Berita datang beruntun. Badai, banjir, erupsi, hingga satwa liar yang kehilangan habitatnya. Ketika bencana datang bertubi, mudah bagi kita untuk merasa cemas dan gamang. Namun, justru di saat seperti inilah kita perlu kembali menguatkan semangat saling bantu, warga jaga warga.
Senang dengar kabar ini. Artinya bahasa kita diakui untuk pemakaian resmi di sidang dan dokumen kunci UNESCO. Sebuah penghargaan bagi perjalanan panjang pendidikan dan kebudayaan kita.
Keputusan UNESCO ini juga berarti pengakuan bahwa bahasa kita tak hanya besar skala penuturnya dan luas jangkauannya, tapi juga nyata perannya dalam dunia ilmu, pendidikan, dan kebudayaan.
Kita berikan apresiasi atas kerja sunyi para diplomat, akademisi, pegiat bahasa, dan jajaran pemerintah lintas periode yang menyiapkan dan memperjuangkan langkah ini.
Mari rayakan capaian ini dengan karya. Terus kembangkan Bahasa Indonesia menjadi lebih kaya, lebih inklusif, dan lebih luwes. Jangan ragu bereksperimen untuk menambah kosakata Bahasa Indonesia.
Manfaatkan bahasa kita untuk bertutur dan menulis dengan baik agar makin menjadi bahasa ilmu, bahasa teknologi, dan bahasa seni yang percaya diri bersanding dengan bahasa internasional lainnya di panggung dunia. 🇮🇩
@RmGunawan278@kompascom Disukai?
Oh jd bagi termul, modal jd pemimpin itu disukai yah
Bukan gagasan/kebijakannya.
Pantes tolol dan miskin ya termul itu
Banyak anak muda hari ini merasa seolah masa depan menutup pintu di depan mata mereka. IP-nya bagus, CV-nya rapi, semangatnya tinggi, tapi kesempatan itu tak kunjung datang.
Bayangkan rasanya, setiap pagi bangun dengan harapan baru, tapi setiap malam tidur dengan rasa gagal yang sama. Lama-lama bukan hanya lelah, tapi kehilangan arah. Mereka tahu ada yang tidak beres, bahwa sistem ini sering membuat mereka merasa kecil di negeri sendiri.
Anak muda tidak malas. Mereka sedang berjuang di dunia yang menutup ruang bagi mereka untuk tumbuh. Negara bisa memberi jalan. Kalau kita mau masa depan bangsa cerah, jangan biarkan anak muda terjebak dalam kegelapan pengangguran, karena setiap kesempatan kerja yang layak adalah investasi bagi seluruh negeri.