“Tuliskan satu kalimat untuk Iran, suara Anda akan didengar.”
Iran dan Indonesia adalah dua bangsa dengan hati yang mencintai perdamaian, namun tetap teguh dalam membela tanah air dan kemerdekaan.
“Tuliskan satu kalimat dari hati Anda untuk rakyat Iran…”
🚨🇮🇩🇺🇸 EXPOSED: US seeks blanket overflight access via Indonesia. Defence Minister Sjafrie Sjamsoeddin to sign deal in Washington. No case-by-case approval. Just notification.
The empire expands. Indonesia opens its skies. The resistance watches. One deal at a time. one truth at a time. one empire exposed.
Prabowo approved. Sjafrie signs. The US gains. Indonesia loses sovereignty. The resistance asks why. One why at a time. one truth at a time. one free future at a time.
Blanket overflight. No approval needed. The US military moves freely. The resistance objects. One object at a time. one truth at a time. one justice at a time.
Classified document. Now public. The empire's plans exposed. The resistance's work continues.
After much reflection, I have decided to resign from my position as Director of the National Counterterrorism Center, effective today.
I cannot in good conscience support the ongoing war in Iran. Iran posed no imminent threat to our nation, and it is clear that we started this war due to pressure from Israel and its powerful American lobby.
It has been an honor serving under @POTUS and @DNIGabbard and leading the professionals at NCTC.
May God bless America.
Umat Islam 🇮🇩 insya Allah mulai puasa 1 Ramadhan pagi hari Kamis 19 Feb.
Di saat itu, umat Islam 🇺🇸 di Alaska masih hari Rabu 18 Feb, sedang berpuasa 1 Ramadhan juga.
Sampai di sini faham ndak?
19 Feb 🇮🇩= 1 Ramadhan = 18 Feb 🇺🇸
🇮🇩tapi puasa 18 Feb? Lain daripada yang lain.
Napak tilas ini adalah aktivasi sanad Syaikhona-Hadratussyekh, menjaga latitude peradaban dari titik nol jam'iyah berdiri.
Hadratussyekh mewariskan NU nyaris tanpa definisi. Tapi toh begitu terasa balutannya. Barangkali karena NU memang ikatan yang azali.
Karena itu, perjalanan Kiai As’ad Syamsul Arifin jadi upaya kita untuk tabarrûk atas khidmah raksasa para muassis.
Bangkalan-Jombang, jadi lintasan yang membuhul pesan suci untuk menyatukan ulama dalam satu wadah, yaitu Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Terima kasih kepada para dzuriyah muassis atas inisiatif khidmah ini.
Semoga kita, para khudama’, kader dan warga NU, senantiasa kuat merawat mandat peradaban ini demi kemaslahatan bangsa, negara, dan kemanusiaan.
Selamat datang di dunia tanpa aturan. Selamat datang di rimba yang tidak ada lagi standar keadilan. AS tidak lagi punya kekuatan moral untuk bicara demokrasi dan keadilan.