Cerita singkatnya begini; Aku mencintaimu, kamu mencintainya dan orang yang kamu cintai, mencintai orang lain. Pertanyaanku kepada hati: Kenapa engkau selalu jatuh kepada orang yang enggan menangkapnya?
Kesedihanmu hanya sementara, nikmati saja. Tak perlu khawatir, perlahan rasa itu akan gugur. Percayalah, Tuhan itu maha baik— Jika dia memang tidak ditakdirkan untukmu, Tuhan pasti akan menghapus rasa itu.
Tiap hari chattingan— saling memberi perhatian. Tiap hari callingan— membahas apa saja agar tidak bosan. Tiba-tiba ia update story berdua dan itu bukan dengan kamu. Gimana rasanya?
Jika kamu tak suka denganku, itu hakmu. Aku pun takkan mencoba berubah hanya untuk disenangi. Karena aku yakin, aku adalah orang yang sempurna buat orang yang benar-benar mencintaiku.
Mau lo bahagia, mau lo sedih, mau lo terjungkal karena kesandung batu dan apapun itu yang ada di hidup lo. Jika seseorang udh hilang respect ke lo, dia bakal bodo amat sama lo.
Bangkit dari keterpurukan,
bangkit dari penjajahan dan
bangkit berjuang melawan covid-19.
Tetap bergandengan tangan untuk membangun negeri ke arah yang lebih baik lagi. Selamat Hari Kebangkitan Nasional.
Datang bukan untuk menetap, sekadar singgah memberi harap. Pergi tanpa rasa bersalah, meninggalkan hati yang terlanjur patah. Dan kembali bukan untuk memperbaiki, tapi untuk menyakiti lagi dan lagi.