Sebuah kolaborasi yang lahir dari semangat, kebanggaan, dan kecintaan terhadap PSS Sleman.
“𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐎𝐧” lahir dari riuhnya teriakan tribun stadion dan semangat juang mereka yang selalu berlari di lapangan untuk mengejar kemenangan.
Tentang keyakinan bermain dengan rasa bangga untuk lambang candi di dada.
Dari lapangan hingga Tribun Stadion, sorakan tak akan berhenti sampai peluit akhir berbunyi.
𝐆𝐚𝐦𝐞 𝐨𝐧. 𝐑𝐮𝐧! 𝐑𝐮𝐧! 𝐑𝐮𝐧! 𝐆𝐞𝐭 𝐭𝐡𝐞 𝐩𝐨𝐢𝐧𝐭𝐬 𝐛𝐚𝐜𝐤 𝐡𝐨𝐦𝐞!
#PSS #COSE #VivaLaPSS #VinciPerNoi #PSSxOverDistortion
What should I leave behind after all? A legacy.
Semoga laporan paruh musim yang dibuat bisa bermanfaat dan menjadi rekam jejak PSS bagi semua stakeholders sepak bola Sleman.
#PSSleman
Sugeng enjang, PSS Sleman Fans. Kami paham teman2 sdh tdk sabar. Dari yg saya pahami, pemain harus menyelesaikan tahapan MCU, kemudian tanda tangan kontrak, baru diumumkan secara resmi. Tujuan proses ini utk memberi kepastian bagi semua pihak, semoga kabar baik segera diumumkan
Kalau suatu hari suara manusia bisa mengguncang stadion, maka Maguwoharjo sudah melakukannya malam itu.
Saat semua tribun berdiri dan bernyanyi bersama, tidak ada lagi yang terdengar selain ribuan suara yang menyatu untuk PSS Sleman.
Bukan satu tribun, bukan sekelompok orang, tapi satu stadion penuh yang menyanyikan lagu yang sama dengan rasa yang sama.
“Seiring jejak langkahku, Mendukung Super Eljaku”
Di momen itu, Maguwoharjo terasa lebih dari sekadar stadion.
Ia hidup. Bernafas. Dan berdetak mengikuti nyanyian suporternya.
Dari utara sampai selatan, dari timur sampai barat, semua saling membalas chant tanpa henti. Drum dipukul semakin cepat dan suara ribuan orang menggema seperti tidak ingin malam itu berakhir.
“Jangan pernah kau ragu, Kamilah pendukungmu”
Lirik itu sederhana, tapi terasa begitu besar ketika dinyanyikan bersama-sama.
Karena dukungan di Sleman bukan cuma soal hadir saat menang. Tapi tentang tetap berdiri ketika keadaan sulit, tetap bernyanyi ketika tim sedang jatuh.
Dan justru di saat-saat seperti itu, suara tribun terasa paling tulus.
“Satukanlah tekadmu, Kobarkan semangatmu”
Mungkin pemain di lapangan lelah.
Mungkin musim tidak selalu berjalan indah.
Tapi selama Maguwoharjo masih dipenuhi suara-suara yang percaya, Super Elja tidak akan pernah benar-benar sendiri.
“Jadilah kau nomor satu, Itulah yang ku mau”
Bukan sekadar tentang klasemen.
Bukan cuma tentang hasil akhir.
Tapi tentang melihat lambang candi di dada itu terus diperjuangkan oleh orang-orang yang benar-benar mencintainya.
Karena bagi suporter PSS, sepak bola bukan cuma pertandingan.
Ia adalah rumah, kebanggaan, dan alasan ribuan orang rela pulang dengan tenggorokan habis demi satu nama.
“Ayo PSS Super Elang Jawa
Jadilah juara Liga Indonesia!”
#PSS #BCSxPSS #SLEMANIA
Ada yang spesial dari lagu tribun milik suporter PSS Sleman.
Bukan cuma soal nada atau seberapa keras dinyanyikan, tapi tentang makna di tiap liriknya.
“Setiap jejak yang kutinggalkan, menapaki harum kemenangan”
Kalimat ini bukan cuma tentang kemenangan di papan skor.
Tapi tentang perjalanan panjang yang dilalui bersama klub yang dicintai.
