Penyebab laki-laki stres hingga
kehilangan Arah.
peringatan dari sabda Nabi tentang ujian berat yang bisa menimpa seorang laki-laki di akhir zaman:
"Akan datang suatu masa, di mana kebinasaan seorang laki-laki datang dari orang-orang terdekatnya istrinya, kedua orang tuanya, dan anaknya. Mereka mencelanya karena kemiskinan dan menuntut di luar kemampuannya, hingga ia menempuh jalan yang merusak agamanya."
Ujian ini tidak ringan. Tekanan dari keluarga, tuntutan hidup, dan perasaan harus memenuhi harapan sering membuat seseorang stres dan terhimpit. Ia ingin membahagiakan mereka, tapi tidak selalu mampu. Di situlah hati mulai goyah.
Bahaya muncul ketika tekanan itu mendorongnya mengambil jalan yang salah demi memenuhi tuntutan. Padahal, menjaga agama jauh lebih berharga daripada sekadar mengejar dunia.
Maka kuncinya adalah sabar dan tetap berpegang pada prinsip. Karena siapa yang menjaga agamanya di tengah tekanan, dialah yang sebenarnya selamat
Saudara kandung gw seorang psikolog yg sehari-hari kerjaannya dengerin dan beresin isi kepala orang lain yg berantakan. Pas kita lg kumpul kemarin, dia buka obrolan.
Dia bilang, "lo tau nggak paradoks paling lucu dari profesi gw?"
Dia cerita, pernah nanganin pasien yg semuanya punya pola masalah yang sama. Mereka gak ada yang bener2 sakit secara fisik, tapi badannya rontok karena pikirannya selalu merantau ke masa lalu atau masa depan.
Siksaan batin yg dijelasin saudara gw ini namanya Mental Time Travel.
Kondisi dimana otak kita terlalu canggih sampe bisa loncat ke masa lalu buat nyeselin hal yg udah lewat, atau loncat ke masa depan buat nyemasin hal yg belum tentu terjadi.
Efeknya? Lo kehilangan masa kini. Lo lagi makan makanan enak tapi nggak ngerasain rasanya, lo lagi jalan sama anak-istri tapi pikiran lo lagi sibuk mikirin cicilan 5 taun ke depan, atau sibuk nyeselin blunder kerjaan minggu lalu.
Dia cerita, banyak pasiennya yg kalau malem sebelum tidur, otaknya kayak muter kaset rusak. Mereka selalu terjebak di zona "Regret & What if"
"Kenapa ya dulu gw gak ambil kesempatan itu?"
"Gimana kalau nanti umur 40 gw mendadak di PHK dan gak punya tabungan?"
Siksaan batinnya adalah masa lalu udah jadi abu, masa depan masih jadi kabut, tapi lo ngorbanin satu2nya hal nyata yg lo punya sekarang, yaitu detik ini. Lo dapet capeknya, tapi gk dapet solusinya.
Gw tanya ke dia, "Kenapa otak kita secara psikologis bisa se terjebak itu?"
Dia jelasin kalau secara evolusi, otak manusia itu emg didesain buat bertahan hidup dg cara mengantisipasi bahaya (masa depan) dan belajar dari kesalahan (masa lalu).
Tapi di jaman sekarang, insting itu malah jadi bumerang. Tiap hari kita liat pencapaian orang lain di medsos yg bikin kita cemas ama masa depan kita sendiri.
Kita dipaksa buat selalu berlari ngejar target, sampe lupa caranya berhenti sebentar buat napas.
Ada satu istilah psikologi yg ngena banget buat kondisi ini:
"The Illusion of Control"
Kita mikir dg merenungkan masa lalu berulang kali, kita bisa mengubah rasa bersalah kita. Atau dengan mencemaskan masa depan, kita bisa mengendalikan hasil akhirnya.
Padahal itu semua cuma ilusi. Satu2nya momen dimana lo punya kekuatan penuh buat bertindak dan mengubah sesuatu itu cuma ada di masa kini.
Gimana cara kita buat lepas dari penjara waktu ini?
Saudara gw kasih terapi simpel yg biasa dia kasih ke pasiennya:
Grounding Technique (5-4-3-2-1)
Pas pikiran lo mulai melayang entah ke taun berapa, paksa mata dan tubuh lo buat fokus ama sekitar.
Sebutin 5 benda yg lo liat sekarang, 4 hal yg bisa lo sentuh, 3 suara yg lo denger, 2 bau yang lo cium, dan 1 rasa di lidah lo.
Cara ini bakal menyeret paksa kesadaran emosional lo kembali ke realita tempat lo berdiri.
Langkah kedua adalah bergaul sama kenyataan, bukan asumsi.
