Sore, 12 Mei 1998. Enam mahasiswa Trisakti ditembak saat sebagian besar dari sekitar 6.000 mahasiswa sudah kembali ke kampus sepulang dari demonstrasi. Empat mahasiswa, Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, Hendriawan Sie meninggal dunia.
Analisis forensik menunjukkan empat mahasiswa ini meninggal karena tembakan dari senapan steyr. Senapan berdaya ledak tinggi dan hanya dimiliki segelintir unit polisi. Kapolri sendiri mengatakan orang2nya cuma menggunakan peluru karet.
Lambat laun, terkumpul bukti bahwa tembakan itu bukan dari polisi. Tetapi dari unit khusus yang menyamar, menggunakan seragam polisi. Serangan diperhitungkan secara matang untuk memprovokasi mahasiswa.
Memang berdarah dingin...
Sumber: Adam Schwarz, Nation in Waiting, hal 355.
@ahmad_bellamy@andre_rosiade@Andiarief__@jansen_jsp Tapi apakah arhan jadi starter bang yang dulu? Cuma jadi supersub itupun kalau buntu butuh lemparannya main cuma 5 menit akhir doabf. Ini sudah camat jadi starter inti.
Yang sering terlupakan itu, ongkos hidup orang yang lebih miskin itu lebih mahal daripada yang kaya.
1) Yang kaya bisa beli rumah cash, yang miskin harus KPR, jatuhnya jauuuh lebih mahal.
2) Bayar UKT yang kaya bisa cash, yang miskin harus pinjam dengan bunga, bunganya bisa 20% kalau via pinjol.
3) Beli barang sehari-hari seperti beras, kalau beli banyak jatuhnya akan lebih murah, tapi yang miskin cuma mampu beli sedikit, jadi per satuan lebih mahal.
4) Pinjaman bank juga susah dapatnya karena penghasilan tidak cukup.
5) Yang kaya bisa rutin check up ke dokter, yang miskin baru dirawat kalau udah sakit parah, jatuhnya lebih mahal.
6) Yang kaya bisa beli kendaraan, yang miskin harus naik ojol, jatuhnya lebih mahal in the long run.
dan masih banyak lagi.
Ayase Ueda:"Indonesia sudah berada di jalan yang benar, Ranking 146 FIFA tapi tidak menampilkan permainan negatif football melawan kami, Pelatih Indonesia layak diapresiasi. Babak pertama kami hanya mampu jebol lewat Penalty, dalam 2 atau 3 tahun ke depan, Indonesia jelas patut diperhitungkan"
#BukanTranslate
Dua perompak bersenjata yang sedang mengincar kapal pengangkut BBM dihadapinya sendirian.
Salah satunya berhasil ditangkap, satunya lompat dari kapal.
Babinsa Koramil 402-11 Sungai Menang, OKI, Serka Tri Ari Wibowo layak dapat penghargaan nih. ๐