Ok here’s a better and more challenging question:
Why do barely any Indonesians or Malaysians move abroad to the West? The Indonesian/Malaysian diaspora in Western countries is relatively small & insignificant. Why? Especially for two countries with very large populations.
gw gak tau apakah fenomena ini udah ada dari dlu atau ini fenomena baru, tapi fans f1 nihh daripada ngomongin lomba balapannya malah pada sibuk lomba moral, "driver ku anak baik" "driverku paling sabar" "driver ku the most green flag man" KEK????
Mentally unstable tuh mau mandi sama makan aja udah bersyukur, jadi jangan disuruh mirikin orang lain
If you haven’t experienced it yet, memang gampang ngomong begini
Jangan membangun mitigasi dengan sensasi dan ketakutan. Indonesia memang berada di kawasan gunung api aktif, dan beberapa gunung bisa erupsi bersamaan, itu bukan berarti Tambora atau Toba sedang “bangun”. Erupsi Semeru, Merapi, Sinabung, atau Anak Krakatau tidak otomatis menjadi tanda bahwa gunung api raksasa akan segera meletus. Sudah beberapa kali gunung2 itu erupsi.
Tambora 1815 dan Toba memang punya sejarah erupsi dahsyat dengan dampak luas, tetapi sejarah erupsi tidak bisa dipakai untuk meramalkan bahwa letusan berikutnya sudah dekat. Bahkan untuk gunung sebesar Toba, yang jauh lebih penting adalah memantau indikator nyata seperti perubahan kegempaan, deformasi, dan aktivitas hidrotermal, bukan menghitung kecemasan dari erupsi gunung lain. Erupsi terakhir Toba sekitar 74 rb tahun lalu, sebelumnya 250 rb tahun lalu, dan sekitar 900 rb tahun lalu.
Kalimat “Kalau Tambora dan Toba bangun, we’re finished” terdengar dramatis, tetapi justru mengaburkan pesan mitigasi yang sebenarnya: jangan menakut-nakuti terhadap skenario yang belum jelas dan kita tak punya ilmu tentang itu. Tp, yg perlu dilakukan adalah memperkuat pemantauan, kesiapsiagaan, tata ruang, sistem peringatan dini, dan edukasi masyarakat di sekitar gunung api. Sejauh ini, belum ada tanda-tanda supervolcano Toba lebih aktif dan masih jauh dr siklusnya. Tambora, saya pernah ke dasar kalderanya beberapa tahun lalu, jg masih tahap membangun tubuh, jauh lebih kecil dibandingkan erupsinya 1815.
Bencana tidak dicegah dengan menakut-nakuti orang, tetapi dengan informasi yang akurat dan kesiapan menghadapi risiko yang nyata.
Padahal sudah diwanti-wanti dari tahun lalu ada kemungkinan volcanoes di indo bakal banyak yg erupsi dalam waktu berdekatan, tapi mitigasi bencananya kacau. Banyak yg kagak percaya. Malah dana BMKG nya dipangkas
UPDATE PUKUL 08.00 WIB
LIVE AKUN GR GARAGE di seputar
PANDEGLANG BANTEN
Lihat getaran kacanya kenceng sekali 🤯🥺
Status anak Gunung Krakatau masih Erupsi sampai sekarang.
Stay safe semuanya!
#ALLEYESONINDONESIA#PRAYFORINDONESIA
It would probably fall to me to implement DLSS 5 in No Man’s Sky, since I coded our DLSS support.
But adopting it isn’t really a technology decision — it’s much more an art-direction choice.
So.. the question isn’t whether we can do it. It’s whether it enhances the image, or starts to subtract from No Man’s Sky’s own unique look and feel.