Kurangi bikin skenario terburuk didalam kepala. Kalau emg ada hal yg perlu disiapin buat masa depan, tulis di kertas jadi action plan yg nyata, after itu tutup bukunya.
Belajarlah buat menikmati hal-hal kecil yang gratis.
Dinginnya air pas lo wudhu atau cuci muka, angetnya obrolan ama pasangan sebelum tidur, atau rasa pahit manisnya kopi yg lagi lo seruput.
Pesan dari saudara gw ini:
Masa lalu itu udh selesai tugasnya, dan masa depan itu bukan urusan lo sekarang.
Satu2nya tanggung jawab lo adalah menjalani hari ini dengan sebaik-baiknya.
Jgn biarin hidup lo lewat begitu aja cuma karena lo terlalu sibuk jadi penjelajah waktu di dalam kepala lo sendiri. Rebut kembali kendali pikiran lo mulai hari ini.
tulisan by ryn pedia
cc: istory selebriti (facebook)
๐จ Kalau kamu umur 27โ35 & masih sering ngerasa "belum apa-apa", ini buat kamu.
Thread pendek tapi dalam tentang Inner Child yang belum sembuh + cara spiritual menyembuhkannya.
di halte TJ, tiba2 dapat wejangan..
๐ค: jam segini baru berangkat kerja mas?
๐: ga pak.. justru ini mau balik ke kosan, tadi abis tes di perusahaan dekat sini
๐ค: oh, gapapa mas, masih cari kerja. pulang ini coba masnya sholat dhuha terus lanjut baca doa ini ya.. "allahumma inni as aluka bii asmaikal Husna wasifatikal Ulya bi Anni asyhadu annaka antallah la Ilaha Illa antal ahadus Shomad lam yalid wa lam yulad wa lam yakullahu kufuwan ahad"
๐: oh ya, makasih pak, nanti saya praktekin
๐ค: sehat2 ya mas (sambil masuk bis)
mari normalisasikan:
pake baju itu-itu aja,
pake hp lebih dari 4 tahun,
gak beli barang cuma karna fomo,
pake sepatu sampe rusak,
pake skincare & makeup sampe habis.
gapapa keliatan biasa, yang penting hidupnya gak maksa.
Selama 3 bulan ke depan, lakukan tantangan ini:
* Tidak ada film porno
* Tidak ada alkohol
* 2-4 butir telur/hari
* 3 liter air
* 6-7 jam tidur
* 10.000+ langkah/hari
* 100+ push-up setiap hari
* Mandi air dingin di pagi hari
* Tulis setidaknya 1.000 kata setiap hari
* Tuliskan 5 hal yang telah kamu lakukan
Itu akan menyelamatkanmu.
Bahlil dan pigai sudah melakukan itu, selamat menjalankan. Hidup ijajah palsu๐
Apa benar merk "culun" seperti Starbucks, L'oreal, Unilever, dll. menyumbang banyak untuk Israel?
Kenapa saya bilang merk culun? Ya karena memang culun, beda dengan merk-merk yang sebenarnya jauh lebih vital bagi Indonesia maupun Israel, tapi nggak ikutan diboikot ๐ -Thread-
Ada fenomena menarik yang mungkin kelewat buat diamati & disadari:
Kenapa orang problematik/ga berprestasi/beban seperti lebih sering dapat bantuan/prioritas/keistimewaan? Sedangkan yang berkarakter baik/berhasil/berprestasi justru mendapatkan, ga hanya beban/tanggung jawab lebih besar, tapi bahkan perlakuan buruk? Bahkan mereka sering diabaikan kebutuhannya atau tidak mendapatkan pertolongan ketika kesulitan atau dibiarkan berjuang sendiri.
Pada akhirnya, ga satu pun dari mereka yang akhirnya sukses/berhasil/selamat dari petaka ekonomi/kehidupan. ๐ค
Aku menemukan banyak kasus serupa. Belajar dari situ, sekarang aku udah bikin mindset buat akan selalu berinvestasi ke bibit unggul dan memprioritaskan keselamatan dan perkembangannya aja. Pengalaman pribadi, bantu orang-orang problematik malah cuma bikin penyakit dalam hidup aja.
SEORANG TUKANG BECAK PERGI MENCARI SESUAP NASI, NAAS SAAT PULANG RUMAHNYA SUDAH HABIS TERBAKAR.
Namanya bapak Nasir asal Barru Kota, Sulawesi Selatan. Beliau belum berkeluarga karena separuh hidupnya digunakan untuk mngurus kedua orang tuanya, dan juga belum lama ini orang tuanya mninggal dunia. ๐ญ
Dan tidak berhenti di situ kemarin sore rumahnya pun terbakar dan hanya tersisa baju yang di pakai serta becak pak Nasir. ๐ญ