..setengah wajahnya. Senyum dari wajahnya cukup berani untuk percaya diri bahwa ia akan menarik beberapa perempuan malam ini.
Aku balas anggukan. Kemudian satu teguk tergelincir di kerongkonganku.
"Boleh saya temani, nona?"
sedikit lebih jahat, lebih percaya diri dan sepenuhnya ingin dipercaya. Aku? Tidak terkecuali. Aku hanya terlihat lebih jujur tentang hal itu.
"Are you here alone?" Suara itu terdengar di sebelahku. Seorang pria dengan gelas sampanye utuh di tangannya, topeng keemasan menutupi..
The timing of this song come up couldn't have been better when we're stressed over image calibration in the lab. Much thanks, our almighty Amy Lee. https://t.co/paRupH9BFc
"Emmmmm~" Nikmat sungguh nikmat, panas terik tidak bisa mengalahkan kenikmatan dari tiap gigitan apel segar.
"Mamma, berikan aku satu loyang di sebelah sana. Apple pie buatanmu enak sekali." Puji-puji aku lontarkan sembari tersenyum manis.
( Anak Mamma yang cantik, kalau kamu terus makan semua apelnya, nanti Mamma gak bisa bikin pie lagi )
Aku tersenyum, paham betul apa yang dikatakan Mamma, sembari menggigit sisa terakhir apel hingga yang tersisa hanyalah tangkainya.