama juga diadopsi di indonesia dgn cara yg berbeda, untuk menjangkau konsumen lebih luas.
jadi, seberapa sering kalian belanja di yakult ladies?
#MarketingBarengDan
gue pingin speak-up tentang beban kerja residen yang ga make-sense, senioritas kontolitas, dan rumah sakit korup yang ga kasih fasilitas layak bagi para residen
tapi gue ga yakin bakal cukup viral untuk bisa matter, dan kalaupun viral identitas gue pasti bakal ketahuan. so let's just say dokter residen itu kasihan betul
[1] bayarnya mahal
[2] masuknya susah
[3] udah masuk ditekan senior
[4] jam kerja ga ngotak, SETIAP HARI (literally setiap hari, i shit you not), berangkat jam 4 subuh pulang jam 10 malam, apalagi residen semester 1. coba pikir pakai kepala bagaimana hal tolol ini dibiarkan jadi budaya
[5] GA DIBAYAR PADAHAL TANGANI PASIEN LANGSUNG (kecuali sebagian super kecil residensi khusus)
[6] kampus, rumah sakit, senior-seniornya, ikatan alumni, ikatan dokter, anggap semua itu biasa. GOBLOK! TOLOL LU SEMUA! ANJING!
jadi minimal sebagai masyarakat, kalau ketemu dokter residen, mending baik-baik deh, mereka itu ada di garis nafas terakhir
'ya kalau gitu ga usah jadi spesialis'
pala lu gue sepak blok
Sore2 dibikin nangis sama bapak driver. Pesen grabfood dgn pengiriman prioritas, estimasi pesanan sampai 20 menit. Liat maps udah 40 menit bapaknya dalam perjalanan tapi posisi di maps gak gerak, mungkin paket datanya dimatiin. Udah keburu bete dong.
Nangisnya tau knp.?.
@mymerizal Kak aku kerja di f&b yg ada di online food dan tiap hari aku ktemu sm byk driver, aku pun user dan jujur aja no matter how much we pay mreka incomenya ga balance sm waktu & tenaga yg dikerjain. So just being good aja kak, selama km dpt driver yg tanggung jawab it will be ok :')
Twit gua kalo lg kritik pemerintah langsung banyak likes, kalo lg support programnya langsung banyak yg serang π
Padahal kritik dan support pada tempatnya aja. Ga semua program harus kita kritik yah.
@angga_fzn kan yang haram bukan alkoholnya...
definisi khamr itu kan segala sesuatu yang memabukkan (menghilangkan akal)... jadi fokus di tujuannya, bukan sekadar zatnya aja.