"Hari itu ada angin yang sangat kencang di New Jersey, petugas keamanan sudah meminta semua tim World Cup tidak keluar demi keselamatan. Tapi mengapa Anda tetap keluar hanya untuk sholat Jumat " ?
Pertanyaan itu dilontarkan oleh seorang jurnalis pada Pape Thiaw, pelatih tim Senegal dalam konferensi pers sebelum pertandingan pertamanya melawan Perancis.
Bagi warga dan jurnalis AS, keputusan Pape Thiaw membawa tim keluar di tengah cuaca buruk itu sangat tidak masuk akal dan berbahaya.
"Apakah ada yang lebih penting daripada sholat? Kalian takut pada angin, sementara kami takut pada Allah, Dzat yang menciptakan angin. Kita datang kesini hanya untuk pertandingan hiburan, lalu apakah kita harus lupa bahwa kita diciptakan untuk menyembah Allah? Jangan ajari kami tentang kewajiban agama kami"
Itulah jawaban menohok dari Pape Thiaw yang membuat seluruh ruangan menjadi hening.
Jawabanselanjutnyaj pun lebih mengejutkan lagi
"Bahkan kalau final Piala Dunia diadakan pada Jumat siang dan kami bermain disana, kami tetap akan keluar untuk sholat Jumat meskipun itu berarti kami harus kehilangan gelar juara"
===
๐ญ
Rasanya kayak ditampar pipi kanan kiri pakai sendal. Kita para pencari dunia sering meninggalkan sholat untuk suatu urusan yang tidak penting. Lain dengan mereka yang karena iman, rela kehilangan gelar prestisius yang diimpikan banyak orang.
@isaacrrr7 If the heart hates anything, it will always be seen wrongly, meaning that if a woman reveals her private parts, it invites people to do something obscene.
@Crazyunfill94 Why are you always suspicious of Muslims when if you read history you will easily find that Islam has made a great contribution to science and technology before Europe was in darkness.
Alhamdulillah, Allah Akbar.
Dalam beberapa tahun terakhir, Jepang menyaksikan pertumbuhan komunitas Muslim yang cukup signifikan. Meski Islam bukan agama mayoritas, jumlah pemeluknya terus meningkat, seiring perubahan cara pandang masyarakat Jepang terhadap agama Islam. Perkembangan Islam di Jepang ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari pendidikan, imigrasi, hingga pengaruh media sosial dan pariwisata halal.