🟡 HAPPENING NOW: Police are cracking down on protests in Jakarta and other parts of Indonesia, where people are demanding the repeal of a controversial military law. In the capital, crowds have once again gathered outside the national parliament. Reports say officers have searched and disbanded street medics and damaged medical supplies. Water cannons were used against demonstrators.
Protesters also report that plainclothes intelligence agents are carrying firearms. Police have begun dispersing the crowd, arresting several people as tensions escalate. The law, passed behind closed doors, allows active-duty military officers to hold civilian posts across key state institutions.
Reporters Sans Frontières @RSF_inter, NGO utama dunia untuk perlindungan jurnalis berbasis di Paris, mengecam keras kekerasan yang dilakukan oleh aparat terhadap jurnalis yang meliput demo anti RUU TNI
RSF mencatat ~15 jurnalis menjadi korban
https://t.co/p6gbaYYRXj
There’s been clashes between protesters and police in Indonesia at a demonstration against a new law allowing members of the military to hold more government roles.
@birokayumanis Sakit hati banget tadi liat ini. Mereka tertawa pas sah dan sampe sekarang masih berdalih melibatkan masyarakat. Sudahi dulu bencinya ke sesama rakyat, fokus vertikal dulu tolong.
@birokayumanis Perjalanan yang bakal berat dan panjang bang. Buat semua teman-teman, sudahi konflik horizontalnya. Baiknya arahkan kemarahan kalian ke atas dulu. Benci sama voters 02 gak masalah. Tapi sedih gaksi sesama rakyat berantem, yang diatas ketawa-tawa.
@pandji @faizrezad Karena menurut saya, mereka sudah bertahun-tahun berada di lingkungan yang harus patuh pada atasan. Dan, sepertinya kita tidak kekurangan sipil yang ahli di semua bidang. Gimana bisa warga sipil yang udah fokus di satu bidang bertahun-tahun kalah sama TNI/Polri.Pensiun = selesai
@pandji @faizrezad Ijin nimbrung bang. Kalau bagi saya, Ketika jabatannya masih berkaitan dengan pertahanan negara gak masalah ada TNI disitu. Tapi ketika jabatan sipil diisi TNI/Polisi, jelas tidak. Bahkan ketika mereka sudah pensiun saya tetap menolak.