Tentang ribuan langkah menuju stadion.
Tentang perjalanan kandang ataupun tandang yang melelahkan.
Tentang hujan di tribun, suara yang habis karena bernyanyi, dan rasa bangga yang selalu dibawa pulang, apa pun hasil akhirnya.
Karena bagi suporter, setiap jejak yang ditinggalkan bersama PSS selalu punya cerita.
“Super Elja, lihatlah, kami datang di sini. Menemani, berjanji, kamu takkan sendiri”
Mungkin ini bagian yang paling menggambarkan arti loyalitas sebenarnya.
Di saat banyak orang hanya datang ketika tim sedang menang, tribun Sleman justru dipenuhi mereka yang memilih bertahan saat keadaan sulit.
Tetap hadir meski kecewa.
Tetap bernyanyi meski lelah.
Tetap berdiri walau klub sedang tidak baik-baik saja.
Sebab mendukung klub bukan soal siapa yang paling sering merayakan kemenangan.
Tapi siapa yang tetap tinggal ketika semuanya terasa berat.
“Bersamamu, semangatku tak akan berhenti”
Dan itulah yang membuat lagu ini terasa hidup ketika dinyanyikan ribuan orang bersama-sama.
Karena itu bukan sekadar chant tribun.
Itu janji.
Janji kalau sebesar apa pun masalah yang datang, PSS tidak akan pernah berjalan sendiri selama masih ada suara-suara yang setia bernyanyi di tribun.
“Dan pastikan kami s’lalu datang melihatmu menang”
Sesederhana itu harapan seorang suporter.
Datang ke stadion.
Bernyanyi selama 90 menit.
Mendukung tanpa henti.
Lalu pulang dengan rasa bangga karena klub yang dicintainya berhasil menang.
Karena sejatinya, sepak bola bukan cuma tentang pertandingan.
Tapi tentang rasa memiliki yang membuat seseorang terus kembali, lagi dan lagi, untuk satu nama yang sama: Super Elja.
#PSS #BCSxPSS
9 Mei 2026, 𝐀 𝐍𝐢𝐠𝐡𝐭 𝐭𝐨 𝐑𝐞𝐦𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫.
Malam yang akan selalu dikenang dan kelak kita diceritakan kembali.
Terima kasih kepada seluruh PSS Fans, @BCSxPSS_1976 , @S1H_Slemania , serta seluruh masyarakat Sleman atas setiap dukungan, kreativitas, dan cinta yang tak pernah henti diberikan untuk 𝑷𝑺𝑺 𝑺𝒍𝒆𝒎𝒂𝒏.
𝐏𝐒𝐒 𝐢𝐬 𝐩𝐚𝐫𝐭 𝐨𝐟 𝐨𝐮𝐫 𝐥𝐢𝐯𝐞𝐬.
#PSS #COSE
Rasa terima kasih serta apresiasi yang tak terhingga dari kami, PSS Sleman, untuk seluruh elemen suporter—BCS, Slemania, dan warga Sleman.
Hal ini tak akan terwujud tanpa usaha, dukungan serta doa kalian di laga kemarin.
Terima kasih.
#PSS#COSE#PSSvsPSIS
Bismillah, matur nuwun pangestunipun Bapak Kapolresta Sleman beserta jajaran, POLDA DIY atas dukungan penuh untuk PSS Sleman dan seluruh supporter, Insya Allah amanah kami jaga 🙏💚
PSS Sleman, ALE
Kami sangat gembira dengan perilisan Ultras Film di Inggris, sebuah film dokumenter menarik yang merayakan subkultur pendukung sepak bola.
Gak main-main, film ini lolos BFI London, Hot Docs & menang award di Swedia.
Dalam film baru yang unik ini, sutradara Ragnhild Ekner menggali fenomena besar subkultur ini yang mencerminkan dan memengaruhi masyarakat tempatnya berada di seluruh dunia.
Menampilkan ultras dari Argentina hingga Indonesia, Maroko hingga Italia, total delapan negara diliput dalam film dokumenter ini di empat benua. Ini bukan ulasan kritis, ini adalah penghormatan. Ultras akan dirilis di bioskop Inggris pada 24 April.