Ini adalah pidato yg kuat dari Azrul Ananda. Sebagai presiden Persebaya, dia tdk menyalahkan dgn nada marah kpd Bonek meskipun timnya kehilangan lebih dari Rp 20 miliar.
Azrul mengajak suporter Persebaya utk berpikir kritis dgn memakai data2 dan angka2 yg konkret.
Azrul juga menyentuh identitas kebanggaan Bonek. Azrul mengapresiasi Bonek sebagai suporter paling humanis di Indonesia yg punya panti asuhan, tim rescue, dan terlibat aktif dlm misi2 kemanusiaan.
Ini harusnya membuat suporter yg mendengar, merasa dihargai sekaligus terdorong utk sekuat tenaga menjaga nama baik komunitasnya.